<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Disiksa Majikan, PRT Riski Alami Luka dari Kaki Sampai Kepala</title><description>Riski mulai mengalami penyiksaan setelah tiga bulan bekerja di rumah majikannya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/26/337/2695165/disiksa-majikan-prt-riski-alami-luka-dari-kaki-sampai-kepala</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/26/337/2695165/disiksa-majikan-prt-riski-alami-luka-dari-kaki-sampai-kepala"/><item><title>Disiksa Majikan, PRT Riski Alami Luka dari Kaki Sampai Kepala</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/26/337/2695165/disiksa-majikan-prt-riski-alami-luka-dari-kaki-sampai-kepala</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/26/337/2695165/disiksa-majikan-prt-riski-alami-luka-dari-kaki-sampai-kepala</guid><pubDate>Rabu 26 Oktober 2022 19:14 WIB</pubDate><dc:creator>Inin Nastain</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/26/337/2695165/disiksa-majikan-prt-riski-alami-luka-dari-kaki-sampai-kepala-NLRY7k78tu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Riski mengalami penyiksaan oleh majikannya. (Foto: Inin/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/26/337/2695165/disiksa-majikan-prt-riski-alami-luka-dari-kaki-sampai-kepala-NLRY7k78tu.jpg</image><title>Riski mengalami penyiksaan oleh majikannya. (Foto: Inin/MPI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kekerasan terhadap pembantu rumah tangga (PRT) ternyata tidak hanya dialami para pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri. Nyatanya, penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi juga kerap dialami para PRT yang bekerja di dalam negeri, seperti yang terjadi pada Riski Nur Askia warga Cianjur.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Alami Penyiksaan di Abu Dhabi, PMI Asal Labuan Bajo Akhirnya Berhasil Dipulangkan ke Indonesia

Akibat siksaan yang dialaminya, kini remaja putri kelahiran 2008 itu harus menjalani sejumlah perawatan bersama keluarganya. Riski mengalami sejumlah luka akibat penyiksaan mulai dari kaki sampai kepala, dialami oleh Riski. Beruntung,  siksaan itu tidak berlanjut, setelah dia berhasil keluar dari rumah majikan yang lebih mirip dengan penjara itu.
&amp;ldquo;Ini keponakan saya sendiri. Awalnya dia ditawari kerja sama temannya yang bernama Desti, temannya sekolah dan ngaji di kampung. Setelah itu dia dibawa ibu temannya ke Jakarta, yanga bernama ibu Rika,&amp;rdquo; kata paman korban,  Ceceng saat konferensi pers dengan tema &amp;lsquo;Kekerasan pada Pekerja Rumah Tangga (PRT) Terjadi Lagi,&amp;rsquo; Rabu (26/10/2022).
Siksaan yang dialami Riski di mulai saat memasuki bulan ketiga dia tinggal di rumah majikan. Berbagi siksaan, mulai diterima oleh majikan. Parahnya, siksaan itu diterima Riski dari pasangan suami-istri yang menjadi majikannya
BACA JUGA:&amp;nbsp;Kemnaker Desak RUU PRT Segera Disahkan, Sudah 18 Tahun!

&amp;ldquo;Setelah dua bulan, nah baru Riski itu mendapat perlakuan yang kurang bagus dari majikannya. Pertama-tama dia mendapatkan perlakukan dari majikannya di saat Riski suruh ngurus anaknya. Suruh lari ngejar anaknya. Nah Riski itu ditendang, katanya gitu, sama suaminya (majikan laki-laki). Sehingga mengakibatkan kaki Riski itu sebelah pincang. Masih sakit,&amp;rdquo; kata dia.


Bahkan, dalam suatu waktu, Riski pernah disiram dengan air cabai oleh majikannya. Sang majikan berdalih, Riski tidak melakukan pekerjaan dengan baik, sehingga melampiaskan kemarahan dengan menyiram menggunakan air yang sudah dicampur cabai.
&amp;ldquo;Di saat Riski melakukan pekerjaan yang menurut dia kurang bagus, misalkan lagi nyetrika, ngantuk, matanya disiram sama air cabe. Riski dibawa ke kamar mandi, terus disiram lah mata Riski ini oleh air cabe itu. dengan alasan pada saat menyetrika, dia ngantuk, itu dilakukan berulang kali,&amp;rdquo; beber dia.
Tidak berhenti di situ. Selama berada di rumah majikan, Riski jug asempat mendapat kekerasan seksual. Lagi-lagi dengan dalihpekerjaannya tidak bagus, dia sempat diteolanjangi oleh majikan perempuan. Ironisnya, saat telanjang itu, tubuh Riski pun divideokan.
&amp;ldquo;Pernah ditelanjangin, bukan satukali aja. Jadi Riski ini ditelanjangin sama majikan istrinya sambil divideo. Nanti kalau melapor, dia ancam akan disebar luaskan. Ditelenjangin karena pada saat Riski kerja cuci piring, hasilnya menurut majikannya belum bersih dan itu harus dicuci ulag lagi,&amp;rdquo; beber dia.
&amp;ldquo;Itu pun dilakukan berulang kali. Dia tidur di balkon dengan telanjang bulat, seharian. Disiram pake air gula. Rambutnya juga diplontosin,&amp;rdquo; lanjut Ceceng</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kekerasan terhadap pembantu rumah tangga (PRT) ternyata tidak hanya dialami para pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri. Nyatanya, penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi juga kerap dialami para PRT yang bekerja di dalam negeri, seperti yang terjadi pada Riski Nur Askia warga Cianjur.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Alami Penyiksaan di Abu Dhabi, PMI Asal Labuan Bajo Akhirnya Berhasil Dipulangkan ke Indonesia

Akibat siksaan yang dialaminya, kini remaja putri kelahiran 2008 itu harus menjalani sejumlah perawatan bersama keluarganya. Riski mengalami sejumlah luka akibat penyiksaan mulai dari kaki sampai kepala, dialami oleh Riski. Beruntung,  siksaan itu tidak berlanjut, setelah dia berhasil keluar dari rumah majikan yang lebih mirip dengan penjara itu.
&amp;ldquo;Ini keponakan saya sendiri. Awalnya dia ditawari kerja sama temannya yang bernama Desti, temannya sekolah dan ngaji di kampung. Setelah itu dia dibawa ibu temannya ke Jakarta, yanga bernama ibu Rika,&amp;rdquo; kata paman korban,  Ceceng saat konferensi pers dengan tema &amp;lsquo;Kekerasan pada Pekerja Rumah Tangga (PRT) Terjadi Lagi,&amp;rsquo; Rabu (26/10/2022).
Siksaan yang dialami Riski di mulai saat memasuki bulan ketiga dia tinggal di rumah majikan. Berbagi siksaan, mulai diterima oleh majikan. Parahnya, siksaan itu diterima Riski dari pasangan suami-istri yang menjadi majikannya
BACA JUGA:&amp;nbsp;Kemnaker Desak RUU PRT Segera Disahkan, Sudah 18 Tahun!

&amp;ldquo;Setelah dua bulan, nah baru Riski itu mendapat perlakuan yang kurang bagus dari majikannya. Pertama-tama dia mendapatkan perlakukan dari majikannya di saat Riski suruh ngurus anaknya. Suruh lari ngejar anaknya. Nah Riski itu ditendang, katanya gitu, sama suaminya (majikan laki-laki). Sehingga mengakibatkan kaki Riski itu sebelah pincang. Masih sakit,&amp;rdquo; kata dia.


Bahkan, dalam suatu waktu, Riski pernah disiram dengan air cabai oleh majikannya. Sang majikan berdalih, Riski tidak melakukan pekerjaan dengan baik, sehingga melampiaskan kemarahan dengan menyiram menggunakan air yang sudah dicampur cabai.
&amp;ldquo;Di saat Riski melakukan pekerjaan yang menurut dia kurang bagus, misalkan lagi nyetrika, ngantuk, matanya disiram sama air cabe. Riski dibawa ke kamar mandi, terus disiram lah mata Riski ini oleh air cabe itu. dengan alasan pada saat menyetrika, dia ngantuk, itu dilakukan berulang kali,&amp;rdquo; beber dia.
Tidak berhenti di situ. Selama berada di rumah majikan, Riski jug asempat mendapat kekerasan seksual. Lagi-lagi dengan dalihpekerjaannya tidak bagus, dia sempat diteolanjangi oleh majikan perempuan. Ironisnya, saat telanjang itu, tubuh Riski pun divideokan.
&amp;ldquo;Pernah ditelanjangin, bukan satukali aja. Jadi Riski ini ditelanjangin sama majikan istrinya sambil divideo. Nanti kalau melapor, dia ancam akan disebar luaskan. Ditelenjangin karena pada saat Riski kerja cuci piring, hasilnya menurut majikannya belum bersih dan itu harus dicuci ulag lagi,&amp;rdquo; beber dia.
&amp;ldquo;Itu pun dilakukan berulang kali. Dia tidur di balkon dengan telanjang bulat, seharian. Disiram pake air gula. Rambutnya juga diplontosin,&amp;rdquo; lanjut Ceceng</content:encoded></item></channel></rss>
