<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Pembunuh Berantai Paling Sadis  di Indonesia, Korbannya Mencapai Puluhan Orang</title><description>Kisah 5 pembunuh berantai paling sadis di Indonesia</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/24/338/2693202/5-pembunuh-berantai-paling-sadis-di-indonesia-korbannya-mencapai-puluhan-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/24/338/2693202/5-pembunuh-berantai-paling-sadis-di-indonesia-korbannya-mencapai-puluhan-orang"/><item><title>5 Pembunuh Berantai Paling Sadis  di Indonesia, Korbannya Mencapai Puluhan Orang</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/24/338/2693202/5-pembunuh-berantai-paling-sadis-di-indonesia-korbannya-mencapai-puluhan-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/24/338/2693202/5-pembunuh-berantai-paling-sadis-di-indonesia-korbannya-mencapai-puluhan-orang</guid><pubDate>Senin 24 Oktober 2022 11:17 WIB</pubDate><dc:creator>Asthesia Dhea Cantika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/24/338/2693202/5-pembunuh-berantai-paling-sadis-di-indonesia-korbannya-mencapai-puluhan-orang-t2PBDlPHUb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/24/338/2693202/5-pembunuh-berantai-paling-sadis-di-indonesia-korbannya-mencapai-puluhan-orang-t2PBDlPHUb.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA-  Kisah 5 pembunuh berantai paling sadis di Indonesia memang menarik untuk dibahas. Kejahatan memang tak pandang bulu, siapapun bisa menjadi korban kebrutalan dan kesadisan orang jahat.
Salah satu kejahatan yang sadis adalah pembunuhan. Di Indonesia sendiri banyak kasus pembunuhan keji dengan beragam latar belakang.
BACA JUGA:5 Fakta Penangkapan Pembunuhan Anak di Cimahi, Motifnya Disorot
Bahkan terdapat beberapa pembunuhan berantai yang menewaskan lebih dari dua orang dan dinilai paling sadis di Tanah Air.
Berikut 5 pembunuh berantai paling sadis di Indonesia dirangkum dari berbagai sumber:
1. Ryan Jombang
Satu nama yang paling &amp;lsquo;populer&amp;rsquo; terkait pembunuhan berantai di Indonesia adalah Ryan Jombang. Pada tahun 2008 silam, pria dengan nama asli Very Idam Henyansyah itu tiba-tiba menjadi buah bibir masyarakat luas.
Bagaimana tidak, tepat pada 12 Juli 2008, Ryan membunuh banyak orang menggunakan benda tajam. Terhitung, korban yang dihabisi Ryan mencapai 10 orang.Ia rupanya menghabisi nyawa korbannya itu dengan menggunakan linggis. Orang pertama yang menjadi korbannya adalah GSP. Dengan linggis, Ryan membunuh GSP di lorong kamar mandi yang memang terpisah dengan rumah utama.
Setelah memukul bagian belakang leher korban dengan linggis, korban pun tewas dan langsung dikuburkan di areal bekas kolam halaman belakang kediamannya. Agar jasad korban tidak mengapung di air, Ryan memberikan pemberat berupa batu dan pagar beton.
Ryan membunuh semua korannya dengan cara yang sama, yakni menggunakan linggis. Saat rekonstruksi, tidak ada sepatah katapun yang dikeluarkan Ryan.
Sebelum membunuh 10 orang itu, Ryan diketahui juga membunuh dan memutilasi seorang korban lainnya, yakni HS yang merupakan teman dekatnya. Tubuh HS dipotong menjadi 7 bagian dibuang ke daerah Depok, Jawa Barat. Akibat aksi kejinya yang telah membunuh hingga 11 orang itu, Ryan divonis hukuman mati.
2. Baekuni
Berawal dari traumanya yang pernah dilecehkan saat masih belia, Baekuni menjadi predator ganas yang tega menyakiti hingga membunuh korbannya. Aksinya terendus pada 2010 lalu, ketika mayat seorang anak jalanan ditemukan di Cakung, Jakarta Timur.
Polisi lantas mengusut kasus ini dan menemukan Baekuni sebagai pelakunya. Mayat yang ditemukan pada 2010 itu hanyalah 1 dari 13 lainnya. Kepada polisi, Baekuni mengaku telah menghabisi 14 orang anak jalanan dan seluruhnya merupakan laki-laki. Rupanya, Baekuni telah menjalankan aksi biadabnya itu sejak tahun 1993.
Dikutip dari berbagai sumber, Baekuni terlebih dahulu menyodomi korbannya sebelum membunuh. Bahkan, sebagian korban ia mutilasi. Atas perbuatannya ini, Baekuni diganjar hukuman mati.
3. Dukun Usep
Usep harus merasakan dinginnya lantai hotel prodeo akibat aksinya yang tergolong sadis. Pada 2007 lalu, ia nekad membunuh 8 korbannya sepanjang Mei hingga Juli 2007. Hal itu ia lakukan kepada pelanggannya, yakni orang-orang yang ingin menggandakan uang. Ya, Usep memang dikenal sebagai seorang dukun.
Saat melancarkan aksinya, Usep meminta para korban untuk meminum cairan hitam. Hal itu disebutnya merupakan syarat wajib yang harus dipenuhi. Setelah korban meregang nyawa, Usep menguburnya dengan sangat mudah. Ia kemudian harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pada bulan Juli 2008, Usep divonis menerima hukuman mati.4. Yulianto
Seorang pria yang berprofesi sebagai tukang pijit, Yulianto terbukti membunuh 7 orang korbannya. Korban dengan inisial S, merupakan korban pertama yang menjadi sasaran empuk tersangka. Ketika itu, korban dibunuh dengan racun yang mengandung kecubung, saat sedang dipijat oleh tersangka.
Tersangka mengaku kesal dengan korban, karena menagih utang yang ia pinjam sebesar Rp40 juta. Mayat korban dikubur di samping kandang ternak milik tersangka.
Beberapa tahun kemudian, tersangka kembali berulah dengan membunuh korban lainnya yang sedang bersemedi di dalam gua. Korban terakhir diketahui adalah seorang prajurit Kopassus. Sama dengan kasus pada S, tersangka yang saat itu tersinggung dengan perkataan korban lantas memberi minuman yang telah dicampur dengan racun. Korban sempoyongan dan tewas setelah dicekik tersangka. Yulianto akhirnya divonis dengan hukuman mati.
5. Robot Gedek
Warga Jakarta dan sekitarnya mungkin tak asing dengan cerita pembunuhan satu ini. Pria yang bernama asli Siswanto ini melakukan pembunuhan keji pada 12 orang anak laki-laki berusia 9 hingga 15 tahun pada 1994 hingga 1996.
Pria tunawisma ini diketahui menyodomi para korban kemudian membunuhnya. Tak berhenti, jasad para korban juga dimutilasi menjadi beberapa bagian yang kemudian dibuang secara terpisah di beberapa tempat.
Sempat buron, ia pun berhasil ditangkap dan divonis hukuman mati dan mendekam di Lapas Nusakambangan, Cilacap. Sayangnya, belum sempat dieksekusi, pada 26 Maret 2007 Siswanto meninggal lantaran serangan jantung.
&amp;nbsp;(RIN)</description><content:encoded>JAKARTA-  Kisah 5 pembunuh berantai paling sadis di Indonesia memang menarik untuk dibahas. Kejahatan memang tak pandang bulu, siapapun bisa menjadi korban kebrutalan dan kesadisan orang jahat.
Salah satu kejahatan yang sadis adalah pembunuhan. Di Indonesia sendiri banyak kasus pembunuhan keji dengan beragam latar belakang.
BACA JUGA:5 Fakta Penangkapan Pembunuhan Anak di Cimahi, Motifnya Disorot
Bahkan terdapat beberapa pembunuhan berantai yang menewaskan lebih dari dua orang dan dinilai paling sadis di Tanah Air.
Berikut 5 pembunuh berantai paling sadis di Indonesia dirangkum dari berbagai sumber:
1. Ryan Jombang
Satu nama yang paling &amp;lsquo;populer&amp;rsquo; terkait pembunuhan berantai di Indonesia adalah Ryan Jombang. Pada tahun 2008 silam, pria dengan nama asli Very Idam Henyansyah itu tiba-tiba menjadi buah bibir masyarakat luas.
Bagaimana tidak, tepat pada 12 Juli 2008, Ryan membunuh banyak orang menggunakan benda tajam. Terhitung, korban yang dihabisi Ryan mencapai 10 orang.Ia rupanya menghabisi nyawa korbannya itu dengan menggunakan linggis. Orang pertama yang menjadi korbannya adalah GSP. Dengan linggis, Ryan membunuh GSP di lorong kamar mandi yang memang terpisah dengan rumah utama.
Setelah memukul bagian belakang leher korban dengan linggis, korban pun tewas dan langsung dikuburkan di areal bekas kolam halaman belakang kediamannya. Agar jasad korban tidak mengapung di air, Ryan memberikan pemberat berupa batu dan pagar beton.
Ryan membunuh semua korannya dengan cara yang sama, yakni menggunakan linggis. Saat rekonstruksi, tidak ada sepatah katapun yang dikeluarkan Ryan.
Sebelum membunuh 10 orang itu, Ryan diketahui juga membunuh dan memutilasi seorang korban lainnya, yakni HS yang merupakan teman dekatnya. Tubuh HS dipotong menjadi 7 bagian dibuang ke daerah Depok, Jawa Barat. Akibat aksi kejinya yang telah membunuh hingga 11 orang itu, Ryan divonis hukuman mati.
2. Baekuni
Berawal dari traumanya yang pernah dilecehkan saat masih belia, Baekuni menjadi predator ganas yang tega menyakiti hingga membunuh korbannya. Aksinya terendus pada 2010 lalu, ketika mayat seorang anak jalanan ditemukan di Cakung, Jakarta Timur.
Polisi lantas mengusut kasus ini dan menemukan Baekuni sebagai pelakunya. Mayat yang ditemukan pada 2010 itu hanyalah 1 dari 13 lainnya. Kepada polisi, Baekuni mengaku telah menghabisi 14 orang anak jalanan dan seluruhnya merupakan laki-laki. Rupanya, Baekuni telah menjalankan aksi biadabnya itu sejak tahun 1993.
Dikutip dari berbagai sumber, Baekuni terlebih dahulu menyodomi korbannya sebelum membunuh. Bahkan, sebagian korban ia mutilasi. Atas perbuatannya ini, Baekuni diganjar hukuman mati.
3. Dukun Usep
Usep harus merasakan dinginnya lantai hotel prodeo akibat aksinya yang tergolong sadis. Pada 2007 lalu, ia nekad membunuh 8 korbannya sepanjang Mei hingga Juli 2007. Hal itu ia lakukan kepada pelanggannya, yakni orang-orang yang ingin menggandakan uang. Ya, Usep memang dikenal sebagai seorang dukun.
Saat melancarkan aksinya, Usep meminta para korban untuk meminum cairan hitam. Hal itu disebutnya merupakan syarat wajib yang harus dipenuhi. Setelah korban meregang nyawa, Usep menguburnya dengan sangat mudah. Ia kemudian harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pada bulan Juli 2008, Usep divonis menerima hukuman mati.4. Yulianto
Seorang pria yang berprofesi sebagai tukang pijit, Yulianto terbukti membunuh 7 orang korbannya. Korban dengan inisial S, merupakan korban pertama yang menjadi sasaran empuk tersangka. Ketika itu, korban dibunuh dengan racun yang mengandung kecubung, saat sedang dipijat oleh tersangka.
Tersangka mengaku kesal dengan korban, karena menagih utang yang ia pinjam sebesar Rp40 juta. Mayat korban dikubur di samping kandang ternak milik tersangka.
Beberapa tahun kemudian, tersangka kembali berulah dengan membunuh korban lainnya yang sedang bersemedi di dalam gua. Korban terakhir diketahui adalah seorang prajurit Kopassus. Sama dengan kasus pada S, tersangka yang saat itu tersinggung dengan perkataan korban lantas memberi minuman yang telah dicampur dengan racun. Korban sempoyongan dan tewas setelah dicekik tersangka. Yulianto akhirnya divonis dengan hukuman mati.
5. Robot Gedek
Warga Jakarta dan sekitarnya mungkin tak asing dengan cerita pembunuhan satu ini. Pria yang bernama asli Siswanto ini melakukan pembunuhan keji pada 12 orang anak laki-laki berusia 9 hingga 15 tahun pada 1994 hingga 1996.
Pria tunawisma ini diketahui menyodomi para korban kemudian membunuhnya. Tak berhenti, jasad para korban juga dimutilasi menjadi beberapa bagian yang kemudian dibuang secara terpisah di beberapa tempat.
Sempat buron, ia pun berhasil ditangkap dan divonis hukuman mati dan mendekam di Lapas Nusakambangan, Cilacap. Sayangnya, belum sempat dieksekusi, pada 26 Maret 2007 Siswanto meninggal lantaran serangan jantung.
&amp;nbsp;(RIN)</content:encoded></item></channel></rss>
