<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Gagal Ginjal Akut, Plt Bupati Bogor Instruksikan Dinkes Edukasi Warga hingga ke Posyandu</title><description>Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan angkat bicara terkait adanya kasus ginjal akut yang merenggut 3 nyawa anak di wilayah Kabupaten Bogor.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/28/338/2696513/kasus-gagal-ginjal-akut-plt-bupati-bogor-instruksikan-dinkes-edukasi-warga-hingga-ke-posyandu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/28/338/2696513/kasus-gagal-ginjal-akut-plt-bupati-bogor-instruksikan-dinkes-edukasi-warga-hingga-ke-posyandu"/><item><title>Kasus Gagal Ginjal Akut, Plt Bupati Bogor Instruksikan Dinkes Edukasi Warga hingga ke Posyandu</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/28/338/2696513/kasus-gagal-ginjal-akut-plt-bupati-bogor-instruksikan-dinkes-edukasi-warga-hingga-ke-posyandu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/28/338/2696513/kasus-gagal-ginjal-akut-plt-bupati-bogor-instruksikan-dinkes-edukasi-warga-hingga-ke-posyandu</guid><pubDate>Jum'at 28 Oktober 2022 16:33 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/28/338/2696513/kasus-gagal-ginjal-akut-plt-bupati-bogor-instruksikan-dinkes-edukasi-warga-hingga-ke-posyandu-xShwylbIYy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/28/338/2696513/kasus-gagal-ginjal-akut-plt-bupati-bogor-instruksikan-dinkes-edukasi-warga-hingga-ke-posyandu-xShwylbIYy.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>BOGOR - Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan angkat bicara terkait adanya kasus ginjal akut yang merenggut 3 nyawa anak di wilayah Kabupaten Bogor. Terkait kasus itu, Iwan meminta kepada semua pihak mengikuti arahan Kementerian Kesehatan.

&quot;Kemarin saya udah koordinasi dengan Dinkes ya, edaran dan mungkin apa teknis saya sudah perintahkan bu Kadinkes. Apa yang menjadi direkomendasikan atau diarahkan Kemenkes dijalankan, kalau memang beberapa obat terindikasi ya operasi. Teknisnya bagaimana, saya serahkan ke dokter Mike (Kadinkes) bagaimana langkah-langkah terkait teknisnya ikuti pemerintah pusat,&quot; kata Iwan kepada wartawan, Jumat (28/10/2022).

Menurutnya, diperlukan satu langkah yang sama antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat terkait upaya pencegahan gagal ginjal akut. Terlebih penyakit ini sudah merenggut nyawa.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yOC8zNC8xNTU3OTkvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Karena apa? Karena di Bogor juga sudah ada, ini antisipasinya bagaimana koordinasi dengan Kementerian Kesehatan di pemerintah pusat, kita harus satu jalur, satu suara dan perintah-perintah apa yang harus dilaksanakan terkait obat-obatan, diverifikasi diidentifikasi supaya Bogor itu selamat (dari) yang diisukan sekarang terkait obat-obatan sirup yang memang berdampak pada gagal ginjal akut kan bahaya ya,&quot; ungkapnya.

Di samping itu, kata dia, diperlukan edukasi kepada masyarakat terkait penanganan ketika anak sakit. Dimana orang tua tidak perlu panik berlebih dengan langsung memberikan obat apalagi tanpa resep.

&quot;Harus ada literasi ya terhadap edukasi masyarakat, jangan bentar-bentar anak panas langsung minum obat sirup, ini literasi penting. Literasi pelatihan itu kepada masyarakat menyampaikan, jangan terlalu panik jika anak sakit, kasih edukasi, ini kan sekarang pengennya praktis. Contoh, belum apa-apa, baru (sakit) panas dalem minum antibiotik, padahal kan masih ada cara lain antibiotik itu kan keras,&quot; jelasnya.



Karena itu, edukasi ke masyarakat juga penting dilakukan. Pemkab Bogor melalui Dinas Kesehatan akan turun hingga tingkat Posyandu guna memberikan edukasi terkait kasus gagal ginjal akut.

&quot;Literasi itu kan memberikan gambaran tentang buku bacaan, bagaimana menghadapi situasi (contoh) anak panas ini kan ada buku-buku. Nanti saya akan bikin literatur ukur lah, dimulai dari desa Posyandu memberikan gambaran kepada masyarakat. Emang sirup itu obat warung itu, nah ini yang perlu diedukasi lah, nanti saya akan struktur ke Posyandu,&quot; tutupnya.

Sebelumnya, tiga anak di bawah umur asal Kabupaten Bogor meninggal dunia karena sakit gagal ginjal akut. Sedangkan, satu anak lainnya diketahui masih menjalani perawatan di rumah sakit dengan status suspek karena menunggu hasil pemeriksaan.
</description><content:encoded>BOGOR - Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan angkat bicara terkait adanya kasus ginjal akut yang merenggut 3 nyawa anak di wilayah Kabupaten Bogor. Terkait kasus itu, Iwan meminta kepada semua pihak mengikuti arahan Kementerian Kesehatan.

&quot;Kemarin saya udah koordinasi dengan Dinkes ya, edaran dan mungkin apa teknis saya sudah perintahkan bu Kadinkes. Apa yang menjadi direkomendasikan atau diarahkan Kemenkes dijalankan, kalau memang beberapa obat terindikasi ya operasi. Teknisnya bagaimana, saya serahkan ke dokter Mike (Kadinkes) bagaimana langkah-langkah terkait teknisnya ikuti pemerintah pusat,&quot; kata Iwan kepada wartawan, Jumat (28/10/2022).

Menurutnya, diperlukan satu langkah yang sama antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat terkait upaya pencegahan gagal ginjal akut. Terlebih penyakit ini sudah merenggut nyawa.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yOC8zNC8xNTU3OTkvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Karena apa? Karena di Bogor juga sudah ada, ini antisipasinya bagaimana koordinasi dengan Kementerian Kesehatan di pemerintah pusat, kita harus satu jalur, satu suara dan perintah-perintah apa yang harus dilaksanakan terkait obat-obatan, diverifikasi diidentifikasi supaya Bogor itu selamat (dari) yang diisukan sekarang terkait obat-obatan sirup yang memang berdampak pada gagal ginjal akut kan bahaya ya,&quot; ungkapnya.

Di samping itu, kata dia, diperlukan edukasi kepada masyarakat terkait penanganan ketika anak sakit. Dimana orang tua tidak perlu panik berlebih dengan langsung memberikan obat apalagi tanpa resep.

&quot;Harus ada literasi ya terhadap edukasi masyarakat, jangan bentar-bentar anak panas langsung minum obat sirup, ini literasi penting. Literasi pelatihan itu kepada masyarakat menyampaikan, jangan terlalu panik jika anak sakit, kasih edukasi, ini kan sekarang pengennya praktis. Contoh, belum apa-apa, baru (sakit) panas dalem minum antibiotik, padahal kan masih ada cara lain antibiotik itu kan keras,&quot; jelasnya.



Karena itu, edukasi ke masyarakat juga penting dilakukan. Pemkab Bogor melalui Dinas Kesehatan akan turun hingga tingkat Posyandu guna memberikan edukasi terkait kasus gagal ginjal akut.

&quot;Literasi itu kan memberikan gambaran tentang buku bacaan, bagaimana menghadapi situasi (contoh) anak panas ini kan ada buku-buku. Nanti saya akan bikin literatur ukur lah, dimulai dari desa Posyandu memberikan gambaran kepada masyarakat. Emang sirup itu obat warung itu, nah ini yang perlu diedukasi lah, nanti saya akan struktur ke Posyandu,&quot; tutupnya.

Sebelumnya, tiga anak di bawah umur asal Kabupaten Bogor meninggal dunia karena sakit gagal ginjal akut. Sedangkan, satu anak lainnya diketahui masih menjalani perawatan di rumah sakit dengan status suspek karena menunggu hasil pemeriksaan.
</content:encoded></item></channel></rss>
