<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> BNPT: Siti Elina Pendukung HTI dan Sering Posting Propaganda Khilafah</title><description>Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ikut melalukan pendalaman terhadap sosok Siti Elina&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/26/337/2694657/bnpt-siti-elina-pendukung-hti-dan-sering-posting-propaganda-khilafah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/26/337/2694657/bnpt-siti-elina-pendukung-hti-dan-sering-posting-propaganda-khilafah"/><item><title> BNPT: Siti Elina Pendukung HTI dan Sering Posting Propaganda Khilafah</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/26/337/2694657/bnpt-siti-elina-pendukung-hti-dan-sering-posting-propaganda-khilafah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/26/337/2694657/bnpt-siti-elina-pendukung-hti-dan-sering-posting-propaganda-khilafah</guid><pubDate>Rabu 26 Oktober 2022 09:14 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/26/337/2694657/bnpt-siti-elina-pendukung-hti-dan-sering-posting-propaganda-khilafah-jB1khcbbzu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Siti Elina saat ditangkap di depan Istana Negara (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/26/337/2694657/bnpt-siti-elina-pendukung-hti-dan-sering-posting-propaganda-khilafah-jB1khcbbzu.jpg</image><title>Siti Elina saat ditangkap di depan Istana Negara (foto: dok ist)</title></images><description>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ikut melalukan pendalaman terhadap sosok Siti Elina, perempuan yang nekat terobos masuk ke Istana Negara sambil membawa senjata api (senpi) jenis FN.
Direktur Pencegahan BNPT, R Ahmad Nurwakhid mengungkapkan, dalam penelusuran sementara yang dilakukan, profil pelaku, Siti Elina, memang memiliki pemahaman yang radikal serta pendukung salah satu ormas radikal HTI, yang telah dibubarkan pemerintah.
Bahkan, kata Nurwakhid, Siti Elina juga diketahui sering memposting propaganda khilafah melalui akun media sosialnya (medsos).
&amp;ldquo;Pendalaman terhadap profil dan motif pelaku terus dilakukan untuk mendapatkan informasi yang akurat adanya keterkaitan dengan aktor-aktor yang lain,&amp;rdquo; kata Nurwakhid kepada awak media, Jakarta, Rabu (26/10/2022).
BACA JUGA:Detik-Detik Wanita Bercadar Bawa Senpi Ingin Terobos Istana
Lebih lanjut, Nurwakhid menegaskan kejadian teror yang melibatkan perempuan di Indonesia bukan peristiwa baru. Peristiwa ini mengingatkan pada ancaman bom di istana yang terlebih dahulu digagalkan oleh aparat penegak hukum pada tahun 2016 silam.
&amp;ldquo;Salah satu calon pengantin yang ingin melakukan aksi di istana terlebih dahulu diamankan oleh Densus 88 yang juga pelakunya adalah perempuan, Dian Yuli Novi dan ada juga Zazkia Aini yang melakukan penyerangan ke Mabes Polri pada tahun 2021,&amp;rdquo; ujarnya.
BACA JUGA: Polisi Tutup Akses Jalan Rumah Wanita Bercadar Penodong Paspampres di Istana Negara&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Sebelumnya, Polisi menangkap seorang perempuan bercadar yang mencoba menerobos masuk ke dalam Istana Presiden, Jakarta Pusat, dengan membawa senjata api (senpi) jenis FN. Kejadian itu terjadi pada Selasa, 25 Oktober 2022, sekira pukul 07.00 WIB.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ikut melalukan pendalaman terhadap sosok Siti Elina, perempuan yang nekat terobos masuk ke Istana Negara sambil membawa senjata api (senpi) jenis FN.
Direktur Pencegahan BNPT, R Ahmad Nurwakhid mengungkapkan, dalam penelusuran sementara yang dilakukan, profil pelaku, Siti Elina, memang memiliki pemahaman yang radikal serta pendukung salah satu ormas radikal HTI, yang telah dibubarkan pemerintah.
Bahkan, kata Nurwakhid, Siti Elina juga diketahui sering memposting propaganda khilafah melalui akun media sosialnya (medsos).
&amp;ldquo;Pendalaman terhadap profil dan motif pelaku terus dilakukan untuk mendapatkan informasi yang akurat adanya keterkaitan dengan aktor-aktor yang lain,&amp;rdquo; kata Nurwakhid kepada awak media, Jakarta, Rabu (26/10/2022).
BACA JUGA:Detik-Detik Wanita Bercadar Bawa Senpi Ingin Terobos Istana
Lebih lanjut, Nurwakhid menegaskan kejadian teror yang melibatkan perempuan di Indonesia bukan peristiwa baru. Peristiwa ini mengingatkan pada ancaman bom di istana yang terlebih dahulu digagalkan oleh aparat penegak hukum pada tahun 2016 silam.
&amp;ldquo;Salah satu calon pengantin yang ingin melakukan aksi di istana terlebih dahulu diamankan oleh Densus 88 yang juga pelakunya adalah perempuan, Dian Yuli Novi dan ada juga Zazkia Aini yang melakukan penyerangan ke Mabes Polri pada tahun 2021,&amp;rdquo; ujarnya.
BACA JUGA: Polisi Tutup Akses Jalan Rumah Wanita Bercadar Penodong Paspampres di Istana Negara&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Sebelumnya, Polisi menangkap seorang perempuan bercadar yang mencoba menerobos masuk ke dalam Istana Presiden, Jakarta Pusat, dengan membawa senjata api (senpi) jenis FN. Kejadian itu terjadi pada Selasa, 25 Oktober 2022, sekira pukul 07.00 WIB.</content:encoded></item></channel></rss>
