<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejarah Penemuan Mesin Uap, Berawal dari Bola Besi di Mesir</title><description>Ini sejarah penemuan mesin uap.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/20/18/2690879/sejarah-penemuan-mesin-uap-berawal-dari-bola-besi-di-mesir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/20/18/2690879/sejarah-penemuan-mesin-uap-berawal-dari-bola-besi-di-mesir"/><item><title>Sejarah Penemuan Mesin Uap, Berawal dari Bola Besi di Mesir</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/20/18/2690879/sejarah-penemuan-mesin-uap-berawal-dari-bola-besi-di-mesir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/20/18/2690879/sejarah-penemuan-mesin-uap-berawal-dari-bola-besi-di-mesir</guid><pubDate>Kamis 20 Oktober 2022 11:42 WIB</pubDate><dc:creator>Nadilla Syabriya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/20/18/2690879/sejarah-penemuan-mesin-uap-berawal-dari-bola-besi-di-mesir-LKVBvBWC0e.jpg" expression="full" type="image/jpeg">James Watt. (Foto: Wikipedia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/20/18/2690879/sejarah-penemuan-mesin-uap-berawal-dari-bola-besi-di-mesir-LKVBvBWC0e.jpg</image><title>James Watt. (Foto: Wikipedia)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Mesin uap merupakan sebuah mesin yang menggunakan energi panas dalam uap air yang menjadi energi mekanis. Biasanya, mesin ini ditemukan pada pompa, lokomotif dan kapal laut.&amp;nbsp;
Melansir dari Live Science, Cikal bakal mesin uap berasal dari abad pertama masehi saat aeolipile dikenalkan pertama kalinya oleh Hero dari Alexandria. Aeolipile adalah alat berbentuk bola besi berisi air. Aeolipile memiliki dua buah cerobong berbentuk &amp;lsquo;L&amp;rsquo; di dua sisi yang berseberangan. Bola besi ini kemudian dipanaskan sampai airnya mendidih dan uap yang keluar dari cerobong akan memutar bola besi tersebut.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Penemu Lampu Thomas Alva Edison, Sempurnakan Penemuan Lampu Busur Listrik&amp;nbsp;
Kegunaan aeolipile ini belum begitu praktis untuk kebutuhan manusia. Melainkan hanyalah sebuah mainan untuk memeragakan kekuatan alam pada saat itu. Walau hanya sebagai ornamen hiasan, ternyata aeolipile merupakan cikal bakal penggunaan tenaga uap untuk menggerakan mesin di kemudian hari.
Penemuan mesin tenaga uap berikutnya lahir dari tangan seorang teknisi militer dan tambang Spanyol, bernama Jeronimo de Ayanz pada 1606. Ayanz menggunakan mesin uap untuk mengeluarkan gas beracun dan air banjir dari tambang dengan menggunakan tekanan uap.
BACA JUGA:&amp;nbsp;7 Penemuan Besar Terinspirasi Sebuah Mimpi, Ada Berasal dari Halusinasi

Ayanz mendidihkan air di sebuah wadah dengan menempatkan dua pipa kecil, satu ke dalam tambang, dan satu lagi ke udara bebas. Kemudian air akan mendidih menghasilkan uap. Nah, uap tersebut akan keluar mendorong ke udara bebas, sedangkan pipa yang berada dalam tambang akan menghasilkan efek hisap yang kuat untuk mengeluarkan gas beracun mengikuti uap ke udara bebas.Pada 1698, Thomas Savery, seorang insinyur dan ilmuwan, mematenkan sebuah mesin yang dapat secara efektif mengambil air dari tambang yang tergenang air menggunakan tekanan uap. Savery menggunakan prinsip yang ditetapkan oleh Denis Papin, fisikawan Inggris kelahiran Prancis yang menemukan pressure cooker. Ide Papin seputar mesin uap silinder dan piston sebelumnya tidak digunakan untuk membangun mesin yang berfungsi. Namun, pada 1705, Savery telah mengubah ide Papin menjadi penemuan yang berguna.
Dengan menggunakan dua ketel uap, Savery merancang sistem yang hampir berkesinambungan untuk memompa air dari tambang. Namun terlepas dari kesuksesan awal sistem Savery, perlu diketahui bahwa mesinnya hanya mampu menarik air dari kedalaman yang dangkal, harus menjadi perhatian ekstra jika mesin uap berfungsi di tambang yang dalam.
Pada 1711 orang Inggris lainnya, Thomas Newcomen, mengembangkan cara yang lebih baik untuk memompa air dari tambang. Sistemnya menggunakan mesin uap yang didesain ulang yang menghilangkan kebutuhan akan tekanan uap yang terakumulasi cacat dalam sistem Savery yang menyebabkan banyak ledakan yang tidak menguntungkan. Mesin Newcomen dinamakan &quot;atmosfer&quot; karena tingkat tekanan uap yang digunakannya mendekati tekanan atmosfer. Mesin ini menjadi mesin komersial pertama yang berhasil menggunakan uap untuk mengoperasikan pompa air.
Meskipun mesin ini terbilang lebih maju dari punya Savery, mesin atmosfer Newcomen juga memiliki kekurangan. Mesin ini sangat tidak efisien, membutuhkan aliran air dingin yang konstan untuk mendinginkan silinder uap yang sangat penting (bagian dari mesin di mana tekanan uap diubah menjadi gerakan), serta sumber energi yang konstan untuk memanaskan silinder kembali.Terlepas dari kelemahan tersebut, desain mesin Newcomen tidak tertandingi selama sekitar 50 tahun ke depan. Selain untuk memompa keluar tambang, mesin ini digunakan untuk mengalirkan lahan basah, memasok air ke kota-kota dan bahkan pembangkit listrik.
Pada 1764, setelah mesin Newcomen banyak digunakan di pertambangan, James Watt seorang pekerja bengkel di Skotlandia mulai mengulik secara dalam mesin uap tersebut. Watt menemukan sebuah kelemahan besar dari mesin uap Newcomen, yaitu terlalu banyak pemborosan energi pada cara kerjanya
Hal ini membuat Watt mengembangkan kondensor terpisah, yang memungkinkan silinder uap dipertahankan pada suhu konstan dan secara dramatis meningkatkan fungsionalitas mesin Newcomen.
Watt tidak dapat dengan cepat memproduksi mesin atmosfernya karena alasan keuangan. Namun pada tahun 1776, ia menjalin kerjasama dengan Matthew Boulton, seorang pabrikan dan insinyur Inggris yang memutuskan menggunakan mesin uap untuk lebih dari sekadar memompa air dari tambang.
Mesin Boulton-Watt juga merupakan mesin pertama yang memungkinkan operator mesin mengontrol kecepatan dengan alat yang disebut pengatur sentrifugal. Mesin ini ditingkatkan menggunakan sistem roda gigi baru untuk mengubah gerakan bolak-balik (linier) menjadi gerakan berputar.
Meskipun James Watt bukan menjadi penemu utama, tetapi kinerjanya berpengaruh terhadap perkembangan mesin uap. Dengan penemuan besar ini, ia juga merubah peradaban secara besar-besaran sekaligus tercetusnya revolusi industri.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Mesin uap merupakan sebuah mesin yang menggunakan energi panas dalam uap air yang menjadi energi mekanis. Biasanya, mesin ini ditemukan pada pompa, lokomotif dan kapal laut.&amp;nbsp;
Melansir dari Live Science, Cikal bakal mesin uap berasal dari abad pertama masehi saat aeolipile dikenalkan pertama kalinya oleh Hero dari Alexandria. Aeolipile adalah alat berbentuk bola besi berisi air. Aeolipile memiliki dua buah cerobong berbentuk &amp;lsquo;L&amp;rsquo; di dua sisi yang berseberangan. Bola besi ini kemudian dipanaskan sampai airnya mendidih dan uap yang keluar dari cerobong akan memutar bola besi tersebut.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Penemu Lampu Thomas Alva Edison, Sempurnakan Penemuan Lampu Busur Listrik&amp;nbsp;
Kegunaan aeolipile ini belum begitu praktis untuk kebutuhan manusia. Melainkan hanyalah sebuah mainan untuk memeragakan kekuatan alam pada saat itu. Walau hanya sebagai ornamen hiasan, ternyata aeolipile merupakan cikal bakal penggunaan tenaga uap untuk menggerakan mesin di kemudian hari.
Penemuan mesin tenaga uap berikutnya lahir dari tangan seorang teknisi militer dan tambang Spanyol, bernama Jeronimo de Ayanz pada 1606. Ayanz menggunakan mesin uap untuk mengeluarkan gas beracun dan air banjir dari tambang dengan menggunakan tekanan uap.
BACA JUGA:&amp;nbsp;7 Penemuan Besar Terinspirasi Sebuah Mimpi, Ada Berasal dari Halusinasi

Ayanz mendidihkan air di sebuah wadah dengan menempatkan dua pipa kecil, satu ke dalam tambang, dan satu lagi ke udara bebas. Kemudian air akan mendidih menghasilkan uap. Nah, uap tersebut akan keluar mendorong ke udara bebas, sedangkan pipa yang berada dalam tambang akan menghasilkan efek hisap yang kuat untuk mengeluarkan gas beracun mengikuti uap ke udara bebas.Pada 1698, Thomas Savery, seorang insinyur dan ilmuwan, mematenkan sebuah mesin yang dapat secara efektif mengambil air dari tambang yang tergenang air menggunakan tekanan uap. Savery menggunakan prinsip yang ditetapkan oleh Denis Papin, fisikawan Inggris kelahiran Prancis yang menemukan pressure cooker. Ide Papin seputar mesin uap silinder dan piston sebelumnya tidak digunakan untuk membangun mesin yang berfungsi. Namun, pada 1705, Savery telah mengubah ide Papin menjadi penemuan yang berguna.
Dengan menggunakan dua ketel uap, Savery merancang sistem yang hampir berkesinambungan untuk memompa air dari tambang. Namun terlepas dari kesuksesan awal sistem Savery, perlu diketahui bahwa mesinnya hanya mampu menarik air dari kedalaman yang dangkal, harus menjadi perhatian ekstra jika mesin uap berfungsi di tambang yang dalam.
Pada 1711 orang Inggris lainnya, Thomas Newcomen, mengembangkan cara yang lebih baik untuk memompa air dari tambang. Sistemnya menggunakan mesin uap yang didesain ulang yang menghilangkan kebutuhan akan tekanan uap yang terakumulasi cacat dalam sistem Savery yang menyebabkan banyak ledakan yang tidak menguntungkan. Mesin Newcomen dinamakan &quot;atmosfer&quot; karena tingkat tekanan uap yang digunakannya mendekati tekanan atmosfer. Mesin ini menjadi mesin komersial pertama yang berhasil menggunakan uap untuk mengoperasikan pompa air.
Meskipun mesin ini terbilang lebih maju dari punya Savery, mesin atmosfer Newcomen juga memiliki kekurangan. Mesin ini sangat tidak efisien, membutuhkan aliran air dingin yang konstan untuk mendinginkan silinder uap yang sangat penting (bagian dari mesin di mana tekanan uap diubah menjadi gerakan), serta sumber energi yang konstan untuk memanaskan silinder kembali.Terlepas dari kelemahan tersebut, desain mesin Newcomen tidak tertandingi selama sekitar 50 tahun ke depan. Selain untuk memompa keluar tambang, mesin ini digunakan untuk mengalirkan lahan basah, memasok air ke kota-kota dan bahkan pembangkit listrik.
Pada 1764, setelah mesin Newcomen banyak digunakan di pertambangan, James Watt seorang pekerja bengkel di Skotlandia mulai mengulik secara dalam mesin uap tersebut. Watt menemukan sebuah kelemahan besar dari mesin uap Newcomen, yaitu terlalu banyak pemborosan energi pada cara kerjanya
Hal ini membuat Watt mengembangkan kondensor terpisah, yang memungkinkan silinder uap dipertahankan pada suhu konstan dan secara dramatis meningkatkan fungsionalitas mesin Newcomen.
Watt tidak dapat dengan cepat memproduksi mesin atmosfernya karena alasan keuangan. Namun pada tahun 1776, ia menjalin kerjasama dengan Matthew Boulton, seorang pabrikan dan insinyur Inggris yang memutuskan menggunakan mesin uap untuk lebih dari sekadar memompa air dari tambang.
Mesin Boulton-Watt juga merupakan mesin pertama yang memungkinkan operator mesin mengontrol kecepatan dengan alat yang disebut pengatur sentrifugal. Mesin ini ditingkatkan menggunakan sistem roda gigi baru untuk mengubah gerakan bolak-balik (linier) menjadi gerakan berputar.
Meskipun James Watt bukan menjadi penemu utama, tetapi kinerjanya berpengaruh terhadap perkembangan mesin uap. Dengan penemuan besar ini, ia juga merubah peradaban secara besar-besaran sekaligus tercetusnya revolusi industri.</content:encoded></item></channel></rss>
