<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menlu ASEAN Ingatkan Myanmar Soal Pelaksanaan 5PC</title><description>Perwakilan Myanmar tidak hadir dalam pertemuan tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/27/18/2695803/menlu-asean-ingatkan-myanmar-soal-pelaksanaan-5pc</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/27/18/2695803/menlu-asean-ingatkan-myanmar-soal-pelaksanaan-5pc"/><item><title>Menlu ASEAN Ingatkan Myanmar Soal Pelaksanaan 5PC</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/27/18/2695803/menlu-asean-ingatkan-myanmar-soal-pelaksanaan-5pc</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/27/18/2695803/menlu-asean-ingatkan-myanmar-soal-pelaksanaan-5pc</guid><pubDate>Kamis 27 Oktober 2022 17:11 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/27/18/2695803/menlu-asean-ingatkan-myanmar-soal-pelaksanaan-5pc-9xl422GF7B.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menghadiri pertemuan ASEAN di Sekretariat ASEAN, Jakarta, 27 OKtober 2022. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/27/18/2695803/menlu-asean-ingatkan-myanmar-soal-pelaksanaan-5pc-9xl422GF7B.jpg</image><title>Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menghadiri pertemuan ASEAN di Sekretariat ASEAN, Jakarta, 27 OKtober 2022. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Para menteri luar negeri ASEAN menggelar pertemuan di Sekretariat ASEAN, Jakarta untuk secara khusus membahas mengenai krisis di Myanmar. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan bahwa pertemuan itu utamanya membahas isu terkait pelaksanaan Lima Poin Konsensus atau Five-Point Consensus (5PC).
Pertemuan yang dilabel sebagai Special ASEAN Foreign Ministers Meeting itu dilakukan sebagai tindak lanjut kesepakatan pertemuan informal Menlu ASEAN di New York City, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB pada bulan September lalu.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Menlu ASEAN Bertemu di Jakarta, Bahas Proses Perdamaian dan Krisis Myanmar

Pada kesempatan itu, Menlu menyebut para Menlu ASEAN menyampaikan prihatin dan kecewa terhadap tidak adanya kemajuan signifikan dari pelaksanaan 5PC.
&quot;Sangat jelas kekhawatiran ini dan bahkan beberapa negara menyampaikan rasa frustrasinya terhadap tidak adanya kemajuan ini. Alih-alih ada kemajuan, situasi bahkan dikatakan memburuk. Bahasa yang dipakai oleh Chair (ketua ASEAN) adalah &amp;ldquo;deteriorating and worsening&amp;rdquo;,&quot; kata Menlu dalam pengarahan pers di Jakarta, Kamis (27/10/2022).
Menurutnya situasi seperti ini tentunya sangat disayangkan. Sebab 5PC merupakan keputusan para pemimpin ASEAN dan ditujukan untuk membantu Myanmar mengatasi krisis politiknya.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Krisis Myanmar, Serangan Udara Tewaskan 50 Orang Pemberontak Kachin dan 100 Terluka

Kedua, dalam pertemuan tersebut Indonesia juga menyampaikan keprihatinan terhadap meningkatnya kekerasan di Myanmar yang telah memakan banyak korban masyarakat sipil. Dimana pada pertemuan tadi, Indonesia menyampaikan data-data mengenai meningkatnya tindak kekerasan yang terjadi sejak terjadinya kudeta sampai saat ini.
&quot;Indonesia menyampaikan duka cita dan simpati kepada para korban dan keluarganya. Tindakan kekerasan sekali lagi harus segera dihentikan,&quot; ujar dia.Ketiga, Indonesia menekankan pentingnya segera dilakukan engagement dengan semua pemegang kepentingan seperti yang dimandatkan oleh 5PC.
&quot;Kita yakin, hanya dengan engagement dengan all stakeholders, maka ASEAN akan dapat menjalankan fungsinya untuk memfasilitasi berlangsungnya dialog. Dan dialog nasional inilah yang diharapkan akan dapat membahas masa depan Myanmar,&quot; tuturnya.
Keempat, pertemuan juga membahas bagaimana bantuan kemanusiaan dapat dilanjutkan, dengan catatan bahwa bantuan kemanusiaan dapat mencapai rakyat yang memerlukannya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8xNi8xLzE1MTk4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sekjen ASEAN dalam pertemuan tadi melaporkan bahwa sejauh ini telah diterima komitmen sebesar USD27 juta untuk bantuan kemanusiaan di Myanmar, terutama untuk fase pertama, yaitu fase life-saving.
Kelima, pertemuan itu juga menyusun rekomendasi untuk KTT bulan depan di Phnom Penh. Rekomendasi akan diformulasikan tentunya melalui Chair dan dikonsultasikan dengan negara anggota ASEAN.
&quot;Tentunya di dalam pertemuan tadi Indonesia sudah menyampaikan beberapa elemen rekomendasi yang dapat dijadikan masukan dalam penyusunan rekomendasi secara keseluruhan yang akan disampaikan kepada para Leaders,&quot;ujar dia.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Para menteri luar negeri ASEAN menggelar pertemuan di Sekretariat ASEAN, Jakarta untuk secara khusus membahas mengenai krisis di Myanmar. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan bahwa pertemuan itu utamanya membahas isu terkait pelaksanaan Lima Poin Konsensus atau Five-Point Consensus (5PC).
Pertemuan yang dilabel sebagai Special ASEAN Foreign Ministers Meeting itu dilakukan sebagai tindak lanjut kesepakatan pertemuan informal Menlu ASEAN di New York City, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB pada bulan September lalu.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Menlu ASEAN Bertemu di Jakarta, Bahas Proses Perdamaian dan Krisis Myanmar

Pada kesempatan itu, Menlu menyebut para Menlu ASEAN menyampaikan prihatin dan kecewa terhadap tidak adanya kemajuan signifikan dari pelaksanaan 5PC.
&quot;Sangat jelas kekhawatiran ini dan bahkan beberapa negara menyampaikan rasa frustrasinya terhadap tidak adanya kemajuan ini. Alih-alih ada kemajuan, situasi bahkan dikatakan memburuk. Bahasa yang dipakai oleh Chair (ketua ASEAN) adalah &amp;ldquo;deteriorating and worsening&amp;rdquo;,&quot; kata Menlu dalam pengarahan pers di Jakarta, Kamis (27/10/2022).
Menurutnya situasi seperti ini tentunya sangat disayangkan. Sebab 5PC merupakan keputusan para pemimpin ASEAN dan ditujukan untuk membantu Myanmar mengatasi krisis politiknya.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Krisis Myanmar, Serangan Udara Tewaskan 50 Orang Pemberontak Kachin dan 100 Terluka

Kedua, dalam pertemuan tersebut Indonesia juga menyampaikan keprihatinan terhadap meningkatnya kekerasan di Myanmar yang telah memakan banyak korban masyarakat sipil. Dimana pada pertemuan tadi, Indonesia menyampaikan data-data mengenai meningkatnya tindak kekerasan yang terjadi sejak terjadinya kudeta sampai saat ini.
&quot;Indonesia menyampaikan duka cita dan simpati kepada para korban dan keluarganya. Tindakan kekerasan sekali lagi harus segera dihentikan,&quot; ujar dia.Ketiga, Indonesia menekankan pentingnya segera dilakukan engagement dengan semua pemegang kepentingan seperti yang dimandatkan oleh 5PC.
&quot;Kita yakin, hanya dengan engagement dengan all stakeholders, maka ASEAN akan dapat menjalankan fungsinya untuk memfasilitasi berlangsungnya dialog. Dan dialog nasional inilah yang diharapkan akan dapat membahas masa depan Myanmar,&quot; tuturnya.
Keempat, pertemuan juga membahas bagaimana bantuan kemanusiaan dapat dilanjutkan, dengan catatan bahwa bantuan kemanusiaan dapat mencapai rakyat yang memerlukannya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8xNi8xLzE1MTk4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sekjen ASEAN dalam pertemuan tadi melaporkan bahwa sejauh ini telah diterima komitmen sebesar USD27 juta untuk bantuan kemanusiaan di Myanmar, terutama untuk fase pertama, yaitu fase life-saving.
Kelima, pertemuan itu juga menyusun rekomendasi untuk KTT bulan depan di Phnom Penh. Rekomendasi akan diformulasikan tentunya melalui Chair dan dikonsultasikan dengan negara anggota ASEAN.
&quot;Tentunya di dalam pertemuan tadi Indonesia sudah menyampaikan beberapa elemen rekomendasi yang dapat dijadikan masukan dalam penyusunan rekomendasi secara keseluruhan yang akan disampaikan kepada para Leaders,&quot;ujar dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
