<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tidak Banyak Orang Tahu, Ini 5 Fakta Hari Sumpah Pemuda</title><description>Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928 ini menghasilkan ikrar Sumpah Pemuda.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/26/337/2694109/tidak-banyak-orang-tahu-ini-5-fakta-hari-sumpah-pemuda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/26/337/2694109/tidak-banyak-orang-tahu-ini-5-fakta-hari-sumpah-pemuda"/><item><title>Tidak Banyak Orang Tahu, Ini 5 Fakta Hari Sumpah Pemuda</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/26/337/2694109/tidak-banyak-orang-tahu-ini-5-fakta-hari-sumpah-pemuda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/26/337/2694109/tidak-banyak-orang-tahu-ini-5-fakta-hari-sumpah-pemuda</guid><pubDate>Rabu 26 Oktober 2022 05:05 WIB</pubDate><dc:creator>Tika Vidya Utami</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/25/337/2694109/tidak-banyak-orang-tahu-ini-5-fakta-hari-sumpah-pemuda-2Dkrb1B65Y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Hari Sumpah Pemuda (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/25/337/2694109/tidak-banyak-orang-tahu-ini-5-fakta-hari-sumpah-pemuda-2Dkrb1B65Y.jpg</image><title>Ilustrasi Hari Sumpah Pemuda (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Setiap tanggal 28 Oktober kita memperingati Hari Sumpah Pemuda. Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928 ini menghasilkan ikrar Sumpah Pemuda. Saat itu, pemuda menjadi tonggak pergerakan dalam upaya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Berikut fakta Hari Sumpah Pemuda yang tidak banyak orang tahu, dilansir dari berbagai sumber.

1. Berawal dari Kongres Pemuda I
Sebelum lahirnya naskah Sumpah Pemuda, gagasan mengenai penggunaan bahasa persatuan sudah dirumuskan pada Kongres Pemuda I. Kongres Pemuda I dilaksanakan pada 30 April-2 Mei 1926. Pada Kongres Pemuda tersebut, Mohammad Yamin menyampaikan hal-hal terkait pemakaian bahasa Melayu sebagai bahasa pemersatu bangsa Indonesia.
Baca juga:&amp;nbsp;Peringati Sumpah Pemuda, Milenial Harus Bisa Jadi Agen Perubahan
Ketika digelar kongres lanjutan, yakni Kongres Pemuda II yang juga digagas oleh Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), pembahasan mengenai bahasa yang menyatukan Indonesia tersebut mencapai puncaknya. Hingga akhirnya tercetuslah ikrar Sumpah Pemuda di rapat terakhir kongres. Diketahui, Kongres Pemuda II dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda serta dibagi dalam tiga kali rapat.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Hari Sumpah Pemuda, Kapolri: Generasi Muda Harus Mampu Wujudkan Indonesia Emas 2045
2. Tidak Ada Kata Sumpah
Hari Sumpah Pemuda diperingati pada 28 Oktober 1928. Sumpah Pemuda merupakan hasil dari Kongres Pemuda II. Pada Kongres Pemuda II, terdapat beberapa keputusan yang dihasilkan, yang disebut dengan Putusan Kongres Pemuda-Pemuda Indonesia. Keputusan itulah yang kemudian kita kenal dengan istilah Sumpah Pemuda. Kata &amp;lsquo;Sumpah&amp;rsquo; baru muncul setelah Indonesia merdeka. Hal ini sebagai pengingat persatuan rakyat Indonesia khususnya para pemuda.
3. Lagu Indonesia Raya Pertama Kali Diperdengarkan Tanpa Syair

Lagu Indonesia Raya ciptaan WR Supratman pertama kali diperdengarkan pada Kongres Pemuda II. Lagu tersebut terpaksa harus dimainkan tanpa syair. Hal ini karena Polisi Rahasia Belanda masih berkeliaran mengawasi jalannya Kongres Pemuda II. Saat itu, Sugondo Djojopuspito yang merupakan Ketua Kongres, mengatakan kepada WR Supratman bahwa dirinya diperkenankan untuk memperkenalkan lagu Indonesia Raya. Namun, WR Supratman hanya diberi izin memainkan lagunya dengan biola, tanpa menyanyikan liriknya.



4. Terjadi Perubahan Lirik dalam Lagu Indonesia Raya

Setelah mendengar alunan biola WR Supratman yang memainkan instrumen lagu Indonesia Raya, para peserta kongres kala itu menginginkan agar lagu tersebut dinyanyikan dengan liriknya. Akhirnya, keinginan tersebut dipenuhi. Dolly Salim, yang duduk di barisan depan, ditunjuk untuk menyanyikannya. Ia pun melafalkan lirik lagu tersebut dengan sedikit perubahan. Hal ini dilakukan demi keamanan, karena aparat keamanan kolonial Belanda mengawasi jalannya kongres. Lirik &amp;ldquo;Merdeka&amp;hellip; Merdeka&amp;rdquo; pada lagu, diubah dan dinyanyikan menjadi &amp;ldquo;Mulia... Mulia&amp;rdquo;. Sejak menyanyikan lagu Indonesia Raya di Kongres Pemuda II itu, putri Agus Salim itu pun dikenal sebagai tokoh perempuan yang berperan penting dalam sejarah Sumpah Pemuda.


5. Ikrar Sumpah Pemuda Berlangsung di Rumah Keturunan Tionghoa



Para pemuda yang terlibat dalam Kongres Pemuda II berasal dari berbagai latar belakang, daerah, organisasi, dan agama. Ada kelompok pemuda yang sifatnya kedaerahan, seperti Jong Sumatranen Bond dan Jong Java. Ada juga pemuda yang lingkupnya kelompok studi, seperti Indonesische Studieclub. Sementara, Perhimpunan Indonesia dan Jong Islamieten Bond merupakan peserta kongres dari basis nasionalisme dan agama. Di samping itu, para pemuda keturunan Tionghoa juga memiliki andil dalam Kongres Pemuda II. Bahkan rapat kedua dan ketiga kongres, hingga kongres menghasilkan keputusannya, dilakukan di rumah milik Sie Kong Lian, seorang keturunan Tionghoa. Rumah yang dijadikan tempat kos itu terletak di Jalan Kramat Raya 106, Jakarta Pusat. Kini, rumah tersebut menjadi Museum Sumpah Pemuda.



</description><content:encoded>JAKARTA - Setiap tanggal 28 Oktober kita memperingati Hari Sumpah Pemuda. Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928 ini menghasilkan ikrar Sumpah Pemuda. Saat itu, pemuda menjadi tonggak pergerakan dalam upaya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Berikut fakta Hari Sumpah Pemuda yang tidak banyak orang tahu, dilansir dari berbagai sumber.

1. Berawal dari Kongres Pemuda I
Sebelum lahirnya naskah Sumpah Pemuda, gagasan mengenai penggunaan bahasa persatuan sudah dirumuskan pada Kongres Pemuda I. Kongres Pemuda I dilaksanakan pada 30 April-2 Mei 1926. Pada Kongres Pemuda tersebut, Mohammad Yamin menyampaikan hal-hal terkait pemakaian bahasa Melayu sebagai bahasa pemersatu bangsa Indonesia.
Baca juga:&amp;nbsp;Peringati Sumpah Pemuda, Milenial Harus Bisa Jadi Agen Perubahan
Ketika digelar kongres lanjutan, yakni Kongres Pemuda II yang juga digagas oleh Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), pembahasan mengenai bahasa yang menyatukan Indonesia tersebut mencapai puncaknya. Hingga akhirnya tercetuslah ikrar Sumpah Pemuda di rapat terakhir kongres. Diketahui, Kongres Pemuda II dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda serta dibagi dalam tiga kali rapat.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Hari Sumpah Pemuda, Kapolri: Generasi Muda Harus Mampu Wujudkan Indonesia Emas 2045
2. Tidak Ada Kata Sumpah
Hari Sumpah Pemuda diperingati pada 28 Oktober 1928. Sumpah Pemuda merupakan hasil dari Kongres Pemuda II. Pada Kongres Pemuda II, terdapat beberapa keputusan yang dihasilkan, yang disebut dengan Putusan Kongres Pemuda-Pemuda Indonesia. Keputusan itulah yang kemudian kita kenal dengan istilah Sumpah Pemuda. Kata &amp;lsquo;Sumpah&amp;rsquo; baru muncul setelah Indonesia merdeka. Hal ini sebagai pengingat persatuan rakyat Indonesia khususnya para pemuda.
3. Lagu Indonesia Raya Pertama Kali Diperdengarkan Tanpa Syair

Lagu Indonesia Raya ciptaan WR Supratman pertama kali diperdengarkan pada Kongres Pemuda II. Lagu tersebut terpaksa harus dimainkan tanpa syair. Hal ini karena Polisi Rahasia Belanda masih berkeliaran mengawasi jalannya Kongres Pemuda II. Saat itu, Sugondo Djojopuspito yang merupakan Ketua Kongres, mengatakan kepada WR Supratman bahwa dirinya diperkenankan untuk memperkenalkan lagu Indonesia Raya. Namun, WR Supratman hanya diberi izin memainkan lagunya dengan biola, tanpa menyanyikan liriknya.



4. Terjadi Perubahan Lirik dalam Lagu Indonesia Raya

Setelah mendengar alunan biola WR Supratman yang memainkan instrumen lagu Indonesia Raya, para peserta kongres kala itu menginginkan agar lagu tersebut dinyanyikan dengan liriknya. Akhirnya, keinginan tersebut dipenuhi. Dolly Salim, yang duduk di barisan depan, ditunjuk untuk menyanyikannya. Ia pun melafalkan lirik lagu tersebut dengan sedikit perubahan. Hal ini dilakukan demi keamanan, karena aparat keamanan kolonial Belanda mengawasi jalannya kongres. Lirik &amp;ldquo;Merdeka&amp;hellip; Merdeka&amp;rdquo; pada lagu, diubah dan dinyanyikan menjadi &amp;ldquo;Mulia... Mulia&amp;rdquo;. Sejak menyanyikan lagu Indonesia Raya di Kongres Pemuda II itu, putri Agus Salim itu pun dikenal sebagai tokoh perempuan yang berperan penting dalam sejarah Sumpah Pemuda.


5. Ikrar Sumpah Pemuda Berlangsung di Rumah Keturunan Tionghoa



Para pemuda yang terlibat dalam Kongres Pemuda II berasal dari berbagai latar belakang, daerah, organisasi, dan agama. Ada kelompok pemuda yang sifatnya kedaerahan, seperti Jong Sumatranen Bond dan Jong Java. Ada juga pemuda yang lingkupnya kelompok studi, seperti Indonesische Studieclub. Sementara, Perhimpunan Indonesia dan Jong Islamieten Bond merupakan peserta kongres dari basis nasionalisme dan agama. Di samping itu, para pemuda keturunan Tionghoa juga memiliki andil dalam Kongres Pemuda II. Bahkan rapat kedua dan ketiga kongres, hingga kongres menghasilkan keputusannya, dilakukan di rumah milik Sie Kong Lian, seorang keturunan Tionghoa. Rumah yang dijadikan tempat kos itu terletak di Jalan Kramat Raya 106, Jakarta Pusat. Kini, rumah tersebut menjadi Museum Sumpah Pemuda.



</content:encoded></item></channel></rss>
