<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Kota Wuhan Kembali Lockdown, Covid-19 Kian Menggila di China  </title><description>Wuhan kini kembali diguncang dengan ancaman kasus Covid-19 baru</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/29/18/2696496/5-fakta-kota-wuhan-kembali-lockdown-covid-19-kian-menggila-di-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/29/18/2696496/5-fakta-kota-wuhan-kembali-lockdown-covid-19-kian-menggila-di-china"/><item><title>5 Fakta Kota Wuhan Kembali Lockdown, Covid-19 Kian Menggila di China  </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/29/18/2696496/5-fakta-kota-wuhan-kembali-lockdown-covid-19-kian-menggila-di-china</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/29/18/2696496/5-fakta-kota-wuhan-kembali-lockdown-covid-19-kian-menggila-di-china</guid><pubDate>Sabtu 29 Oktober 2022 05:01 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/28/18/2696496/5-fakta-kota-wuhan-kembali-lockdown-covid-19-kian-menggila-di-china-QPEqnOhLWA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wuhan lockdown/Foto: Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/28/18/2696496/5-fakta-kota-wuhan-kembali-lockdown-covid-19-kian-menggila-di-china-QPEqnOhLWA.jpg</image><title>Wuhan lockdown/Foto: Reuters</title></images><description>
BEIJING - Wuhan resmi menghentikan karantina wilayah atau lockdown pada April 2020 lalu, yang menandakan bahwa kota itu telah terbebas dari pandemi Covid-19. Bahkan, pada pergantian tahun 2020 kota itu merayakannya dengan gegap gempita.

Namun, dua tahun lebih setelah pembukaan karantina wilayah itu, Wuhan kini kembali diguncang dengan ancaman kasus Covid-19 baru. Tercatat, kasus harian di kota berpenduduk 11 juta jiwa itu mengalami peningkatan setiap harinya, dan bermuara pada pemberlakuan lockdown baru.
BACA JUGA:Terbang Tembus Badai Es, Pesawat LATAM Rusak Berat, Hidung Hancur dan Mesin Mati

Berikut fakta-fakta terkait pemberlakuan lockdown kembali di Wuhan.

1. Kembali lockdown

Kota Wuhan, yang diidentifikasi sebagai tempat awal sebaran virus Covid-19 kembali ditempatkan dalam karantina wilayah (lockdown). Lockdown ini berlangsung di saat kota-kota di China memperketat pembatasan Covid-19 setelah lebih dari 1.000 kasus tercatat selama tiga hari berturut-turut.

Meskipun penambahan kasus harian Covid-19 di Wuhan masih terbilang kecil menurut standar global, namun penyebaran varian Omicron yang terjadi di negara itu tetap mengkhawatirkan.
BACA JUGA:Terbang Tembus Badai Es, Pesawat LATAM Rusak Berat, Hidung Hancur dan Mesin Mati

2. Tambahan puluhan kasus harian

Wuhan melaporkan, di wilayah tersebut terjadi peningkatan kasus aktif harian Covid-19. Tercatat, setiap harinya paling tidak ada 20 hingga 25 kasus harian Covid-19 baru.

Hal itu mendorong pemerintah setempat untuk memerintahkan lebih dari 800.000 orang di satu distrik untuk tinggal di rumah hingga Minggu, (30/10/2022).

Guangzhou, kota terbesar keempat di China dan ibu kota provinsi Guangdongdisebut juga menutup lebih banyak jalan dan lingkungan dan menahan orang-orang di rumah mereka karena daerah baru dianggap berisiko tinggi dalam kebangkitan Covid-19.
BACA JUGA:Wuhan Kembali Lockdown Setelah Covid Melonjak, 800 Ribu Orang Dipaksa Tinggal di Rumah
&amp;nbsp;
&quot;Saya tidak tahu harus berbuat apa. Jika kami masih bisa bertahan hidup seperti ini maka saya kira itulah yang akan kami lakukan,&quot; kata seorang warga Wuhan bermarga Chang, 38 tahun, sebagaimana dilansir Reuters.


3. Warga Wuhan mulai 'mati rasa' dengan Covid-19

Warga Wuhan, sebagaimana warga dunia lainnya, tentu sudah jenuh dengan pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia dalam 3 tahun terakhir. Pembatasan wilayah, karantina, isolasi, atau lockdown telah membuat masyarakat jenuh.

&quot;Ketika kami melihat berita tentang COVID ini, kami sekarang merasa agak mati rasa. Kami merasa mati rasa terhadap semua itu. Kami merasa semakin mati rasa,&quot; lanjut Chang.

4. Menangguhkan penjualan dagig babi

Pemeritahan Kota Wuhan pun disebutkan telah menangguhkan penjualan daging babi lantaran ditemukannya kasus Covid-19 pada rantai pasok hewan ternak tersebut.

Di Xining, ibu kota Provinsi Qinghai, unggahan media sosial menceritakan tentang kekurangan pangan dan kenaikan harga barang-barang penting ketika otoritas kesehatan di kota berpenduduk 2,5 juta orang itu berlomba untuk menahan rebound Covid-19 setelah liburan Hari Nasional selama seminggu pada awal Oktober.

5. Taman hiburan kembali ditutup

Di Beijing, taman hiburan Universal Resort ditutup pada Rabu, (26/10/2022) setelah satu pengunjung dinyatakan positif terkena virus corona.

China telah berulang kali bersumpah untuk tetap pada respons tanpa toleransi terhadap Covid-19 dan menerapkan apa yang dikatakan pihak berwenang sebagai langkah-langkah yang diperlukan untuk menahan virus.</description><content:encoded>
BEIJING - Wuhan resmi menghentikan karantina wilayah atau lockdown pada April 2020 lalu, yang menandakan bahwa kota itu telah terbebas dari pandemi Covid-19. Bahkan, pada pergantian tahun 2020 kota itu merayakannya dengan gegap gempita.

Namun, dua tahun lebih setelah pembukaan karantina wilayah itu, Wuhan kini kembali diguncang dengan ancaman kasus Covid-19 baru. Tercatat, kasus harian di kota berpenduduk 11 juta jiwa itu mengalami peningkatan setiap harinya, dan bermuara pada pemberlakuan lockdown baru.
BACA JUGA:Terbang Tembus Badai Es, Pesawat LATAM Rusak Berat, Hidung Hancur dan Mesin Mati

Berikut fakta-fakta terkait pemberlakuan lockdown kembali di Wuhan.

1. Kembali lockdown

Kota Wuhan, yang diidentifikasi sebagai tempat awal sebaran virus Covid-19 kembali ditempatkan dalam karantina wilayah (lockdown). Lockdown ini berlangsung di saat kota-kota di China memperketat pembatasan Covid-19 setelah lebih dari 1.000 kasus tercatat selama tiga hari berturut-turut.

Meskipun penambahan kasus harian Covid-19 di Wuhan masih terbilang kecil menurut standar global, namun penyebaran varian Omicron yang terjadi di negara itu tetap mengkhawatirkan.
BACA JUGA:Terbang Tembus Badai Es, Pesawat LATAM Rusak Berat, Hidung Hancur dan Mesin Mati

2. Tambahan puluhan kasus harian

Wuhan melaporkan, di wilayah tersebut terjadi peningkatan kasus aktif harian Covid-19. Tercatat, setiap harinya paling tidak ada 20 hingga 25 kasus harian Covid-19 baru.

Hal itu mendorong pemerintah setempat untuk memerintahkan lebih dari 800.000 orang di satu distrik untuk tinggal di rumah hingga Minggu, (30/10/2022).

Guangzhou, kota terbesar keempat di China dan ibu kota provinsi Guangdongdisebut juga menutup lebih banyak jalan dan lingkungan dan menahan orang-orang di rumah mereka karena daerah baru dianggap berisiko tinggi dalam kebangkitan Covid-19.
BACA JUGA:Wuhan Kembali Lockdown Setelah Covid Melonjak, 800 Ribu Orang Dipaksa Tinggal di Rumah
&amp;nbsp;
&quot;Saya tidak tahu harus berbuat apa. Jika kami masih bisa bertahan hidup seperti ini maka saya kira itulah yang akan kami lakukan,&quot; kata seorang warga Wuhan bermarga Chang, 38 tahun, sebagaimana dilansir Reuters.


3. Warga Wuhan mulai 'mati rasa' dengan Covid-19

Warga Wuhan, sebagaimana warga dunia lainnya, tentu sudah jenuh dengan pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia dalam 3 tahun terakhir. Pembatasan wilayah, karantina, isolasi, atau lockdown telah membuat masyarakat jenuh.

&quot;Ketika kami melihat berita tentang COVID ini, kami sekarang merasa agak mati rasa. Kami merasa mati rasa terhadap semua itu. Kami merasa semakin mati rasa,&quot; lanjut Chang.

4. Menangguhkan penjualan dagig babi

Pemeritahan Kota Wuhan pun disebutkan telah menangguhkan penjualan daging babi lantaran ditemukannya kasus Covid-19 pada rantai pasok hewan ternak tersebut.

Di Xining, ibu kota Provinsi Qinghai, unggahan media sosial menceritakan tentang kekurangan pangan dan kenaikan harga barang-barang penting ketika otoritas kesehatan di kota berpenduduk 2,5 juta orang itu berlomba untuk menahan rebound Covid-19 setelah liburan Hari Nasional selama seminggu pada awal Oktober.

5. Taman hiburan kembali ditutup

Di Beijing, taman hiburan Universal Resort ditutup pada Rabu, (26/10/2022) setelah satu pengunjung dinyatakan positif terkena virus corona.

China telah berulang kali bersumpah untuk tetap pada respons tanpa toleransi terhadap Covid-19 dan menerapkan apa yang dikatakan pihak berwenang sebagai langkah-langkah yang diperlukan untuk menahan virus.</content:encoded></item></channel></rss>
