<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dinkes DKI: 90 Kasus Gagal Ginjal Akut Tidak Semua Berdomisili di Jakarta</title><description>Kasus gagal ginjal akut ada juga yang berdomisili di luar Jabodetabek.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/25/338/2694246/dinkes-dki-90-kasus-gagal-ginjal-akut-tidak-semua-berdomisili-di-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/25/338/2694246/dinkes-dki-90-kasus-gagal-ginjal-akut-tidak-semua-berdomisili-di-jakarta"/><item><title>Dinkes DKI: 90 Kasus Gagal Ginjal Akut Tidak Semua Berdomisili di Jakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/25/338/2694246/dinkes-dki-90-kasus-gagal-ginjal-akut-tidak-semua-berdomisili-di-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/25/338/2694246/dinkes-dki-90-kasus-gagal-ginjal-akut-tidak-semua-berdomisili-di-jakarta</guid><pubDate>Selasa 25 Oktober 2022 16:13 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/25/338/2694246/dinkes-dki-90-kasus-gagal-ginjal-akut-tidak-semua-berdomisili-di-jakarta-BGEQSqBA1D.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kadinkes DKI Widyastuti (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/25/338/2694246/dinkes-dki-90-kasus-gagal-ginjal-akut-tidak-semua-berdomisili-di-jakarta-BGEQSqBA1D.jpg</image><title>Kadinkes DKI Widyastuti (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta Widyastuti mengatakan dari total 90 kasus gagal ginjal akut atipikal pada anak tidak semua berdomisili di Jakarta. Ada juga yang berdomisili di luar Jabodetabek.

&quot;Sebarannya tidak semuanya domisili di Jakarta 56 persen DKI Jakarta, kemudian 20 persen di Jawa Barat dan 12 persen Banten. Lainnya di luar Jabodetabek,&quot; ujar Widyastuti di Gedung DPRD DKI, Selasa (25/10/2022).
BACA JUGA:Menko PMK Tegaskan Pemerintah Serius Tangani Kasus Gagal Ginjal Akut dari Hulu ke Hilir&amp;nbsp;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yNS8zNC8xNTU1NDgvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Widyastuti mengungkapkan 49 persen dari 90 total kasus gangguan ginjal akut atipikal pada anak dinyatakan meninggal dunia. Kemudian, 26 anak menjalani perawatan di rumah sakit dan 15 berhasil sembuh.

&quot;Secara umum di DKI Jakarta dari Januari 90 kasus tercatat, 49 persen meninggal. Kemudian, sedang dirawat 26 orang kemudian yang survive (sembuh) 15 anak,&quot; tuturnya.

&quot;26 anak sedang dirawat di berbagai rumah sakit. Rumah sakit vertikal,&quot; sambungnya.
BACA JUGA:Kasus Gagal Ginjal, Bareskrim Minta Jajarannya Tak Ada yang Razia Apotek Lagi&amp;nbsp;

Sebelumnya, Widyastuti mengatakan, jumlah kasus gagal ginjal akut atipikal pada anak bertambah menjadi 90 kasus berdasarkan data Senin 24 Oktober 2022.

Hal itu disampaikan Widyastuti saat memberikan sambutan dalam webinar 'Kewaspadaan dan Deteksi Dini Gangguan Gagal Ginjal Akut Atipikal Pada Anak' berkolaborasi bersama BPSDM DKI Jakarta secara virtual.

&quot;Data DKI Jakarta sampai 24 Oktober tercatat terlaporkan sebanyak 90 kasus. Jadi, angka 90 kasus ini bisa kita kumpulkan karena partisipasi aktif dari semua RS di DKI yang telah melakukan hospital record review sehingga datanya kita dapatkan,&quot; ujarnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta Widyastuti mengatakan dari total 90 kasus gagal ginjal akut atipikal pada anak tidak semua berdomisili di Jakarta. Ada juga yang berdomisili di luar Jabodetabek.

&quot;Sebarannya tidak semuanya domisili di Jakarta 56 persen DKI Jakarta, kemudian 20 persen di Jawa Barat dan 12 persen Banten. Lainnya di luar Jabodetabek,&quot; ujar Widyastuti di Gedung DPRD DKI, Selasa (25/10/2022).
BACA JUGA:Menko PMK Tegaskan Pemerintah Serius Tangani Kasus Gagal Ginjal Akut dari Hulu ke Hilir&amp;nbsp;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yNS8zNC8xNTU1NDgvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Widyastuti mengungkapkan 49 persen dari 90 total kasus gangguan ginjal akut atipikal pada anak dinyatakan meninggal dunia. Kemudian, 26 anak menjalani perawatan di rumah sakit dan 15 berhasil sembuh.

&quot;Secara umum di DKI Jakarta dari Januari 90 kasus tercatat, 49 persen meninggal. Kemudian, sedang dirawat 26 orang kemudian yang survive (sembuh) 15 anak,&quot; tuturnya.

&quot;26 anak sedang dirawat di berbagai rumah sakit. Rumah sakit vertikal,&quot; sambungnya.
BACA JUGA:Kasus Gagal Ginjal, Bareskrim Minta Jajarannya Tak Ada yang Razia Apotek Lagi&amp;nbsp;

Sebelumnya, Widyastuti mengatakan, jumlah kasus gagal ginjal akut atipikal pada anak bertambah menjadi 90 kasus berdasarkan data Senin 24 Oktober 2022.

Hal itu disampaikan Widyastuti saat memberikan sambutan dalam webinar 'Kewaspadaan dan Deteksi Dini Gangguan Gagal Ginjal Akut Atipikal Pada Anak' berkolaborasi bersama BPSDM DKI Jakarta secara virtual.

&quot;Data DKI Jakarta sampai 24 Oktober tercatat terlaporkan sebanyak 90 kasus. Jadi, angka 90 kasus ini bisa kita kumpulkan karena partisipasi aktif dari semua RS di DKI yang telah melakukan hospital record review sehingga datanya kita dapatkan,&quot; ujarnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
