<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Lukas Enembe Sakit, Pemerintah Diminta Tetapkan Pejabat Pengganti Gubernur Papua   </title><description>Seorang Ondoafi Besar dari Tanah Tabi, Yanto Eluay mengatakan, dirinya bersama tokoh-tokoh adat Papua lainnya ikut bertanggung jawab</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/19/340/2689865/lukas-enembe-sakit-pemerintah-diminta-tetapkan-pejabat-pengganti-gubernur-papua</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/19/340/2689865/lukas-enembe-sakit-pemerintah-diminta-tetapkan-pejabat-pengganti-gubernur-papua"/><item><title> Lukas Enembe Sakit, Pemerintah Diminta Tetapkan Pejabat Pengganti Gubernur Papua   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/19/340/2689865/lukas-enembe-sakit-pemerintah-diminta-tetapkan-pejabat-pengganti-gubernur-papua</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/19/340/2689865/lukas-enembe-sakit-pemerintah-diminta-tetapkan-pejabat-pengganti-gubernur-papua</guid><pubDate>Rabu 19 Oktober 2022 01:32 WIB</pubDate><dc:creator>Edy Siswanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/19/340/2689865/lukas-enembe-sakit-pemerintah-diminta-tetapkan-pejabat-pengganti-gubernur-papua-hry4Hg5BKf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Papua, Lukas Enembe (foto: dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/19/340/2689865/lukas-enembe-sakit-pemerintah-diminta-tetapkan-pejabat-pengganti-gubernur-papua-hry4Hg5BKf.jpg</image><title>Gubernur Papua, Lukas Enembe (foto: dok Okezone)</title></images><description>SENTANI - Seorang Ondoafi Besar dari Tanah Tabi, Yanto Eluay mengatakan, dirinya bersama tokoh-tokoh adat Papua lainnya ikut bertanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat adat di wilayahnya masing-masing, karena pincangnya pelayanan masyarakat oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua akibat sakitnya Gubernur Lukas Enembe.

&amp;ldquo;Kami setuju kalau Pemerintah Pusat mengambil Langkah-langkah strategis guna (menjaga) penyelenggaraan pemerintahan di Papua kepada rakyat supaya dapat berjalan. Kami mendukung sekali, masyarakat Papua sangat membutuhkan pelayanan pemerintah&amp;rdquo; kata Yanto Eluay, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (18/10/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA: KPK Gandeng IDI Bentuk Tim Pemeriksa Kesehatan Lukas Enembe di Papua
Yanto menambahkan, pelayanan pemerintah, penyelenggaraan pemeritahan di Papua sampai ke tingkat Kota dan Kabupaten, supaya bisa berjala baik, solusinya adalah Pemerintah Pusat harus hadirkan pejabat yang mengambil alih tugas-tugas itu.

&quot;Saat ini beliau (Lukas Enembe) dalam sudah menjadi Tersangka, yang kedua, beliau sedang sakit yang cukup berkepanjangan, saya kira Pemerintah Pusat sudah bisa mengambil langkah-langkah demi pelayanan pemerintah kepada publik,&quot; usulnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:KPK Panggil Sekda Papua Terkait Kasus Korupsi Lukas Enembe
Tentang dugaan korupsi yang dituduhkan kepada Lukas Enembe, Yanto mengungkapkan, dirinya dan sejumlah masyarakat adat mendukung pemerintah dalam hal ini KPK, untuk menegakan hukum dan mengungkap penyalahgunaan dana Otsus di&amp;nbsp;Papua&amp;nbsp;yang dilakukan oleh para pejabat&amp;nbsp;Papua.

&amp;ldquo;Untuk saat ini saya boleh katakana seluruh komunitas masyarakat adat Papua mendukung penegakan hukum terhadap anak Papua, siapapun dia, yang terindikasi melakukan penyelewengan terhadap keuangan negara,&quot; tegas Yanto.

Yanto juga angkat bicara soal pengukuhan Gubernur&amp;nbsp;Papua&amp;nbsp;Lukas Enembe&amp;nbsp; sebagai Kepala Suku Besar&amp;nbsp;Papua&amp;nbsp;oleh Dewan Adat&amp;nbsp;Papua&amp;nbsp;(DAP). Ia menilai tindakan DAP itu telah merusak tatanan adat. Yanto menyebut, pengukuhan atau pengangkatan&amp;nbsp;telah mencoreng wibawa masyarakat&amp;nbsp;Papua.

&quot;Saya sendiri juga selaku tokoh adat di&amp;nbsp;Papua ingin sampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh Dewan Adat&amp;nbsp;Papua&amp;nbsp;terkait pengukuhan&amp;nbsp;Lukas Enembe&amp;nbsp;sebagai Kepala Suku Besar bagi 7 wilayah adat di papua merupakan suatu tindakan yang melecehkan dan merusak tatanan adat Papua,&quot; kata Yanto.

Yanto menjelaskan, pengangkatan seorang menjadi Kepala Suku Besar harus punya kriteria tertentu, seperti harus memiliki silsilah atau garis keturunan Kepala Suku, tidak asal mengukuhkan seseorang sebagai Kepala Suku Besar karena suatu kepentingan tertentu.

&amp;ldquo;Seorang pemimpin itu harus menjadi panutan. Segala perilakunya menjadi teladan. Kalau moralitasnya, perilakunya kurang baik, bagaimana bisa menjadi pimpinan adat dan menjadi panutan bagi masyarakat adat yang dipimpinnya,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>SENTANI - Seorang Ondoafi Besar dari Tanah Tabi, Yanto Eluay mengatakan, dirinya bersama tokoh-tokoh adat Papua lainnya ikut bertanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat adat di wilayahnya masing-masing, karena pincangnya pelayanan masyarakat oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua akibat sakitnya Gubernur Lukas Enembe.

&amp;ldquo;Kami setuju kalau Pemerintah Pusat mengambil Langkah-langkah strategis guna (menjaga) penyelenggaraan pemerintahan di Papua kepada rakyat supaya dapat berjalan. Kami mendukung sekali, masyarakat Papua sangat membutuhkan pelayanan pemerintah&amp;rdquo; kata Yanto Eluay, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (18/10/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA: KPK Gandeng IDI Bentuk Tim Pemeriksa Kesehatan Lukas Enembe di Papua
Yanto menambahkan, pelayanan pemerintah, penyelenggaraan pemeritahan di Papua sampai ke tingkat Kota dan Kabupaten, supaya bisa berjala baik, solusinya adalah Pemerintah Pusat harus hadirkan pejabat yang mengambil alih tugas-tugas itu.

&quot;Saat ini beliau (Lukas Enembe) dalam sudah menjadi Tersangka, yang kedua, beliau sedang sakit yang cukup berkepanjangan, saya kira Pemerintah Pusat sudah bisa mengambil langkah-langkah demi pelayanan pemerintah kepada publik,&quot; usulnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:KPK Panggil Sekda Papua Terkait Kasus Korupsi Lukas Enembe
Tentang dugaan korupsi yang dituduhkan kepada Lukas Enembe, Yanto mengungkapkan, dirinya dan sejumlah masyarakat adat mendukung pemerintah dalam hal ini KPK, untuk menegakan hukum dan mengungkap penyalahgunaan dana Otsus di&amp;nbsp;Papua&amp;nbsp;yang dilakukan oleh para pejabat&amp;nbsp;Papua.

&amp;ldquo;Untuk saat ini saya boleh katakana seluruh komunitas masyarakat adat Papua mendukung penegakan hukum terhadap anak Papua, siapapun dia, yang terindikasi melakukan penyelewengan terhadap keuangan negara,&quot; tegas Yanto.

Yanto juga angkat bicara soal pengukuhan Gubernur&amp;nbsp;Papua&amp;nbsp;Lukas Enembe&amp;nbsp; sebagai Kepala Suku Besar&amp;nbsp;Papua&amp;nbsp;oleh Dewan Adat&amp;nbsp;Papua&amp;nbsp;(DAP). Ia menilai tindakan DAP itu telah merusak tatanan adat. Yanto menyebut, pengukuhan atau pengangkatan&amp;nbsp;telah mencoreng wibawa masyarakat&amp;nbsp;Papua.

&quot;Saya sendiri juga selaku tokoh adat di&amp;nbsp;Papua ingin sampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh Dewan Adat&amp;nbsp;Papua&amp;nbsp;terkait pengukuhan&amp;nbsp;Lukas Enembe&amp;nbsp;sebagai Kepala Suku Besar bagi 7 wilayah adat di papua merupakan suatu tindakan yang melecehkan dan merusak tatanan adat Papua,&quot; kata Yanto.

Yanto menjelaskan, pengangkatan seorang menjadi Kepala Suku Besar harus punya kriteria tertentu, seperti harus memiliki silsilah atau garis keturunan Kepala Suku, tidak asal mengukuhkan seseorang sebagai Kepala Suku Besar karena suatu kepentingan tertentu.

&amp;ldquo;Seorang pemimpin itu harus menjadi panutan. Segala perilakunya menjadi teladan. Kalau moralitasnya, perilakunya kurang baik, bagaimana bisa menjadi pimpinan adat dan menjadi panutan bagi masyarakat adat yang dipimpinnya,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
