<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harus Rutin Cuci Darah, Wanta Bersyukur Menjadi Peserta JKN</title><description>Masih teringat dalam benak Wanta (43) ketika dokter mendiagnosanya sakit gagal ginjal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/21/1/2691590/harus-rutin-cuci-darah-wanta-bersyukur-menjadi-peserta-jkn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/21/1/2691590/harus-rutin-cuci-darah-wanta-bersyukur-menjadi-peserta-jkn"/><item><title>Harus Rutin Cuci Darah, Wanta Bersyukur Menjadi Peserta JKN</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/21/1/2691590/harus-rutin-cuci-darah-wanta-bersyukur-menjadi-peserta-jkn</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/21/1/2691590/harus-rutin-cuci-darah-wanta-bersyukur-menjadi-peserta-jkn</guid><pubDate>Jum'at 21 Oktober 2022 10:04 WIB</pubDate><dc:creator>Fitria Dwi Astuti </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/21/1/2691590/harus-rutin-cuci-darah-wanta-bersyukur-menjadi-peserta-jkn-33psfoSETT.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Dok BPJS Kesehatan</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/21/1/2691590/harus-rutin-cuci-darah-wanta-bersyukur-menjadi-peserta-jkn-33psfoSETT.jpeg</image><title>Foto: Dok BPJS Kesehatan</title></images><description>Kabupaten Indramayu &amp;ndash; Masih teringat dalam benak Wanta (43) ketika dokter mendiagnosanya sakit gagal ginjal. Rasa kecewa bercampur sedih sangat dirasakan oleh Wanta dan keluarganya. Betapa tidak sebelum di diagnosa sakit gagal ginjal, Wanta dan keluarga sudah berusaha mengobati sakit yang dialaminya sejak beberapa tahun terakhir tersebut. Namun kini, Wanta diharuskan untuk melakukan cuci darah dua kali dalam seminggu.

Bagi Wanta, menderita sakit gagal ginjal jelas memberikan dampak tersendiri untuk aktivitas sehari-harinya sebagai seorang petani. Warga Kecamatan Gabuswetan Kabupaten Indramayu ini sempat merasa khawatir karena ia tahun biaya cuci darah tidaklah sedikit. Namun terkait biaya, kini Wanta sudah tidak mengkhawatirkannya lagi, karena hadirnya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) jelas memberikan harapan tersendiri baginya.

&amp;ldquo;Sedih waktu dokter bilang harus cuci darah seminggu dua kali. Tapi mau bagaimana lagi, harus bisa kuat karena saya kepala keluarga,&amp;rdquo; ujar Wanta, pada Selasa (19/07/2022).

Ketika ditemui saat melakukan cuci darah, Wanta bercerita bahwa ia sebenarnya baru terdaftar sebagai peserta JKN pada tahun 2021. Ia terdaftar sebagai peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Meski begitu, seluruh biaya cuci darah yang ia lakukan setelah terdaftar sebagai peserta JKN, ditanggung sepenuhnya dikarenakan sudah sesuai prosedur.
BACA JUGA:Dwi: Aplikasi Mobile JKN Berikan Banyak Manfaat dalam Satu Genggaman

&amp;ldquo;Alhamdulillah, saya dan keluarga merasa tertolong berkat BPJS Kesehatan. Apalagi untuk cuci darah, semuanya ditanggung BPJS Kesehatan,&amp;rdquo; ucap Wanta.

Selama mendapatkan layanan di fasilitas kesehatan, Wanta menilai bahwa pelayanan, perawatan, administrasi, dokumen, dan lainnya cukup baik dan cepat. Jika pun ada sedikit antrean, hal tersebut menurutnya masih wajar karena cukup banyak masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan juga.

&amp;ldquo;Saya sangat berterima kasih karena sudah dibantu oleh Program JKN. Cuci darah ini adalah penyakit yang membutuhkan biaya besar dan banyak sekali teman-teman seperti saya yang menggantungkan harapannya pada program ini. Semoga program ini semakin maju dan jadi ladang pahala bagi mereka semua yang ikut berkontribusi di dalamnya,&amp;rdquo; kata Wanta</description><content:encoded>Kabupaten Indramayu &amp;ndash; Masih teringat dalam benak Wanta (43) ketika dokter mendiagnosanya sakit gagal ginjal. Rasa kecewa bercampur sedih sangat dirasakan oleh Wanta dan keluarganya. Betapa tidak sebelum di diagnosa sakit gagal ginjal, Wanta dan keluarga sudah berusaha mengobati sakit yang dialaminya sejak beberapa tahun terakhir tersebut. Namun kini, Wanta diharuskan untuk melakukan cuci darah dua kali dalam seminggu.

Bagi Wanta, menderita sakit gagal ginjal jelas memberikan dampak tersendiri untuk aktivitas sehari-harinya sebagai seorang petani. Warga Kecamatan Gabuswetan Kabupaten Indramayu ini sempat merasa khawatir karena ia tahun biaya cuci darah tidaklah sedikit. Namun terkait biaya, kini Wanta sudah tidak mengkhawatirkannya lagi, karena hadirnya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) jelas memberikan harapan tersendiri baginya.

&amp;ldquo;Sedih waktu dokter bilang harus cuci darah seminggu dua kali. Tapi mau bagaimana lagi, harus bisa kuat karena saya kepala keluarga,&amp;rdquo; ujar Wanta, pada Selasa (19/07/2022).

Ketika ditemui saat melakukan cuci darah, Wanta bercerita bahwa ia sebenarnya baru terdaftar sebagai peserta JKN pada tahun 2021. Ia terdaftar sebagai peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Meski begitu, seluruh biaya cuci darah yang ia lakukan setelah terdaftar sebagai peserta JKN, ditanggung sepenuhnya dikarenakan sudah sesuai prosedur.
BACA JUGA:Dwi: Aplikasi Mobile JKN Berikan Banyak Manfaat dalam Satu Genggaman

&amp;ldquo;Alhamdulillah, saya dan keluarga merasa tertolong berkat BPJS Kesehatan. Apalagi untuk cuci darah, semuanya ditanggung BPJS Kesehatan,&amp;rdquo; ucap Wanta.

Selama mendapatkan layanan di fasilitas kesehatan, Wanta menilai bahwa pelayanan, perawatan, administrasi, dokumen, dan lainnya cukup baik dan cepat. Jika pun ada sedikit antrean, hal tersebut menurutnya masih wajar karena cukup banyak masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan juga.

&amp;ldquo;Saya sangat berterima kasih karena sudah dibantu oleh Program JKN. Cuci darah ini adalah penyakit yang membutuhkan biaya besar dan banyak sekali teman-teman seperti saya yang menggantungkan harapannya pada program ini. Semoga program ini semakin maju dan jadi ladang pahala bagi mereka semua yang ikut berkontribusi di dalamnya,&amp;rdquo; kata Wanta</content:encoded></item></channel></rss>
