<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Komnas HAM Sayangkan Tak Ada Tembakan Gas Air Mata saat Rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan</title><description>Komnas HAM menyayangkan tak ada tembakan gas air mata saat rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/24/337/2693536/komnas-ham-sayangkan-tak-ada-tembakan-gas-air-mata-saat-rekonstruksi-tragedi-kanjuruhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/24/337/2693536/komnas-ham-sayangkan-tak-ada-tembakan-gas-air-mata-saat-rekonstruksi-tragedi-kanjuruhan"/><item><title>Komnas HAM Sayangkan Tak Ada Tembakan Gas Air Mata saat Rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/24/337/2693536/komnas-ham-sayangkan-tak-ada-tembakan-gas-air-mata-saat-rekonstruksi-tragedi-kanjuruhan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/24/337/2693536/komnas-ham-sayangkan-tak-ada-tembakan-gas-air-mata-saat-rekonstruksi-tragedi-kanjuruhan</guid><pubDate>Senin 24 Oktober 2022 16:44 WIB</pubDate><dc:creator>Bachtiar Rojab</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/24/337/2693536/komnas-ham-sayangkan-tak-ada-tembakan-gas-air-mata-saat-rekonstruksi-tragedi-kanjuruhan-KcInkh60Wy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Komisioner Komnas HAM Choirul Anam. (Foto : MNC Portal/Bachtiar Rojab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/24/337/2693536/komnas-ham-sayangkan-tak-ada-tembakan-gas-air-mata-saat-rekonstruksi-tragedi-kanjuruhan-KcInkh60Wy.jpg</image><title>Komisioner Komnas HAM Choirul Anam. (Foto : MNC Portal/Bachtiar Rojab)</title></images><description>JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyayangkan tidak adanya narasi maupun adegan penembakan gas air mata dalam proses rekonstruksi jatuhnya korban di stadion Kanjuruhan, Malang.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam mengatakan, pihaknya telah mengantongi hasil laboratorium gas air mata. Namun, masih perlu adanya perbandingan terkait kandungan gas tersebut. Sisa gas air mata itu didapat dari salah satu jaket korban Tragedi Kanjuruhan.

&quot;Proses hasilnya sudah ada, cuma memang butuh untuk pembanding. Kemarin kita dapat jaket walaupun itu terlalu besar, sehingga memang kita lagi mencari pembanding yang lebih kecil,&quot; ujar Anam di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Minggu (24/10/2022).

Namun, Anam menjelaskan, meski gas air mata adalah pemicu jatuhnya korban, ia turut menyayangkan tidak ada adegan tembakan gas air mata dalam rekonstruksi.

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yMS8xLzE1NTM2OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


Dalam konteks gas air mata ini, ia menegaskan, itu merupakan penyebab utamanya.

&quot;Ketika proses rekonstruksi macam-macam tidak ada narasi (tembakan gas air mata) itu, itu memang disayangkan oleh banyak pihak,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:Soal Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM Bakal Surati FIFA Terkait Komitmen HAM

Padahal, kata Anam, adanya rekonstruksi adalah bagian dari mempermudah dalam proses penyelidikan.


&quot;Sebenarnya rekonstruksi itu kan mempermudah proses, terutama untuk membantu teman-teman Kejaksaan melihat apa sebenarnya yang terjadi,&quot; tuturnya.

Anam menambahkan, seharusnya pihak kepolisian khususnya penyidik tidak hanya menggali dari keterangan saksi, tapi juga bukti yang beredar seperti video terkait banyaknya aparat yang menembakkan gas air mata.

&quot;Harusnya memang teman-teman kepolisian, khususnya penyidik menjelaskan bahwa ada basis yang lain. Apa itu? Ya berupa video yang beredar. Yang beredar luas, semua orang melihat video itu yang memang ada tembakannya ke tribun,&quot; tuturnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyayangkan tidak adanya narasi maupun adegan penembakan gas air mata dalam proses rekonstruksi jatuhnya korban di stadion Kanjuruhan, Malang.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam mengatakan, pihaknya telah mengantongi hasil laboratorium gas air mata. Namun, masih perlu adanya perbandingan terkait kandungan gas tersebut. Sisa gas air mata itu didapat dari salah satu jaket korban Tragedi Kanjuruhan.

&quot;Proses hasilnya sudah ada, cuma memang butuh untuk pembanding. Kemarin kita dapat jaket walaupun itu terlalu besar, sehingga memang kita lagi mencari pembanding yang lebih kecil,&quot; ujar Anam di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Minggu (24/10/2022).

Namun, Anam menjelaskan, meski gas air mata adalah pemicu jatuhnya korban, ia turut menyayangkan tidak ada adegan tembakan gas air mata dalam rekonstruksi.

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yMS8xLzE1NTM2OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


Dalam konteks gas air mata ini, ia menegaskan, itu merupakan penyebab utamanya.

&quot;Ketika proses rekonstruksi macam-macam tidak ada narasi (tembakan gas air mata) itu, itu memang disayangkan oleh banyak pihak,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:Soal Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM Bakal Surati FIFA Terkait Komitmen HAM

Padahal, kata Anam, adanya rekonstruksi adalah bagian dari mempermudah dalam proses penyelidikan.


&quot;Sebenarnya rekonstruksi itu kan mempermudah proses, terutama untuk membantu teman-teman Kejaksaan melihat apa sebenarnya yang terjadi,&quot; tuturnya.

Anam menambahkan, seharusnya pihak kepolisian khususnya penyidik tidak hanya menggali dari keterangan saksi, tapi juga bukti yang beredar seperti video terkait banyaknya aparat yang menembakkan gas air mata.

&quot;Harusnya memang teman-teman kepolisian, khususnya penyidik menjelaskan bahwa ada basis yang lain. Apa itu? Ya berupa video yang beredar. Yang beredar luas, semua orang melihat video itu yang memang ada tembakannya ke tribun,&quot; tuturnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
