<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gerak-Gerik Gelisah Rudolf Tobing Sebelum Habisi Korbannya di Apartemen</title><description>Gerak-gerik Rudolf Tobing tampak biasa saja. Namun, ia terlihat tak bisa diam dalam rekaman kamera pengawas itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/23/338/2692538/gerak-gerik-gelisah-rudolf-tobing-sebelum-habisi-korbannya-di-apartemen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/23/338/2692538/gerak-gerik-gelisah-rudolf-tobing-sebelum-habisi-korbannya-di-apartemen"/><item><title>Gerak-Gerik Gelisah Rudolf Tobing Sebelum Habisi Korbannya di Apartemen</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/23/338/2692538/gerak-gerik-gelisah-rudolf-tobing-sebelum-habisi-korbannya-di-apartemen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/23/338/2692538/gerak-gerik-gelisah-rudolf-tobing-sebelum-habisi-korbannya-di-apartemen</guid><pubDate>Minggu 23 Oktober 2022 06:00 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/22/338/2692538/gerak-gerik-gelisah-rudolf-tobing-sebelum-habisi-korbannya-di-apartemen-7hs6XQQw0k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rudolf pembunuh temannya di Apartemen (Foto: tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/22/338/2692538/gerak-gerik-gelisah-rudolf-tobing-sebelum-habisi-korbannya-di-apartemen-7hs6XQQw0k.jpg</image><title>Rudolf pembunuh temannya di Apartemen (Foto: tangkapan layar)</title></images><description>JAKARTA - Pembunuh Ade Yunia Rizabani atau Icha (36), Christian Rudolf Tobing (36) sebelum membunuh korbannya terekam CCTV di lift Apartemen Green Pramuka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Gerak-gerik Rudolf Tobing tampak biasa saja. Namun, ia terlihat tak bisa diam dalam rekaman kamera pengawas itu.
Rudolf tampak gelisah hingga beberapa kali melakukan gerakan tak beraturan. Rudolf terlihat mengenakan kaos hitam dengan rompi krem sementara korban Icha tanpa curiga terlihat santai mengenakan kaos kuning di sebelahnya.
Menurut Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Indriwienny Panjiyoga, Rudolf awalnya memancing Icha ke apartemen yang disewa dengan modus mengajak membuat podcast. Dia membunuh Icha dengan cara mencekik agar tidak mengeluarkan suara sebagaimana yang dia pelajari dari internet.
Baca juga:&amp;nbsp;Rudolf Ikat hingga Paksa Icha Transfer Uang Rp19 Juta dan Keluarga Rp10 Juta
&quot;Pelaku membunuh korban dengan mencekik,&quot; kata Panji, Jumat (21/10/2022).
Usai membunuh Icha, Rudolf membawa mayatnya menggunakan troli dalam kondisi terbungkus plastik. Untuk mengelabui, mayat korban ditumpuk bantal dan tas.
Baca juga:&amp;nbsp;Waspada! Pembunuh Bocah di Cimahi Masih Berkeliaran Bebas
Dalam rekaman video, Rudolf tampak tersenyum santai. Bahkan, dia tak terlihat khawatir ketika berpapasan dengan penghuni apartemen lain di lift saat tengah membawa mayat tersebut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yMi8xLzE1NTM5NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menurut Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi , makna senyum Rudolf saat membawa mayat korban dengan troli di dalam lift bukan untuk mengelabui penghuni apartemen. Melainkan bentuk ekspresi kepuasannya usai membunuh korban.
&quot;Dia tersenyum karena misinya telah selesai atau mission accomplish,&quot; ujar Hengki.
Motif Rudolf membunuh Icha karena hal sepele, yakni sakit hati. Perasaan sakit itu timbul karena Icha dan temannya S bertemu serta berfoto bersama dengan H sosok yang dibencinya.
Hengki menambahkan, S dan H juga hendak dibunuh oleh Rudolf. Target utamanya sebenarnya ialah H teman lamanya yang ia benci.
Alasan Rudolf terlebih dahulu membunuh Icha, dia sebenarnya telah berupaya menjebak H lewat adiknya namun gagal. Sampai pada akhirnya, ia memutuskan untuk membunuh Icha karena lebih mudah dihubungi.
Sebelum dibunuh, Rudolf lebih dahulu memeras uangnya. Uang tersebut rencananya dipergunakan untuk menyewa pembunuh bayaran yang ditugasi membunuh H. &quot;Yang bersangkutan telah membunuh korban dengan motif tersangka sakit hati,&quot; kata Hengki.

</description><content:encoded>JAKARTA - Pembunuh Ade Yunia Rizabani atau Icha (36), Christian Rudolf Tobing (36) sebelum membunuh korbannya terekam CCTV di lift Apartemen Green Pramuka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Gerak-gerik Rudolf Tobing tampak biasa saja. Namun, ia terlihat tak bisa diam dalam rekaman kamera pengawas itu.
Rudolf tampak gelisah hingga beberapa kali melakukan gerakan tak beraturan. Rudolf terlihat mengenakan kaos hitam dengan rompi krem sementara korban Icha tanpa curiga terlihat santai mengenakan kaos kuning di sebelahnya.
Menurut Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Indriwienny Panjiyoga, Rudolf awalnya memancing Icha ke apartemen yang disewa dengan modus mengajak membuat podcast. Dia membunuh Icha dengan cara mencekik agar tidak mengeluarkan suara sebagaimana yang dia pelajari dari internet.
Baca juga:&amp;nbsp;Rudolf Ikat hingga Paksa Icha Transfer Uang Rp19 Juta dan Keluarga Rp10 Juta
&quot;Pelaku membunuh korban dengan mencekik,&quot; kata Panji, Jumat (21/10/2022).
Usai membunuh Icha, Rudolf membawa mayatnya menggunakan troli dalam kondisi terbungkus plastik. Untuk mengelabui, mayat korban ditumpuk bantal dan tas.
Baca juga:&amp;nbsp;Waspada! Pembunuh Bocah di Cimahi Masih Berkeliaran Bebas
Dalam rekaman video, Rudolf tampak tersenyum santai. Bahkan, dia tak terlihat khawatir ketika berpapasan dengan penghuni apartemen lain di lift saat tengah membawa mayat tersebut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yMi8xLzE1NTM5NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menurut Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi , makna senyum Rudolf saat membawa mayat korban dengan troli di dalam lift bukan untuk mengelabui penghuni apartemen. Melainkan bentuk ekspresi kepuasannya usai membunuh korban.
&quot;Dia tersenyum karena misinya telah selesai atau mission accomplish,&quot; ujar Hengki.
Motif Rudolf membunuh Icha karena hal sepele, yakni sakit hati. Perasaan sakit itu timbul karena Icha dan temannya S bertemu serta berfoto bersama dengan H sosok yang dibencinya.
Hengki menambahkan, S dan H juga hendak dibunuh oleh Rudolf. Target utamanya sebenarnya ialah H teman lamanya yang ia benci.
Alasan Rudolf terlebih dahulu membunuh Icha, dia sebenarnya telah berupaya menjebak H lewat adiknya namun gagal. Sampai pada akhirnya, ia memutuskan untuk membunuh Icha karena lebih mudah dihubungi.
Sebelum dibunuh, Rudolf lebih dahulu memeras uangnya. Uang tersebut rencananya dipergunakan untuk menyewa pembunuh bayaran yang ditugasi membunuh H. &quot;Yang bersangkutan telah membunuh korban dengan motif tersangka sakit hati,&quot; kata Hengki.

</content:encoded></item></channel></rss>
