<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemuda Arab Saudi Kini Makin Banyak Pakai 'Obat Kuat', Ada Apa?</title><description>&quot;Kebanyakan pria kini mencari pil biru yang mereka dapatkan dari perusahaan-perusahaan Barat,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/25/18/2693759/pemuda-arab-saudi-kini-makin-banyak-pakai-obat-kuat-ada-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/25/18/2693759/pemuda-arab-saudi-kini-makin-banyak-pakai-obat-kuat-ada-apa"/><item><title>Pemuda Arab Saudi Kini Makin Banyak Pakai 'Obat Kuat', Ada Apa?</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/25/18/2693759/pemuda-arab-saudi-kini-makin-banyak-pakai-obat-kuat-ada-apa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/25/18/2693759/pemuda-arab-saudi-kini-makin-banyak-pakai-obat-kuat-ada-apa</guid><pubDate>Selasa 25 Oktober 2022 05:02 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/24/18/2693759/pemuda-arab-saudi-kini-makin-banyak-pakai-obat-kuat-ada-apa-fndjs2fuZx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi  (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/24/18/2693759/pemuda-arab-saudi-kini-makin-banyak-pakai-obat-kuat-ada-apa-fndjs2fuZx.jpg</image><title>Ilustrasi  (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>ARAB SAUDI - Di apotek miliknya yang terletak di kawasan bersejarah Bab al-Shaaria, pusat Kota Kairo, ahli herbal Rabea al-Habashi memperlihatkan racikan yang dia juluki &quot;ramuan ajaib&quot;.

Nama Habashi dikenal sejumlah warga kota karena menjual afrodisiak dan pembangkit gairah seksual alami lainnya.

Selama beberapa tahun terakhir dia mengamati adanya perubahan selera dari para pelanggannya.

&quot;Kebanyakan pria kini mencari pil biru yang mereka dapatkan dari perusahaan-perusahaan Barat,&quot; ujarnya.

Pengamatan Habashi klop dengan hasil sejumlah kajian yang menunjukkan kaum muda Arab semakin banyak membeli obat-obatan seperti sildenafil (dikenal dengan nama komersial Viagra), vardenafil (Levitra, Staxyn), dan tadalafil (Cialis).

Mereka bahkan mengaku tidak tahu obat-obatan tersebut. Ada pula yang langsung menolak membahas topik tersebut karena menganggapnya &quot;bertentangan dengan moral masyarakat&quot;.

Faktanya, berdasarkan kajian pada 2012, Mesir adalah pelanggan obat anti-impoten terbesar per kapita kedua di antara negara-negara Arab.
Al-Riyadh, harian Saudi yang menerbitkan laporan tersebut, memperkirakan saat itu warga Saudi telah menghabiskan US$1,5 miliar (Rp22,2 triliun) per tahun untuk obat-obatan anti-impoten.

Konsumsi warga Saudi tergolong 10 kali lipat lebih tinggi dari konsumen Rusia, yang populasinya lima kali lebih banyak, menurut surat kabar itu.

Baru-baru ini, hasil kajian the Arab Journal of Urology menunjukkan bahwa 40% responden pria muda Saudi pernah menggunakan obat seperti Viagra setidaknya sekali dalam hidup mereka.

Adapun Mesir, berdasarkan statistik resmi negara itu pada 2021, penjualan obat anti-impoten di sana mencapai US$127 juta (Rp1,8 triliun) per tahun, yang setara dengan 2,8% dari seluruh nilai penjualan farmasi di negara tersebut.</description><content:encoded>ARAB SAUDI - Di apotek miliknya yang terletak di kawasan bersejarah Bab al-Shaaria, pusat Kota Kairo, ahli herbal Rabea al-Habashi memperlihatkan racikan yang dia juluki &quot;ramuan ajaib&quot;.

Nama Habashi dikenal sejumlah warga kota karena menjual afrodisiak dan pembangkit gairah seksual alami lainnya.

Selama beberapa tahun terakhir dia mengamati adanya perubahan selera dari para pelanggannya.

&quot;Kebanyakan pria kini mencari pil biru yang mereka dapatkan dari perusahaan-perusahaan Barat,&quot; ujarnya.

Pengamatan Habashi klop dengan hasil sejumlah kajian yang menunjukkan kaum muda Arab semakin banyak membeli obat-obatan seperti sildenafil (dikenal dengan nama komersial Viagra), vardenafil (Levitra, Staxyn), dan tadalafil (Cialis).

Mereka bahkan mengaku tidak tahu obat-obatan tersebut. Ada pula yang langsung menolak membahas topik tersebut karena menganggapnya &quot;bertentangan dengan moral masyarakat&quot;.

Faktanya, berdasarkan kajian pada 2012, Mesir adalah pelanggan obat anti-impoten terbesar per kapita kedua di antara negara-negara Arab.
Al-Riyadh, harian Saudi yang menerbitkan laporan tersebut, memperkirakan saat itu warga Saudi telah menghabiskan US$1,5 miliar (Rp22,2 triliun) per tahun untuk obat-obatan anti-impoten.

Konsumsi warga Saudi tergolong 10 kali lipat lebih tinggi dari konsumen Rusia, yang populasinya lima kali lebih banyak, menurut surat kabar itu.

Baru-baru ini, hasil kajian the Arab Journal of Urology menunjukkan bahwa 40% responden pria muda Saudi pernah menggunakan obat seperti Viagra setidaknya sekali dalam hidup mereka.

Adapun Mesir, berdasarkan statistik resmi negara itu pada 2021, penjualan obat anti-impoten di sana mencapai US$127 juta (Rp1,8 triliun) per tahun, yang setara dengan 2,8% dari seluruh nilai penjualan farmasi di negara tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
