<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 Pasien Gangguan Ginjal Akut di RSUP Sardjito Alami Kematian Sel di Ginjal   </title><description>&amp;nbsp;
Dari 7 pasien yang meninggal tersebut satu di antaranya sudah mereka ketahui penyakit yang mendasarinya</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/25/510/2694391/2-pasien-gangguan-ginjal-akut-di-rsup-sardjito-alami-kematian-sel-di-ginjal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/25/510/2694391/2-pasien-gangguan-ginjal-akut-di-rsup-sardjito-alami-kematian-sel-di-ginjal"/><item><title>2 Pasien Gangguan Ginjal Akut di RSUP Sardjito Alami Kematian Sel di Ginjal   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/25/510/2694391/2-pasien-gangguan-ginjal-akut-di-rsup-sardjito-alami-kematian-sel-di-ginjal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/25/510/2694391/2-pasien-gangguan-ginjal-akut-di-rsup-sardjito-alami-kematian-sel-di-ginjal</guid><pubDate>Selasa 25 Oktober 2022 18:38 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Erlin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/25/510/2694391/2-pasien-gangguan-ginjal-akut-di-rsup-sardjito-alami-kematian-sel-di-ginjal-87xMWM1Di6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anak mengalami sakit ginjal/Foto: Verywell Health</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/25/510/2694391/2-pasien-gangguan-ginjal-akut-di-rsup-sardjito-alami-kematian-sel-di-ginjal-87xMWM1Di6.jpg</image><title>Anak mengalami sakit ginjal/Foto: Verywell Health</title></images><description>YOGYAKARTA - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Sardjito menyatakan masih merawat 2 pasien anak dengan gangguan ginjal akut (AKI). Sebelumnya mereka menerima 13 pasien anak dengan gangguan ginjal akut &amp;nbsp;dan 4 dinyatakan sembuh dan 7 meninggal dunia
Dokter Spesialis Anak RSUP dr Sardjito, dr. Retno Palupi B.Med. Sc., M.Epid., M.Sc., Sp.A(K) mengatakan awalnya ada 13 anak yang masuk ke RSUP Dr Sardjito di mana 4 masih harus melakukan rawat jalan dengan 1 masih pemantuan untuk hemodialisisnya atau cuci darahnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Apakah Komcad Bisa Jadi TNI? Simak Jawabannya!
&quot;Yang lain ada 7 pasien meninggal,&quot; terang dia, Selasa (25/10/2022).
Dari 7 pasien yang meninggal tersebut satu di antaranya sudah mereka ketahui penyakit yang mendasarinya. Pasien ini sudah dikeluarkan dari kategori gagal ginjal akut,  namun karena sudah dilaporkan ke kementrian maka nanti akan mereka tindak lanjuti.
Sedangkan 2 pasien lagi masih rawat inap di RSUP Dr Sardjito, namun sudah tidak di ruang intensif, hanya di bangsal anak biasa. Mereka juga sudah tidak menjalani proses cuci darah sebagai bagian dari penyembuhan.
&amp;nbsp;BACA JUGA: Wanita Bercadar Penodong Paspampres Sering Paksa Warga Mengaji di Rumahnya
Retno menambahkan sampai saat ini yang sembuh ada 4 di mana 2 dari DIY dan 2 dari luar DIY. Ia menjelaskan sembuh tersebut dalam artian fungsi ginjal mendekati normal yaitu misalnya fungsi ginjal itu 90 dan pasien ini sudah 88.
&quot;Kondisi ini sudah jauh lebih baik ketika pertama kali masuk ke Sardjito,&quot; ujarnya.
Kemudian, satu pasien yang sembuh tadi masih dalam monitoring untuk rawat jalan, di mana pasien tersebut memang masih harus menjalani cuci darah. Namun kemarin sudah kontrol dan kondisi ginjalnya sudah membaik.
Pasien berumur 13 tahun rujukan asal Jawa Tengah ini akan terus dipantau apakah masih diperlukan cuci darah atau tidak. Karena tren urium atau urinnya sudah membaik.
Dokter spesialis anak yang juga dari RSUP Sardjito, dr. Kristia Hermawan M.Kes. Sp.A menambahkan untuk tingkat kesembuhan rata-rata pasien memang bervariatif dua mingguan. Karena mereka membutuhkan pemantauan sampai fungsi ginjal benar-benar baikm
&quot;2-3 mingguan, itu yang kami lakukan,&quot; kata dia.Menurutnya untuk tindakan khusus mereka kelola pasien gangguan gagal ginjal akut ini secara umum memang sama dengan cara panduan mereka. Dan selama ini memang tidak ada pemberian obat khusus, atau obat dari Singapura yang sampai saat ini memang belum mereka terima dan pasien ini sudah membaik.
Di mana terapi dari mereka sesuai dengan gagal ginjal akut di antaranya seperti pemenuhan kebutuhan cairan, jika ada infeksi maka diatasi dengan antibiotik kemudian juga pemantauan hemodinamik pasien.
Dari 4 pasien yang sembuh ini, rata-rata mereka masuk dengan AKI fase 3 jadi dengan kondisi sudah parah. Di mana ada pasien yang sudah melibatkan organ lain seperti gangguan fungsi hati. Namun umumnya tidak ada masalah dengan gangguan pendarahan.
&quot;Sebagian pasien kami tangani yang meninggal memang ada gangguan pendarahan,&quot; tambahnya.
Kristia menambahkan pasien gagal ginjal akut ini secara umum mengalami peradangan yang hebat dengan hipertabulasi, tanda-tanda pendarahan dan tanda-tanda gagal ginjal. Di samping itu juga infeksi bakteri dan peradangan lain.
Sementara hasil investigasi ditemukan adanya peradangan dan kematian sel di ginjal. 3 pasien yang meninggal mengalami peradangan di area tubulus atau saluran keluar air kencing bukan saringan darah di ginjal.
&quot;Untuk analisis Toksinokogi kami belum menerima,&quot; terang dia.</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Sardjito menyatakan masih merawat 2 pasien anak dengan gangguan ginjal akut (AKI). Sebelumnya mereka menerima 13 pasien anak dengan gangguan ginjal akut &amp;nbsp;dan 4 dinyatakan sembuh dan 7 meninggal dunia
Dokter Spesialis Anak RSUP dr Sardjito, dr. Retno Palupi B.Med. Sc., M.Epid., M.Sc., Sp.A(K) mengatakan awalnya ada 13 anak yang masuk ke RSUP Dr Sardjito di mana 4 masih harus melakukan rawat jalan dengan 1 masih pemantuan untuk hemodialisisnya atau cuci darahnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Apakah Komcad Bisa Jadi TNI? Simak Jawabannya!
&quot;Yang lain ada 7 pasien meninggal,&quot; terang dia, Selasa (25/10/2022).
Dari 7 pasien yang meninggal tersebut satu di antaranya sudah mereka ketahui penyakit yang mendasarinya. Pasien ini sudah dikeluarkan dari kategori gagal ginjal akut,  namun karena sudah dilaporkan ke kementrian maka nanti akan mereka tindak lanjuti.
Sedangkan 2 pasien lagi masih rawat inap di RSUP Dr Sardjito, namun sudah tidak di ruang intensif, hanya di bangsal anak biasa. Mereka juga sudah tidak menjalani proses cuci darah sebagai bagian dari penyembuhan.
&amp;nbsp;BACA JUGA: Wanita Bercadar Penodong Paspampres Sering Paksa Warga Mengaji di Rumahnya
Retno menambahkan sampai saat ini yang sembuh ada 4 di mana 2 dari DIY dan 2 dari luar DIY. Ia menjelaskan sembuh tersebut dalam artian fungsi ginjal mendekati normal yaitu misalnya fungsi ginjal itu 90 dan pasien ini sudah 88.
&quot;Kondisi ini sudah jauh lebih baik ketika pertama kali masuk ke Sardjito,&quot; ujarnya.
Kemudian, satu pasien yang sembuh tadi masih dalam monitoring untuk rawat jalan, di mana pasien tersebut memang masih harus menjalani cuci darah. Namun kemarin sudah kontrol dan kondisi ginjalnya sudah membaik.
Pasien berumur 13 tahun rujukan asal Jawa Tengah ini akan terus dipantau apakah masih diperlukan cuci darah atau tidak. Karena tren urium atau urinnya sudah membaik.
Dokter spesialis anak yang juga dari RSUP Sardjito, dr. Kristia Hermawan M.Kes. Sp.A menambahkan untuk tingkat kesembuhan rata-rata pasien memang bervariatif dua mingguan. Karena mereka membutuhkan pemantauan sampai fungsi ginjal benar-benar baikm
&quot;2-3 mingguan, itu yang kami lakukan,&quot; kata dia.Menurutnya untuk tindakan khusus mereka kelola pasien gangguan gagal ginjal akut ini secara umum memang sama dengan cara panduan mereka. Dan selama ini memang tidak ada pemberian obat khusus, atau obat dari Singapura yang sampai saat ini memang belum mereka terima dan pasien ini sudah membaik.
Di mana terapi dari mereka sesuai dengan gagal ginjal akut di antaranya seperti pemenuhan kebutuhan cairan, jika ada infeksi maka diatasi dengan antibiotik kemudian juga pemantauan hemodinamik pasien.
Dari 4 pasien yang sembuh ini, rata-rata mereka masuk dengan AKI fase 3 jadi dengan kondisi sudah parah. Di mana ada pasien yang sudah melibatkan organ lain seperti gangguan fungsi hati. Namun umumnya tidak ada masalah dengan gangguan pendarahan.
&quot;Sebagian pasien kami tangani yang meninggal memang ada gangguan pendarahan,&quot; tambahnya.
Kristia menambahkan pasien gagal ginjal akut ini secara umum mengalami peradangan yang hebat dengan hipertabulasi, tanda-tanda pendarahan dan tanda-tanda gagal ginjal. Di samping itu juga infeksi bakteri dan peradangan lain.
Sementara hasil investigasi ditemukan adanya peradangan dan kematian sel di ginjal. 3 pasien yang meninggal mengalami peradangan di area tubulus atau saluran keluar air kencing bukan saringan darah di ginjal.
&quot;Untuk analisis Toksinokogi kami belum menerima,&quot; terang dia.</content:encoded></item></channel></rss>
