<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jalankan Perintah Sambo, Bharada E Isi Amunisi, Kokang dan Berdoa Sebelum Tembak Brigadir J</title><description>Dalam agenda kali ini, terungkap Bharada E memenuhi permintaan Sambo hingga akhirnya menembak Brigadir J.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/18/337/2689372/jalankan-perintah-sambo-bharada-e-isi-amunisi-kokang-dan-berdoa-sebelum-tembak-brigadir-j</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/18/337/2689372/jalankan-perintah-sambo-bharada-e-isi-amunisi-kokang-dan-berdoa-sebelum-tembak-brigadir-j"/><item><title>Jalankan Perintah Sambo, Bharada E Isi Amunisi, Kokang dan Berdoa Sebelum Tembak Brigadir J</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/18/337/2689372/jalankan-perintah-sambo-bharada-e-isi-amunisi-kokang-dan-berdoa-sebelum-tembak-brigadir-j</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/18/337/2689372/jalankan-perintah-sambo-bharada-e-isi-amunisi-kokang-dan-berdoa-sebelum-tembak-brigadir-j</guid><pubDate>Selasa 18 Oktober 2022 12:30 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/18/337/2689372/jalankan-perintah-sambo-bharada-e-isi-amunisi-kokang-dan-berdoa-sebelum-tembak-brigadir-j-VXGUUFRQpN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bharada E (Foto: Dok Kejagung)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/18/337/2689372/jalankan-perintah-sambo-bharada-e-isi-amunisi-kokang-dan-berdoa-sebelum-tembak-brigadir-j-VXGUUFRQpN.jpg</image><title>Bharada E (Foto: Dok Kejagung)</title></images><description>JAKARTA - Terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir J, yaitu Richard Eliezer alias Bharada E menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam agenda kali ini, terungkap Bharada E memenuhi permintaan Sambo hingga akhirnya menembak Brigadir J.
Dalam memori dakwaan, Jaksa mengungkapkan Bharada E menyanggupi permintaan bosnya yakni Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J. Permintaan tersebut dijawabnya dengan ungkapan 'siap komandan'.
BACA JUGA:Bharada E Minta Ferdy Sambo dan Terdakwa Lain Segera Dihadirkan di Persidangannya, Hakim Menolak&amp;nbsp;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xOC8xLzE1NTExOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Awalnya, Ferdy Sambo bertanya kepada Ricky Rizal Wibowo untuk menembak Brigadir J. Lantaran mengaku tidak kuat mental, Ricky hanya dimintai backup apabila nantinya Brigadir J melawan.
&quot;Selanjutnya saksi Ferdy Sambo bertanya kepada terdakwa Richard Elieber 'berani kamu tembak Yosua' atas pertanyaan saksi Ferdy Sambo tersebut lalu terdakwa Richard Eliezer menyatakan kesediannya dengan berakata 'saya komandan!',&quot; kata Jaksa saat membacakan dakwaan, Selasa (18/10/2022).
BACA JUGA:Bharada E Tutup Mata dan Gelengkan Kepala saat Ferdy Sambo Teriak Tembak Brigadir Yosua&amp;nbsp;
Mendengar kesediaan Bharada E, Ferdy Sambo lantas membekali Bharada E dengan satu kotak peluru 9mm. Masih dalam memori dakwaan, penyerahan kotak peluru itu juga disaksikan Putri Candrawathi.
&quot;Mendengar kesediaan dan kesiapan Terdakwa Richard Eliezer untuk menembak korban Brigadir J lalu saksi Ferdy Sambo langsung menyerahkan 1 (satu) kotak peluru 9 mm kepada Terdakwa Richard Eliezer disaksikan oleh saksi Putri Candrawathi,&quot; ujarnya.

Pada memori dakwaan juga terungkap, Bharada E tidak mengurungkan niatnya untuk melakukan kehendak jahat Ferdy Sambo. Sebaliknya, Bharada E justru berdoa sebelum mengekseskusi Brigadir J.

&quot;Justru melakukan ritual berdoa berdasarkan keyakinannya meneguhkan kehendaknya sebelum melakukan perbuatan merampas nyawa korban Brigadir J,&quot; ujarnya.

Bharada E juga mengokang senjatanya atas perintah Ferdy Sambo. Hal ini terungkap ketika Bharada E mendengar suara Ferdy Sambo mencarinya.

&quot;Saksi Ferdy Sambo mengatakan kepada terdakwa Richard Eliezer 'kokang senjatamu!', setelah itu terdakwa mengokang senjatanya dan menyelipkan dipinggang sebelah kanan,&quot; kata jaksa membacakan surat dakwaan.
</description><content:encoded>JAKARTA - Terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir J, yaitu Richard Eliezer alias Bharada E menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam agenda kali ini, terungkap Bharada E memenuhi permintaan Sambo hingga akhirnya menembak Brigadir J.
Dalam memori dakwaan, Jaksa mengungkapkan Bharada E menyanggupi permintaan bosnya yakni Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J. Permintaan tersebut dijawabnya dengan ungkapan 'siap komandan'.
BACA JUGA:Bharada E Minta Ferdy Sambo dan Terdakwa Lain Segera Dihadirkan di Persidangannya, Hakim Menolak&amp;nbsp;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xOC8xLzE1NTExOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Awalnya, Ferdy Sambo bertanya kepada Ricky Rizal Wibowo untuk menembak Brigadir J. Lantaran mengaku tidak kuat mental, Ricky hanya dimintai backup apabila nantinya Brigadir J melawan.
&quot;Selanjutnya saksi Ferdy Sambo bertanya kepada terdakwa Richard Elieber 'berani kamu tembak Yosua' atas pertanyaan saksi Ferdy Sambo tersebut lalu terdakwa Richard Eliezer menyatakan kesediannya dengan berakata 'saya komandan!',&quot; kata Jaksa saat membacakan dakwaan, Selasa (18/10/2022).
BACA JUGA:Bharada E Tutup Mata dan Gelengkan Kepala saat Ferdy Sambo Teriak Tembak Brigadir Yosua&amp;nbsp;
Mendengar kesediaan Bharada E, Ferdy Sambo lantas membekali Bharada E dengan satu kotak peluru 9mm. Masih dalam memori dakwaan, penyerahan kotak peluru itu juga disaksikan Putri Candrawathi.
&quot;Mendengar kesediaan dan kesiapan Terdakwa Richard Eliezer untuk menembak korban Brigadir J lalu saksi Ferdy Sambo langsung menyerahkan 1 (satu) kotak peluru 9 mm kepada Terdakwa Richard Eliezer disaksikan oleh saksi Putri Candrawathi,&quot; ujarnya.

Pada memori dakwaan juga terungkap, Bharada E tidak mengurungkan niatnya untuk melakukan kehendak jahat Ferdy Sambo. Sebaliknya, Bharada E justru berdoa sebelum mengekseskusi Brigadir J.

&quot;Justru melakukan ritual berdoa berdasarkan keyakinannya meneguhkan kehendaknya sebelum melakukan perbuatan merampas nyawa korban Brigadir J,&quot; ujarnya.

Bharada E juga mengokang senjatanya atas perintah Ferdy Sambo. Hal ini terungkap ketika Bharada E mendengar suara Ferdy Sambo mencarinya.

&quot;Saksi Ferdy Sambo mengatakan kepada terdakwa Richard Eliezer 'kokang senjatamu!', setelah itu terdakwa mengokang senjatanya dan menyelipkan dipinggang sebelah kanan,&quot; kata jaksa membacakan surat dakwaan.
</content:encoded></item></channel></rss>
