<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KTT G20, TNI AL Kerahkan 3.000 Personel dan 12 Kapal Perang untuk Pengamanan </title><description>TNI AL mengerahkan sebanyak 3.000 personel untuk mengamankan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/31/337/2697873/ktt-g20-tni-al-kerahkan-3-000-personel-dan-12-kapal-perang-untuk-pengamanan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/10/31/337/2697873/ktt-g20-tni-al-kerahkan-3-000-personel-dan-12-kapal-perang-untuk-pengamanan"/><item><title>KTT G20, TNI AL Kerahkan 3.000 Personel dan 12 Kapal Perang untuk Pengamanan </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/10/31/337/2697873/ktt-g20-tni-al-kerahkan-3-000-personel-dan-12-kapal-perang-untuk-pengamanan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/10/31/337/2697873/ktt-g20-tni-al-kerahkan-3-000-personel-dan-12-kapal-perang-untuk-pengamanan</guid><pubDate>Senin 31 Oktober 2022 13:09 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/31/337/2697873/ktt-g20-tni-al-kerahkan-3-000-personel-dan-12-kapal-perang-untuk-pengamanan-Eys78SdxoQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KSAL Laksamana TNI Yudo Margono. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/31/337/2697873/ktt-g20-tni-al-kerahkan-3-000-personel-dan-12-kapal-perang-untuk-pengamanan-Eys78SdxoQ.jpg</image><title>KSAL Laksamana TNI Yudo Margono. (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - TNI AL mengerahkan sebanyak 3.000 personel untuk mengamankan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang digelar di Bali pada 15-16 November mendatang.

Selain menyiapkan 3.000 personel, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengatakan bahwa mengatakan, TNI AL juga akan melibatkan 12 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI).

&quot;Kita libatkan 12 KRI dengan personel kurang lebih 3000 personel, baik marinir maupun pengawak marinir tersebut maupun Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) yang terkait. Seperti Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) 5, Lanal Banyuwangi, maupun Lanal Benoa, termasuk pesawat udara,&quot; kata Yudo di Jakarta Utara, Senin (31/10/2022).

BACA JUGA:Transisi Energi Terbarukan Akan Jadi Isu Penting di KTT G20


BACA JUGA:Bicara Soal KTT G20 Bali, Putin: Saya Mungkin Akan Hadir

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wNy8xLzE1NDQ1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Semua KRI yang memiliki helideck saya perintahkan untuk membawa heli semuanya. sehingga bisa terpadu, kemudian juga ada pasukan khusus dari Denjaka, kemudian Kopaska yang on bird di KRI tersebut,&quot; sambungnya.

Dengan demikian, KRI yang dilibatkan betul-betul kapal yang siap tempur dalam mengamankan pemimpin-pemimpin negara.

&quot;Betul-betul KRI yang disiapkan, merupakan KRI yang siap tempur dan ini adalah mengamankan pemimpin-pemimpin negara. Sehingga kita harus betul-betul menyiapkan kapal-kapal yang siap tempur,&quot; katanya.
Yudo menegaskan, dirinya akan memeriksa langsung ke Koarmada II untuk melihat kesiapan dan melaksanakan tactical floor game pada esok hari.&amp;nbsp;

&quot;Kemudian untuk pengamanan G20. Besok ada kita laksanakan, saya pengen melihat kesiapan kita laksanakan tactical floor game. Pangkoarmada II kita tunjuk dan satgas-satgasnya saya pengen lihat bagaimana sistem pengamannya besok,&quot; katanya.

&quot;Saya selaku pembina, saya juga ingin tahu bagaimana Pangkoarmada II dalam menyelenggarakan pengamanan G20 dengan unsur-unsur gabungan. Dari armada I, II, III sehingga dengan marinir juga disana, sehingga saya juga harus mastiikan berapa jumlah yang diproyeksikan,&quot; sambungnya.

Dirinya ingin melihat langsung bagaimana penempatan dan teknik yang akan digunakan dalam pengamanan. &quot;Kemudian bagaimana penempatannya, bagaimana dalam teknik pengamannya nantinya,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - TNI AL mengerahkan sebanyak 3.000 personel untuk mengamankan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang digelar di Bali pada 15-16 November mendatang.

Selain menyiapkan 3.000 personel, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengatakan bahwa mengatakan, TNI AL juga akan melibatkan 12 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI).

&quot;Kita libatkan 12 KRI dengan personel kurang lebih 3000 personel, baik marinir maupun pengawak marinir tersebut maupun Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) yang terkait. Seperti Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) 5, Lanal Banyuwangi, maupun Lanal Benoa, termasuk pesawat udara,&quot; kata Yudo di Jakarta Utara, Senin (31/10/2022).

BACA JUGA:Transisi Energi Terbarukan Akan Jadi Isu Penting di KTT G20


BACA JUGA:Bicara Soal KTT G20 Bali, Putin: Saya Mungkin Akan Hadir

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wNy8xLzE1NDQ1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Semua KRI yang memiliki helideck saya perintahkan untuk membawa heli semuanya. sehingga bisa terpadu, kemudian juga ada pasukan khusus dari Denjaka, kemudian Kopaska yang on bird di KRI tersebut,&quot; sambungnya.

Dengan demikian, KRI yang dilibatkan betul-betul kapal yang siap tempur dalam mengamankan pemimpin-pemimpin negara.

&quot;Betul-betul KRI yang disiapkan, merupakan KRI yang siap tempur dan ini adalah mengamankan pemimpin-pemimpin negara. Sehingga kita harus betul-betul menyiapkan kapal-kapal yang siap tempur,&quot; katanya.
Yudo menegaskan, dirinya akan memeriksa langsung ke Koarmada II untuk melihat kesiapan dan melaksanakan tactical floor game pada esok hari.&amp;nbsp;

&quot;Kemudian untuk pengamanan G20. Besok ada kita laksanakan, saya pengen melihat kesiapan kita laksanakan tactical floor game. Pangkoarmada II kita tunjuk dan satgas-satgasnya saya pengen lihat bagaimana sistem pengamannya besok,&quot; katanya.

&quot;Saya selaku pembina, saya juga ingin tahu bagaimana Pangkoarmada II dalam menyelenggarakan pengamanan G20 dengan unsur-unsur gabungan. Dari armada I, II, III sehingga dengan marinir juga disana, sehingga saya juga harus mastiikan berapa jumlah yang diproyeksikan,&quot; sambungnya.

Dirinya ingin melihat langsung bagaimana penempatan dan teknik yang akan digunakan dalam pengamanan. &quot;Kemudian bagaimana penempatannya, bagaimana dalam teknik pengamannya nantinya,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
