<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dinkes DKI Sebut Banyak Korban Jatuh Akibat Gagal Ginjal Akut Disebabkan Terlambat Diagnosis</title><description>Menurut Ngabila, banyak orangtua yang baru membawa anaknya ke Rumah Sakit lebih dari 5 hari.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/23/337/2692822/dinkes-dki-sebut-banyak-korban-jatuh-akibat-gagal-ginjal-akut-disebabkan-terlambat-diagnosis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/23/337/2692822/dinkes-dki-sebut-banyak-korban-jatuh-akibat-gagal-ginjal-akut-disebabkan-terlambat-diagnosis"/><item><title>Dinkes DKI Sebut Banyak Korban Jatuh Akibat Gagal Ginjal Akut Disebabkan Terlambat Diagnosis</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/23/337/2692822/dinkes-dki-sebut-banyak-korban-jatuh-akibat-gagal-ginjal-akut-disebabkan-terlambat-diagnosis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/23/337/2692822/dinkes-dki-sebut-banyak-korban-jatuh-akibat-gagal-ginjal-akut-disebabkan-terlambat-diagnosis</guid><pubDate>Minggu 23 Oktober 2022 13:54 WIB</pubDate><dc:creator>Bachtiar Rojab</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/23/337/2692822/dinkes-dki-sebut-banyak-korban-jatuh-akibat-gagal-ginjal-akut-disebabkan-terlambat-diagnosis-krp9xuRpJZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/23/337/2692822/dinkes-dki-sebut-banyak-korban-jatuh-akibat-gagal-ginjal-akut-disebabkan-terlambat-diagnosis-krp9xuRpJZ.jpg</image><title>Ilustrasi/Okezone</title></images><description>JAKARTA -  Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengklaim, banyaknya korban berjatuhan hingga merenggut korban jiwa akibat gagal ginjal akut misterius disebabkan terlambat didiagnosis.

&quot;Kami sudah melihat data kasus DKI Jakarta, keparahan atau meninggal dari kasus gagal ginjal akut ini, itu banyak karena terlambat didiagnosis dan dibawa ke RS. Itu pertama,&quot; ujar Ngabila dalam YouTube Dinkes DKI Jakarta, Minggu (23/10/2022).

BACA JUGA:Sisir Kasus Gagal Ginjal Akut, Dinkes DKI: Semakin Cepat Dideteksi Percepat Penanggulangan

Menurut Ngabila, banyak orangtua yang baru membawa anaknya ke Rumah Sakit lebih dari 5 hari, sehingga meningkatkan resiko kematian.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yMy8zNC8xNTU0MzgvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Terlambat dibawa ke RS lebih dari 5 hari meningkatkan kematian. Kasus berat yang sudah terlambat meningkatkan kematian,&quot; tuturnya.

BACA JUGA: Dinkes DKI : 82 Anak Alami Gangguan Gagal Ginjal Akut&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Ngabila menambahkan, orang tua perlu memantau kondisi anak 10 hari setelah meminum obat sirup. Karena, lanjutnya, ada beberapa dampak yang perlu diwaspadai seperti urine berubah berwana coklat dan jumlahnya berkurang.

&quot;Adanya riwayat gunakan parasetamol sirup atau drop dapat meningkatkan kematian. Ini yang harus dijaga,&quot; jelasnya.
Menurut Ngabila, pasien bakal menampakkan gejala ringan berkisar 5-9 hari, kemudian gejala tersebut akan semakin berat dari waktu ke waktu, seperti tidak kencing selama 1-2 hari terakhir, sesak nafas hingga turunnya daya kesadaran.

&quot;Dari gejala sampai rawat inap sekitar 5-9 hari. Artinya ketika ada anak kita meminum sirup perlu kita lakukan pemantauan sampai 10 hari terakhir minum sirup. Itu bentuk antisipasi kita,&quot; tuturnya.

&quot;Apa aja yang perlu kita pantau? Gejala paling sering, apakah ada demam, apakah ada mencret, atau ada batuk pilek. Kita jangan sampai gejalanya sudah keburu berat,&quot; sambungnya.


Gejala berat itu, kata Ngabila, ketika pasien tidak kencing sama sekali, itu menandakan banyaknya racun sehingga perlu adanya fasilitas lebih advance salah satunya cuci darah.</description><content:encoded>JAKARTA -  Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengklaim, banyaknya korban berjatuhan hingga merenggut korban jiwa akibat gagal ginjal akut misterius disebabkan terlambat didiagnosis.

&quot;Kami sudah melihat data kasus DKI Jakarta, keparahan atau meninggal dari kasus gagal ginjal akut ini, itu banyak karena terlambat didiagnosis dan dibawa ke RS. Itu pertama,&quot; ujar Ngabila dalam YouTube Dinkes DKI Jakarta, Minggu (23/10/2022).

BACA JUGA:Sisir Kasus Gagal Ginjal Akut, Dinkes DKI: Semakin Cepat Dideteksi Percepat Penanggulangan

Menurut Ngabila, banyak orangtua yang baru membawa anaknya ke Rumah Sakit lebih dari 5 hari, sehingga meningkatkan resiko kematian.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yMy8zNC8xNTU0MzgvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Terlambat dibawa ke RS lebih dari 5 hari meningkatkan kematian. Kasus berat yang sudah terlambat meningkatkan kematian,&quot; tuturnya.

BACA JUGA: Dinkes DKI : 82 Anak Alami Gangguan Gagal Ginjal Akut&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Ngabila menambahkan, orang tua perlu memantau kondisi anak 10 hari setelah meminum obat sirup. Karena, lanjutnya, ada beberapa dampak yang perlu diwaspadai seperti urine berubah berwana coklat dan jumlahnya berkurang.

&quot;Adanya riwayat gunakan parasetamol sirup atau drop dapat meningkatkan kematian. Ini yang harus dijaga,&quot; jelasnya.
Menurut Ngabila, pasien bakal menampakkan gejala ringan berkisar 5-9 hari, kemudian gejala tersebut akan semakin berat dari waktu ke waktu, seperti tidak kencing selama 1-2 hari terakhir, sesak nafas hingga turunnya daya kesadaran.

&quot;Dari gejala sampai rawat inap sekitar 5-9 hari. Artinya ketika ada anak kita meminum sirup perlu kita lakukan pemantauan sampai 10 hari terakhir minum sirup. Itu bentuk antisipasi kita,&quot; tuturnya.

&quot;Apa aja yang perlu kita pantau? Gejala paling sering, apakah ada demam, apakah ada mencret, atau ada batuk pilek. Kita jangan sampai gejalanya sudah keburu berat,&quot; sambungnya.


Gejala berat itu, kata Ngabila, ketika pasien tidak kencing sama sekali, itu menandakan banyaknya racun sehingga perlu adanya fasilitas lebih advance salah satunya cuci darah.</content:encoded></item></channel></rss>
