<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Warga Tulungagung Tewas Tertimpa Longsor Susulan</title><description>Longsor susulan terjadi di Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Minggu 23 Oktober 2022.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/25/519/2693986/3-warga-tulungagung-tewas-tertimpa-longsor-susulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/25/519/2693986/3-warga-tulungagung-tewas-tertimpa-longsor-susulan"/><item><title>3 Warga Tulungagung Tewas Tertimpa Longsor Susulan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/25/519/2693986/3-warga-tulungagung-tewas-tertimpa-longsor-susulan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/25/519/2693986/3-warga-tulungagung-tewas-tertimpa-longsor-susulan</guid><pubDate>Selasa 25 Oktober 2022 11:39 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/25/519/2693986/3-warga-tulungagung-tewas-tertimpa-longsor-susulan-z8i5GDPJ4u.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Longsor Tulugagung, Jawa Timur (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/25/519/2693986/3-warga-tulungagung-tewas-tertimpa-longsor-susulan-z8i5GDPJ4u.jpg</image><title>Longsor Tulugagung, Jawa Timur (Foto: BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Longsor susulan terjadi di Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Minggu 23 Oktober 2022. Tiga orang meninggal dunia akibat kejadian tersebut. Peristiwa itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur di sekitar lokasi kejadian.

Menurut Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung, Nursono, petaka itu bermula ketika para korban bersama warga lainnya bergotong-royong membersihkan material longsoran yang sebelumnya terjadi dan menutupi jalan desa.
BACA JUGA:Diguyur Hujan Deras, 3 Kios di Bandung Barat Ambruk Tergusur Longsor&amp;nbsp;
Usai membersihkan material, korban bersama beberapa warga masih berada di lokasi kejadian untuk sekadar istirahat. Selang beberapa saat kemudian tiba-tiba terjadi tanah longsor susulan yang menimpa para korban dan sejumlah warga.

&quot;Kepedulian masyarakat terhadap bencana sudah sangat bagus. Ketika kemarin ada tanah longsor, mereka bergotong-royong membersihkan material longsoran yang menutupi jalan. Saat istirahat, lalu ada tanah longsor susulan dan menimpa mereka,&quot; ujar Nursono.

Selain tiga orang yang meninggal dunia, Nursono melaporkan ada dua warga yang mengalami patah tulang dan luka ringan. Kedua warga tersebut sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Doktor (Dr) Iskak Tulungagung, Jawa Timur.

&quot;Satu patah tulang satunya lagi luka ringan sudah kami bawa ke RS Dr. Iskak,&quot; kata Nursono.
BACA JUGA:Longsor Trenggalek, Khofifah Siapkan Lahan Khusus untuk Relokasi Permanen Warga&amp;nbsp;Sementara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, wilayah Provinsi Jawa Timur termasuk dalam zona siaga dari prakiraan berbasis dampak hujan lebat, yang dapat memicu terjadinya banjir, banjir bandang dan tanah longsor hingga Selasa 25 Oktober 2022.

Menyikapi hal itu, BNPB mengimbau kepada pemangku kebijakan di daerah bersama masyarakat agar melakukan segala upaya yang merujuk pada mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan.

&quot;Upaya seperti monitoring lereng perbukitan, memastikan kondisi lereng tebing saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi agar dilakukan secara berkala untuk memininalisir dampak potensi bencana susulan,&quot; ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Muhari menambahkan, jika terjadi hujan dalam durasi lebih dari satu jam, maka masyarakat yang tinggal di bantaran sungai atau di lereng gunung maupun tebing agar mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk sementara waktu.

Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi terkait peringatan dini cuaca dari BMKG. Selain itu, informasi mengenai penanggulangan bencana dari BNPB, BPBD, TNI, Polri dan lintas instansi lainnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Longsor susulan terjadi di Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Minggu 23 Oktober 2022. Tiga orang meninggal dunia akibat kejadian tersebut. Peristiwa itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur di sekitar lokasi kejadian.

Menurut Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung, Nursono, petaka itu bermula ketika para korban bersama warga lainnya bergotong-royong membersihkan material longsoran yang sebelumnya terjadi dan menutupi jalan desa.
BACA JUGA:Diguyur Hujan Deras, 3 Kios di Bandung Barat Ambruk Tergusur Longsor&amp;nbsp;
Usai membersihkan material, korban bersama beberapa warga masih berada di lokasi kejadian untuk sekadar istirahat. Selang beberapa saat kemudian tiba-tiba terjadi tanah longsor susulan yang menimpa para korban dan sejumlah warga.

&quot;Kepedulian masyarakat terhadap bencana sudah sangat bagus. Ketika kemarin ada tanah longsor, mereka bergotong-royong membersihkan material longsoran yang menutupi jalan. Saat istirahat, lalu ada tanah longsor susulan dan menimpa mereka,&quot; ujar Nursono.

Selain tiga orang yang meninggal dunia, Nursono melaporkan ada dua warga yang mengalami patah tulang dan luka ringan. Kedua warga tersebut sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Doktor (Dr) Iskak Tulungagung, Jawa Timur.

&quot;Satu patah tulang satunya lagi luka ringan sudah kami bawa ke RS Dr. Iskak,&quot; kata Nursono.
BACA JUGA:Longsor Trenggalek, Khofifah Siapkan Lahan Khusus untuk Relokasi Permanen Warga&amp;nbsp;Sementara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, wilayah Provinsi Jawa Timur termasuk dalam zona siaga dari prakiraan berbasis dampak hujan lebat, yang dapat memicu terjadinya banjir, banjir bandang dan tanah longsor hingga Selasa 25 Oktober 2022.

Menyikapi hal itu, BNPB mengimbau kepada pemangku kebijakan di daerah bersama masyarakat agar melakukan segala upaya yang merujuk pada mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan.

&quot;Upaya seperti monitoring lereng perbukitan, memastikan kondisi lereng tebing saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi agar dilakukan secara berkala untuk memininalisir dampak potensi bencana susulan,&quot; ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Muhari menambahkan, jika terjadi hujan dalam durasi lebih dari satu jam, maka masyarakat yang tinggal di bantaran sungai atau di lereng gunung maupun tebing agar mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk sementara waktu.

Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi terkait peringatan dini cuaca dari BMKG. Selain itu, informasi mengenai penanggulangan bencana dari BNPB, BPBD, TNI, Polri dan lintas instansi lainnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
