<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Mengenal Jenderal (Purn) Raden Said Soekanto Pendiri Markas Trunojoyo   </title><description>Jenderal Polisi (Purn) Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo dilantik Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/18/337/2689456/mengenal-jenderal-purn-raden-said-soekanto-pendiri-markas-trunojoyo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/18/337/2689456/mengenal-jenderal-purn-raden-said-soekanto-pendiri-markas-trunojoyo"/><item><title> Mengenal Jenderal (Purn) Raden Said Soekanto Pendiri Markas Trunojoyo   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/18/337/2689456/mengenal-jenderal-purn-raden-said-soekanto-pendiri-markas-trunojoyo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/18/337/2689456/mengenal-jenderal-purn-raden-said-soekanto-pendiri-markas-trunojoyo</guid><pubDate>Selasa 18 Oktober 2022 14:06 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/18/337/2689456/mengenal-jenderal-purn-raden-said-soekanto-pendiri-markas-trunojoyo-ecKzQqCnKk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jenderal Polisi (Purn) Raden Said Soekanto (foto: dok Polri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/18/337/2689456/mengenal-jenderal-purn-raden-said-soekanto-pendiri-markas-trunojoyo-ecKzQqCnKk.jpg</image><title>Jenderal Polisi (Purn) Raden Said Soekanto (foto: dok Polri)</title></images><description>KAPOLRI pertama, Jenderal Polisi (Purn) Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo dilantik Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno pada 29 September 1945.

Sebelumnya, pria kelahiran Bogor pada 7 Juni 1908 itu pada 1928 aktif dalam pergerakan kepanduan Bangsa Indonesia Jong Java dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, lalu 1942 menjabat sebagai Komisaris Tingkat I di Kantor Shucokan Jakarta.

Usai dilantik sebagai Kapolri, Raden Said pada tahun 1946, membenahi pendidikan dan menggagas Akademi Polisi Mertoyudan. Kemudian 1947-1957, memimpin operasi kepolisian menghadapi pemberontakan DI/TII. Tahun 1948-1950, mengemban misi pemerintah ke luar negeri dan anggota delegasi Konferensi Meja Bundar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Biografi Jenderal Polisi (Purn) Raden Said Soekanto, Kapolri Pertama yang Kini Jadi Pahlawan Nasional
Dengan dibentuknya negara kesatuan pada 17 Agustus 1950 dan diberlakukannya UUDS 1950 yang menganut sistem parlementer, Kapolri tetap dijabat Jenderal Polisi (Purn) Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo yang bertanggung jawab kepada Perdana Menteri/Presiden

Dia juga yang merencanakan pembangunan kantor Kepolisian di Jalan Trunojoyo 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dengan sebutan Markas Besar Djawatan Kepolisian Negara RI (DKN) yang menjadi Markas Besar Kepolisian sampai sekarang.

Pada 15 Desember 1959, dirinya mengakhiri karirnya dengan jabatan terakhir sebagai Kapolri/Menteri Muda Kepolisian.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Diterpa Badai Masalah, Kapolri: Kita Sedang Diayak untuk Jadi Emas 24 Karat
Selanjutnya, dirinya dianugerahkan gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor:117/II/2020 yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo pada 6 November 2020.</description><content:encoded>KAPOLRI pertama, Jenderal Polisi (Purn) Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo dilantik Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno pada 29 September 1945.

Sebelumnya, pria kelahiran Bogor pada 7 Juni 1908 itu pada 1928 aktif dalam pergerakan kepanduan Bangsa Indonesia Jong Java dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, lalu 1942 menjabat sebagai Komisaris Tingkat I di Kantor Shucokan Jakarta.

Usai dilantik sebagai Kapolri, Raden Said pada tahun 1946, membenahi pendidikan dan menggagas Akademi Polisi Mertoyudan. Kemudian 1947-1957, memimpin operasi kepolisian menghadapi pemberontakan DI/TII. Tahun 1948-1950, mengemban misi pemerintah ke luar negeri dan anggota delegasi Konferensi Meja Bundar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Biografi Jenderal Polisi (Purn) Raden Said Soekanto, Kapolri Pertama yang Kini Jadi Pahlawan Nasional
Dengan dibentuknya negara kesatuan pada 17 Agustus 1950 dan diberlakukannya UUDS 1950 yang menganut sistem parlementer, Kapolri tetap dijabat Jenderal Polisi (Purn) Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo yang bertanggung jawab kepada Perdana Menteri/Presiden

Dia juga yang merencanakan pembangunan kantor Kepolisian di Jalan Trunojoyo 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dengan sebutan Markas Besar Djawatan Kepolisian Negara RI (DKN) yang menjadi Markas Besar Kepolisian sampai sekarang.

Pada 15 Desember 1959, dirinya mengakhiri karirnya dengan jabatan terakhir sebagai Kapolri/Menteri Muda Kepolisian.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Diterpa Badai Masalah, Kapolri: Kita Sedang Diayak untuk Jadi Emas 24 Karat
Selanjutnya, dirinya dianugerahkan gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor:117/II/2020 yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo pada 6 November 2020.</content:encoded></item></channel></rss>
