<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelanggar Lalin Diedukasi, Ditegur, dan Dilepas, Tidak Ditilang Manual</title><description>Kapolri mengatakan pelanggar lalu lintas diedukasi dengan cara ditegur, arahkan, dan setelah itu dilepas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/25/337/2694051/pelanggar-lalin-diedukasi-ditegur-dan-dilepas-tidak-ditilang-manual</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/25/337/2694051/pelanggar-lalin-diedukasi-ditegur-dan-dilepas-tidak-ditilang-manual"/><item><title>Pelanggar Lalin Diedukasi, Ditegur, dan Dilepas, Tidak Ditilang Manual</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/25/337/2694051/pelanggar-lalin-diedukasi-ditegur-dan-dilepas-tidak-ditilang-manual</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/25/337/2694051/pelanggar-lalin-diedukasi-ditegur-dan-dilepas-tidak-ditilang-manual</guid><pubDate>Selasa 25 Oktober 2022 12:55 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/25/337/2694051/pelanggar-lalin-diedukasi-ditegur-dan-dilepas-tidak-ditilang-manual-46kCkIoCUu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelanggar lalin diedukasi dengan cara ditegur dan diarahkan lalu dilepas. (Ilustrasi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/25/337/2694051/pelanggar-lalin-diedukasi-ditegur-dan-dilepas-tidak-ditilang-manual-46kCkIoCUu.jpg</image><title>Pelanggar lalin diedukasi dengan cara ditegur dan diarahkan lalu dilepas. (Ilustrasi/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan larangan tilang manual. Kapolri memberikan arahan kepada jajarannya saat menangani pengendara yang melanggar lalu lintas.

&amp;ldquo;Lakukan langkah-langkah edukasi. Kalau ada yang melanggar, tegur, perbaiki, arahkan, dan kemudian setelah itu dilepas,&amp;rdquo; tegas Sigit, dikutip dari situs NTMC Polri, Selasa (25/10/2022).

Instruksi larangan menggelar tilang secara manual tersebut dituangkan dalam surat telegram Nomor: ST/2264/X/HUM.3.4.5./2022, per tanggal 18 Oktober 2022, yang ditandatangani oleh Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi atas nama Kapolri.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yNC8xLzE1NTUwOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


Dalam telegram tersebut, jajaran polisi sabuk putih diminta mengedepankan atau memaksimalkan penindakan melalui tilang elektronik atau ETLE baik statis maupun mobile.

Dia memperingatkan kepada jajaran polisi lalu lintas bahwa penegakan hukum di lokasi dilakukan saat terjadi kejadian menonjol, seperti kecelakaan lalu lintas.

BACA JUGA: Polda Metro Jaya Tidak Lakukan Tilang Manual kepada Pelanggar Lantas&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Kecuali memang sifatnya laka lantas (kecelakaan lalu lintas) dan sebagaimana yang rekan-rekan harus lakukan penegakan hukum, silakan,&amp;rdquo; sambung dia.

Sigit memerintahkan para polantas menggelar operasi simpatik selama 2 sampai 3 bulan ke depan. Polisi sabuk putih diminta mengedepankan edukasi berkendara.

&amp;ldquo;Dua, tiga bulan ke depan lakukan saja Operasi Simpatik. Jadi penegakkan hukum cukup melakukan melalui e-TLE atau e-TLE mobile. Tapi terhadap pelanggaran-pelanggaran, sebaiknya berikan edukasi. Dan pada saat memberikan edukasi, memberikan pelayanan kepada mereka. Kalau kemudian direspons dengan baik, saya kira ini adalah momen dan kesempatan rekan-rekan untuk melakukan hal tersebut,&amp;rdquo; tutur Kapolri.

</description><content:encoded>JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan larangan tilang manual. Kapolri memberikan arahan kepada jajarannya saat menangani pengendara yang melanggar lalu lintas.

&amp;ldquo;Lakukan langkah-langkah edukasi. Kalau ada yang melanggar, tegur, perbaiki, arahkan, dan kemudian setelah itu dilepas,&amp;rdquo; tegas Sigit, dikutip dari situs NTMC Polri, Selasa (25/10/2022).

Instruksi larangan menggelar tilang secara manual tersebut dituangkan dalam surat telegram Nomor: ST/2264/X/HUM.3.4.5./2022, per tanggal 18 Oktober 2022, yang ditandatangani oleh Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi atas nama Kapolri.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yNC8xLzE1NTUwOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


Dalam telegram tersebut, jajaran polisi sabuk putih diminta mengedepankan atau memaksimalkan penindakan melalui tilang elektronik atau ETLE baik statis maupun mobile.

Dia memperingatkan kepada jajaran polisi lalu lintas bahwa penegakan hukum di lokasi dilakukan saat terjadi kejadian menonjol, seperti kecelakaan lalu lintas.

BACA JUGA: Polda Metro Jaya Tidak Lakukan Tilang Manual kepada Pelanggar Lantas&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Kecuali memang sifatnya laka lantas (kecelakaan lalu lintas) dan sebagaimana yang rekan-rekan harus lakukan penegakan hukum, silakan,&amp;rdquo; sambung dia.

Sigit memerintahkan para polantas menggelar operasi simpatik selama 2 sampai 3 bulan ke depan. Polisi sabuk putih diminta mengedepankan edukasi berkendara.

&amp;ldquo;Dua, tiga bulan ke depan lakukan saja Operasi Simpatik. Jadi penegakkan hukum cukup melakukan melalui e-TLE atau e-TLE mobile. Tapi terhadap pelanggaran-pelanggaran, sebaiknya berikan edukasi. Dan pada saat memberikan edukasi, memberikan pelayanan kepada mereka. Kalau kemudian direspons dengan baik, saya kira ini adalah momen dan kesempatan rekan-rekan untuk melakukan hal tersebut,&amp;rdquo; tutur Kapolri.

</content:encoded></item></channel></rss>
