<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Reza Sempat Dikhawatirkan Bawa Senpi saat Dipanggil Karo Provost di Malam Pembunuhan Yosua</title><description>&amp;nbsp;
Dia mengatakan, pada malam pembunuhan Brigadir J di Rumah Saguling itu, dia baru pulang menjalankan tugas piket</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/25/337/2694207/reza-sempat-dikhawatirkan-bawa-senpi-saat-dipanggil-karo-provost-di-malam-pembunuhan-yosua</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/25/337/2694207/reza-sempat-dikhawatirkan-bawa-senpi-saat-dipanggil-karo-provost-di-malam-pembunuhan-yosua"/><item><title>Reza Sempat Dikhawatirkan Bawa Senpi saat Dipanggil Karo Provost di Malam Pembunuhan Yosua</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/25/337/2694207/reza-sempat-dikhawatirkan-bawa-senpi-saat-dipanggil-karo-provost-di-malam-pembunuhan-yosua</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/25/337/2694207/reza-sempat-dikhawatirkan-bawa-senpi-saat-dipanggil-karo-provost-di-malam-pembunuhan-yosua</guid><pubDate>Selasa 25 Oktober 2022 15:36 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/25/337/2694207/reza-sempat-dikhawatirkan-bawa-senpi-saat-dipanggil-karo-provost-di-malam-pembunuhan-yosua-PZTrnBtkTn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Brigadir J/ Foto: Medsos</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/25/337/2694207/reza-sempat-dikhawatirkan-bawa-senpi-saat-dipanggil-karo-provost-di-malam-pembunuhan-yosua-PZTrnBtkTn.jpg</image><title>Brigadir J/ Foto: Medsos</title></images><description>
JAKARTA - Adik Brigadir J, Bripda Maha Reza Hutabarat memberikan kesaksiannya di persidangan dugaan kasus pembunuhan kakaknya itu di PN Jakarta Salatan, Selasa (25/10/2022).

Dia mengatakan, pada malam pembunuhan Brigadir J di Rumah Saguling itu, dia baru pulang menjalankan tugas piket. Dia sempat tak bisa tidur hingga akhirnya mendapatkan telepon dari Kaden menanyakan dia sedang di mana dan apakah dia memegang senpi atau tidak.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Ini Perkataan Bharada E saat Sungkem ke Keluarga Brigadir J
Kemudian, dia menjawab bahwa saat itu dia tidak memegang senjata api karena senjata itu ditinggal di pos, usai piket.

Dia lantas diberitahu tengah ditinggu Karo Provost untuk membicarakan hal penting, dia lantas disuruh memakai pakaian dinas lapangan. Singkat cerita, saat dia hendak memgambil baju pakaian dinas lapangannya di laundry, dia sempat mampir ke rumah Saguling.
&amp;nbsp;BACA JUGA:WhatsApp Down di Berbagai Negara, Meta: Kami Sedang Berupaya Memulihkan Layanan
&quot;Saya masih pakaian biasa di Saguling, lalu saya sapa duluan (Kaden), ditanya pakaian dinas mana, saya bilang masih di laundry, sudah selesai emang, sudah pak, kamu bawa senpi enggak, dia geledah baju dan celana dan jok motor juga, tak ada kan, yaudah,&quot; papar Maha Reza.

Saat diminta bertemu Karo Provost, dia mengaku sempat memiliki perasaan tak enak sehingga dia pun buru-buru ke laundry agar bisa segera ke Provost Mabes Polri. Maha Reza sempat ditanya hakim apakah ada kejanggalan di rumah Saguling saat dia pergi dari lokasi.

&quot;Ada yang mengganjal waktu itu, jam 7 lewat saya lihat damson (sekurity rumah), dia menyiram teras dari dekat pintu garasi, kok dia ngapain siram teras kan biasanya kan dia siram tanaman, aspal dan lainnya, kenapa baru jam 7 begini ditambah itu setengah saja basah, setengah enggak,&quot; katanya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Adik Brigadir J, Bripda Maha Reza Hutabarat memberikan kesaksiannya di persidangan dugaan kasus pembunuhan kakaknya itu di PN Jakarta Salatan, Selasa (25/10/2022).

Dia mengatakan, pada malam pembunuhan Brigadir J di Rumah Saguling itu, dia baru pulang menjalankan tugas piket. Dia sempat tak bisa tidur hingga akhirnya mendapatkan telepon dari Kaden menanyakan dia sedang di mana dan apakah dia memegang senpi atau tidak.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Ini Perkataan Bharada E saat Sungkem ke Keluarga Brigadir J
Kemudian, dia menjawab bahwa saat itu dia tidak memegang senjata api karena senjata itu ditinggal di pos, usai piket.

Dia lantas diberitahu tengah ditinggu Karo Provost untuk membicarakan hal penting, dia lantas disuruh memakai pakaian dinas lapangan. Singkat cerita, saat dia hendak memgambil baju pakaian dinas lapangannya di laundry, dia sempat mampir ke rumah Saguling.
&amp;nbsp;BACA JUGA:WhatsApp Down di Berbagai Negara, Meta: Kami Sedang Berupaya Memulihkan Layanan
&quot;Saya masih pakaian biasa di Saguling, lalu saya sapa duluan (Kaden), ditanya pakaian dinas mana, saya bilang masih di laundry, sudah selesai emang, sudah pak, kamu bawa senpi enggak, dia geledah baju dan celana dan jok motor juga, tak ada kan, yaudah,&quot; papar Maha Reza.

Saat diminta bertemu Karo Provost, dia mengaku sempat memiliki perasaan tak enak sehingga dia pun buru-buru ke laundry agar bisa segera ke Provost Mabes Polri. Maha Reza sempat ditanya hakim apakah ada kejanggalan di rumah Saguling saat dia pergi dari lokasi.

&quot;Ada yang mengganjal waktu itu, jam 7 lewat saya lihat damson (sekurity rumah), dia menyiram teras dari dekat pintu garasi, kok dia ngapain siram teras kan biasanya kan dia siram tanaman, aspal dan lainnya, kenapa baru jam 7 begini ditambah itu setengah saja basah, setengah enggak,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
