<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sosok Freddy Budiman di Mata sang Anak: Tegas, Penyayang, dan Galak   </title><description>&amp;nbsp;
Sebelum dieksekusi, Freddy Budiman beberapa kali berurusan dengan Polisi terkait kasus narkotika.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/24/337/2693651/sosok-freddy-budiman-di-mata-sang-anak-tegas-penyayang-dan-galak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/24/337/2693651/sosok-freddy-budiman-di-mata-sang-anak-tegas-penyayang-dan-galak"/><item><title>Sosok Freddy Budiman di Mata sang Anak: Tegas, Penyayang, dan Galak   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/24/337/2693651/sosok-freddy-budiman-di-mata-sang-anak-tegas-penyayang-dan-galak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/24/337/2693651/sosok-freddy-budiman-di-mata-sang-anak-tegas-penyayang-dan-galak</guid><pubDate>Senin 24 Oktober 2022 18:40 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/24/337/2693651/sosok-freddy-budiman-di-mata-sang-anak-tegas-penyang-dan-galak-21paYd4WYA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anak Freddy Budiman bercerita tentang sosok ayahnya/Foto: Nur Khabibi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/24/337/2693651/sosok-freddy-budiman-di-mata-sang-anak-tegas-penyang-dan-galak-21paYd4WYA.jpg</image><title>Anak Freddy Budiman bercerita tentang sosok ayahnya/Foto: Nur Khabibi</title></images><description>JAKARTA - Nama Freddy Budiman tentu tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Ia merupakan terpidana mati kasus narkoba dan telah dieksekusi pada 29 Juli, 2016 silam.
Sebelum dieksekusi, Freddy Budiman beberapa kali berurusan dengan Polisi terkait kasus narkotika. Perjalanan kasusnya, ia harus mendekam di penjara pada 2009 lantaran tertangkap memiliki 500 gram sabu dan divonis 3 tahun 4 bulan.
BACA JUGA:Masyarakat Adat Minta Australia Angkat Kaki, Kemenlu: Pulau Pasir Tidak Masuk NKRI
Usai bebas, Freddy Budiman harus kembali berurusan dengan Polisi pada tahun 2011 lantaran didapati memiliki 300 gram heroin, 27 gram sabu, dan 450 gram bahan pembuat ekstasi. Atas kepemilikan barang haram tersebut, ia divonis 9 tahun di LP Cipinang.
Seakan tak jera, Freddy melanjutkan bisnis haramnya itu dari balik jeruji besi. Dari dalam penjara, ia terbukti megorganisir penyelundupan 1.412.476 butir ekstasi dari China pada 2012. Kasus tersebut lah yang memvonisnya dengan pidana mati.
BACA JUGA:Etilen Glikol Diduga Penyebab Gagal Ginjal Akut, Masyarakat Teliti Pilih Air Kemasan dan Obat
Dalam Podcast Aksi Nyata Perindo, anak Freddy Budiman, Fikri Budiman menceritakan bagaimana sosok sang ayah. Ia menyebutkan, jika sosok ayahnya merupakan pribadi yang tegas.
&quot;Tegas, penyayang, dan galak banget sih,&quot; kata Fikri dalam Podcast Aksi Nyata Perindo bertajuk 'Memetik Hikmah Dibalik Kisa Freddy Budiman Sebelum Dieksekusi Mati' Senin (24/10/2022).
Fikri menjelaskan, sifat penyayang dimiliki ayahnya ini bukan dalam bentuk kontak fisik seperti rangkul dan peluk sperti anak dan bapak lainnya. Ia menyebutkan, ayahnya terkesan cuek namun memiliki perhatian yang sangat baik kepada dirinya.Ia menceritakan masa kecilnya ketika berasa di Bangka Belitung. Ketika hujan turun dengan derasnya, ia menginginkan makanan hangat yang cocok dimakan saat hujan turun, tekwan.
Ia kemudian menyampaikan keinginannya tersebut kepada sang ayah. Tanpa mengucap sepatah kata pun, ayahnya bergegas keluar menerjang hujan untuk membelikan keinginan anaknya tersebut.
&quot;Dia perhatian tapi tidak mau nunjukkin aja gitu,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Nama Freddy Budiman tentu tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Ia merupakan terpidana mati kasus narkoba dan telah dieksekusi pada 29 Juli, 2016 silam.
Sebelum dieksekusi, Freddy Budiman beberapa kali berurusan dengan Polisi terkait kasus narkotika. Perjalanan kasusnya, ia harus mendekam di penjara pada 2009 lantaran tertangkap memiliki 500 gram sabu dan divonis 3 tahun 4 bulan.
BACA JUGA:Masyarakat Adat Minta Australia Angkat Kaki, Kemenlu: Pulau Pasir Tidak Masuk NKRI
Usai bebas, Freddy Budiman harus kembali berurusan dengan Polisi pada tahun 2011 lantaran didapati memiliki 300 gram heroin, 27 gram sabu, dan 450 gram bahan pembuat ekstasi. Atas kepemilikan barang haram tersebut, ia divonis 9 tahun di LP Cipinang.
Seakan tak jera, Freddy melanjutkan bisnis haramnya itu dari balik jeruji besi. Dari dalam penjara, ia terbukti megorganisir penyelundupan 1.412.476 butir ekstasi dari China pada 2012. Kasus tersebut lah yang memvonisnya dengan pidana mati.
BACA JUGA:Etilen Glikol Diduga Penyebab Gagal Ginjal Akut, Masyarakat Teliti Pilih Air Kemasan dan Obat
Dalam Podcast Aksi Nyata Perindo, anak Freddy Budiman, Fikri Budiman menceritakan bagaimana sosok sang ayah. Ia menyebutkan, jika sosok ayahnya merupakan pribadi yang tegas.
&quot;Tegas, penyayang, dan galak banget sih,&quot; kata Fikri dalam Podcast Aksi Nyata Perindo bertajuk 'Memetik Hikmah Dibalik Kisa Freddy Budiman Sebelum Dieksekusi Mati' Senin (24/10/2022).
Fikri menjelaskan, sifat penyayang dimiliki ayahnya ini bukan dalam bentuk kontak fisik seperti rangkul dan peluk sperti anak dan bapak lainnya. Ia menyebutkan, ayahnya terkesan cuek namun memiliki perhatian yang sangat baik kepada dirinya.Ia menceritakan masa kecilnya ketika berasa di Bangka Belitung. Ketika hujan turun dengan derasnya, ia menginginkan makanan hangat yang cocok dimakan saat hujan turun, tekwan.
Ia kemudian menyampaikan keinginannya tersebut kepada sang ayah. Tanpa mengucap sepatah kata pun, ayahnya bergegas keluar menerjang hujan untuk membelikan keinginan anaknya tersebut.
&quot;Dia perhatian tapi tidak mau nunjukkin aja gitu,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
