<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Meski Rusia Terus Menggempur, Presiden Prancis Yakin Ada Peluang untuk Perdamaian di Ukraina</title><description>Prancis telah berulang kali menekankan pentingnya menjaga saluran diplomatik Barat ke Moskow tetap terbuka.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/24/18/2693379/meski-rusia-terus-menggempur-presiden-prancis-yakin-ada-peluang-untuk-perdamaian-di-ukraina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/24/18/2693379/meski-rusia-terus-menggempur-presiden-prancis-yakin-ada-peluang-untuk-perdamaian-di-ukraina"/><item><title>Meski Rusia Terus Menggempur, Presiden Prancis Yakin Ada Peluang untuk Perdamaian di Ukraina</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/24/18/2693379/meski-rusia-terus-menggempur-presiden-prancis-yakin-ada-peluang-untuk-perdamaian-di-ukraina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/24/18/2693379/meski-rusia-terus-menggempur-presiden-prancis-yakin-ada-peluang-untuk-perdamaian-di-ukraina</guid><pubDate>Senin 24 Oktober 2022 14:18 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/24/18/2693379/meski-rusia-terus-menggempur-presiden-prancis-yakin-ada-peluang-untuk-perdamaian-di-ukraina-hckPMkTPCD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Prancis Emmanuel Macron (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/24/18/2693379/meski-rusia-terus-menggempur-presiden-prancis-yakin-ada-peluang-untuk-perdamaian-di-ukraina-hckPMkTPCD.jpg</image><title>Presiden Prancis Emmanuel Macron (Foto: Reuters)</title></images><description>ROMA - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pada Minggu (23/10/2022) bahwa dia yakin ada peluang untuk perdamaian di Ukraina, bahkan ketika Rusia memperingatkan konflik di sana bisa meningkat.

&quot;Ada prospek perdamaian, itu akan muncul pada suatu saat,&quot; kata Macron pada konferensi di Roma yang bertujuan mencari cara untuk mempromosikan perdamaian dunia, dikutip Reuters.


&quot;Dan pada saat tertentu, mengingat bagaimana hal-hal berkembang, dan ketika rakyat Ukraina dan para pemimpinnya akan memutuskan persyaratan ini, kesepakatan damai dapat dibangun dengan pihak lain,&quot; lanjutnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Presiden Ukraina: Rusia Harus Mundur ke Posisi Pra-Invasi untuk Capai Kesepakatan
Prancis telah berulang kali menekankan pentingnya menjaga saluran diplomatik Barat ke Moskow tetap terbuka sejak pasukan Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari lalu.
Baca juga:&amp;nbsp;Rusia Tuduh Ukraina Gunakan 'Bom Kotor' untuk Menyerang, Presiden Zelensky 'Naik Pitam'
Rusia menembakkan rudal dan pesawat tak berawak ke Mykolaiv yang dikuasai Ukraina pada Minggu (23/10/2022), dan Moskow mengatakan konflik itu cenderung menuju &quot;eskalasi yang tidak terkendali&quot;.
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu membahas situasi Ukraina dalam percakapan telepon terpisah pada Minggu (23/10/2022) dengan Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Sebastien Lecornu serta Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan menteri pertahanan Inggris dan Turki.



Tanpa memberikan bukti, Shoigu mengatakan Ukraina dapat meningkatkan serangan dengan &quot;bom kotor&quot; - bahan peledak konvensional yang dicampur dengan bahan radioaktif. Ukraina diketahui tidak memiliki senjata nuklir, sementara Rusia mengatakan dapat melindungi wilayah Rusia dengan persenjataan nuklirnya.

</description><content:encoded>ROMA - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pada Minggu (23/10/2022) bahwa dia yakin ada peluang untuk perdamaian di Ukraina, bahkan ketika Rusia memperingatkan konflik di sana bisa meningkat.

&quot;Ada prospek perdamaian, itu akan muncul pada suatu saat,&quot; kata Macron pada konferensi di Roma yang bertujuan mencari cara untuk mempromosikan perdamaian dunia, dikutip Reuters.


&quot;Dan pada saat tertentu, mengingat bagaimana hal-hal berkembang, dan ketika rakyat Ukraina dan para pemimpinnya akan memutuskan persyaratan ini, kesepakatan damai dapat dibangun dengan pihak lain,&quot; lanjutnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Presiden Ukraina: Rusia Harus Mundur ke Posisi Pra-Invasi untuk Capai Kesepakatan
Prancis telah berulang kali menekankan pentingnya menjaga saluran diplomatik Barat ke Moskow tetap terbuka sejak pasukan Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari lalu.
Baca juga:&amp;nbsp;Rusia Tuduh Ukraina Gunakan 'Bom Kotor' untuk Menyerang, Presiden Zelensky 'Naik Pitam'
Rusia menembakkan rudal dan pesawat tak berawak ke Mykolaiv yang dikuasai Ukraina pada Minggu (23/10/2022), dan Moskow mengatakan konflik itu cenderung menuju &quot;eskalasi yang tidak terkendali&quot;.
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu membahas situasi Ukraina dalam percakapan telepon terpisah pada Minggu (23/10/2022) dengan Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Sebastien Lecornu serta Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan menteri pertahanan Inggris dan Turki.



Tanpa memberikan bukti, Shoigu mengatakan Ukraina dapat meningkatkan serangan dengan &quot;bom kotor&quot; - bahan peledak konvensional yang dicampur dengan bahan radioaktif. Ukraina diketahui tidak memiliki senjata nuklir, sementara Rusia mengatakan dapat melindungi wilayah Rusia dengan persenjataan nuklirnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
