<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Pengalaman Disopiri Mbah Wahab, Dagdigdug Rasanya!</title><description>Gus Dur pun kaget dan dagdigdug menerima pertanyaan itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/27/337/2694942/humor-gus-dur-pengalaman-disopiri-mbah-wahab-dagdigdug-rasanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/27/337/2694942/humor-gus-dur-pengalaman-disopiri-mbah-wahab-dagdigdug-rasanya"/><item><title>Humor Gus Dur: Pengalaman Disopiri Mbah Wahab, Dagdigdug Rasanya!</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/27/337/2694942/humor-gus-dur-pengalaman-disopiri-mbah-wahab-dagdigdug-rasanya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/27/337/2694942/humor-gus-dur-pengalaman-disopiri-mbah-wahab-dagdigdug-rasanya</guid><pubDate>Kamis 27 Oktober 2022 05:05 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/26/337/2694942/humor-gus-dur-pengalaman-disopiri-mbah-wahab-dagdigdug-rasanya-br3NJnKlqr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Foto: Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/26/337/2694942/humor-gus-dur-pengalaman-disopiri-mbah-wahab-dagdigdug-rasanya-br3NJnKlqr.jpg</image><title>Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Foto: Istimewa/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden RI ke-4 KH. Abdurrahman Wahid atau disapa Gus Dur kerap melontarkan humor segar nan kritis. Humor ini biasanya ditujukan untuk meredakan ketegangan politik kala itu.
Salah satunya adalah kisah yang dikutip dari &amp;lsquo;Tawashow di Pesantren&amp;rsquo; yang ditulis Ahmad Fikri AF (LKiS, 1999). Suatu hari, Gus Dur pernah bilang bahwa kiai paling tawakkal itu adalah Mbah Wahab (KH Abdul Wahab Chasbullah).
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Banser Lebih Berani dari Prajurit AS dan Jepang
&amp;ldquo;Saya pernah ikut beliau nyetir mobil, ketika saya kebetulan ikut mudik ke Jombang,&amp;rdquo; terang Gus Dur, dikutip NU Online.
Di tengah perjalanan, tiba-tiba Mbah Wahab bertanya kepada Gus Dur. &amp;ldquo;Dur, sungai ini yang sebelah kiri jalan atau kanan jalan, Dur?&amp;rdquo;
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Kalau Penasaran, Cari Saja Moyang Saya 500 Tahun yang Lalu
Gus Dur pun kaget dan dagdigdug menerima pertanyaan itu. Gus Dur bertanya-tanya, bagaimana bisa Mbah Wahab berani menyetir mobil sementara dia tidak jelas melihat sungai di sebelah kiri dan kanan jalannya.Gus Dur pun langsung menawarkan jasa menyetir, menggantikan Mbah Wahab.

&amp;ldquo;Saya saja, Mbah, yang nyetir,&amp;rdquo; ujarnya.

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden RI ke-4 KH. Abdurrahman Wahid atau disapa Gus Dur kerap melontarkan humor segar nan kritis. Humor ini biasanya ditujukan untuk meredakan ketegangan politik kala itu.
Salah satunya adalah kisah yang dikutip dari &amp;lsquo;Tawashow di Pesantren&amp;rsquo; yang ditulis Ahmad Fikri AF (LKiS, 1999). Suatu hari, Gus Dur pernah bilang bahwa kiai paling tawakkal itu adalah Mbah Wahab (KH Abdul Wahab Chasbullah).
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Banser Lebih Berani dari Prajurit AS dan Jepang
&amp;ldquo;Saya pernah ikut beliau nyetir mobil, ketika saya kebetulan ikut mudik ke Jombang,&amp;rdquo; terang Gus Dur, dikutip NU Online.
Di tengah perjalanan, tiba-tiba Mbah Wahab bertanya kepada Gus Dur. &amp;ldquo;Dur, sungai ini yang sebelah kiri jalan atau kanan jalan, Dur?&amp;rdquo;
Baca juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Kalau Penasaran, Cari Saja Moyang Saya 500 Tahun yang Lalu
Gus Dur pun kaget dan dagdigdug menerima pertanyaan itu. Gus Dur bertanya-tanya, bagaimana bisa Mbah Wahab berani menyetir mobil sementara dia tidak jelas melihat sungai di sebelah kiri dan kanan jalannya.Gus Dur pun langsung menawarkan jasa menyetir, menggantikan Mbah Wahab.

&amp;ldquo;Saya saja, Mbah, yang nyetir,&amp;rdquo; ujarnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
