<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Komnas HAM: 45 Tembakan Gas Air Mata Diletuskan saat Tragedi Kanjuruhan</title><description>Beka menambahkan bahwa senjata yang digunakan oleh aparat pada saat itu adalah senjata berjenis laras licin panjang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/02/337/2699510/komnas-ham-45-tembakan-gas-air-mata-diletuskan-saat-tragedi-kanjuruhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/11/02/337/2699510/komnas-ham-45-tembakan-gas-air-mata-diletuskan-saat-tragedi-kanjuruhan"/><item><title>Komnas HAM: 45 Tembakan Gas Air Mata Diletuskan saat Tragedi Kanjuruhan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/02/337/2699510/komnas-ham-45-tembakan-gas-air-mata-diletuskan-saat-tragedi-kanjuruhan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/11/02/337/2699510/komnas-ham-45-tembakan-gas-air-mata-diletuskan-saat-tragedi-kanjuruhan</guid><pubDate>Rabu 02 November 2022 15:53 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Ronaldo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/02/337/2699510/komnas-ham-45-tembakan-gas-air-mata-diletuskan-saat-tragedi-kanjuruhan-Gk1Wm8RvD7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara (Foto: MNC Portal)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/02/337/2699510/komnas-ham-45-tembakan-gas-air-mata-diletuskan-saat-tragedi-kanjuruhan-Gk1Wm8RvD7.jpg</image><title>Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara (Foto: MNC Portal)</title></images><description>JAKARTA - Komnas HAM mengungkapkan total banyaknya tembakan gas air mata di Stadion Kanjuruhan, Malang pada saat pertandingan Arema Malang melawan Persebaya Surabaya, Sabtu 1 Oktober 2022.
Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara mengatakan bahwa penembakan bukan saja dilakukan oleh anggota Brimob Polda Jatim, melainkan dari satuan Sabhara.
&quot;Terkait dengan penembakan gas air mata dalam Stadion Kanjuruhan, bahwa yang melakukan penembakan gas aiar mata tidak hanya Brimob, tapi juga personel Sabhara,&quot; ujarnya di Kantor Komnas HAM, Rabu (2/11/2022).
Beka menambahkan bahwa senjata yang digunakan oleh aparat pada saat itu adalah senjata berjenis laras licin panjang.
Amunisi yang digunakan selongsong kaliber 37mm-38mm, Flash Ball Super Pro 44mm dan anti riot AGL kaliber 38 mm.
Baca juga:&amp;nbsp;Komnas HAM Pertimbangkan Tragedi Kanjuruhan Masuk Kategori Pelanggaran HAM Berat
&quot;Adapun amunisi gas air mata yang digunakan merupakan stok tahun 2019 dan telah expired atau kedaluwarsa,&quot; terangnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Komnas HAM Buka Peluang Komunikasi dengan PBB Terkait Tragedi Kanjuruhan
Menurutnya, penembakan sendiri dilakukan tanpa koordinasi dengan Kapolres Malang pada saat itu.
&quot;Dari pukul 22.08.59 WIB sampai 22.09.08 WIB, Brimob 11 kali menembakkan gas air mata ke arah selatan lapangan, setiap tembakan berisi 1 sampai 5 amunisi gas air mata. Aparat kembali menembakkan gas air mata pada pukul 22.11.09 WIB dan pada pukul 22.11 WIB hingga pukul 22.15 WIB diperkirakan ditembakkan 24 kali,&quot; jelasnya.
Beka menerangkan dari total 45 tembakan yang dikeluarkan, data yang diperoleh didapatkan sebanyak 27 tembakan gas air mata yang terlihat langsung dan 18 tembakan yang bersumber dari suara ledakan.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wMi8xLzE1NjEwOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Komnas HAM mengungkapkan total banyaknya tembakan gas air mata di Stadion Kanjuruhan, Malang pada saat pertandingan Arema Malang melawan Persebaya Surabaya, Sabtu 1 Oktober 2022.
Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara mengatakan bahwa penembakan bukan saja dilakukan oleh anggota Brimob Polda Jatim, melainkan dari satuan Sabhara.
&quot;Terkait dengan penembakan gas air mata dalam Stadion Kanjuruhan, bahwa yang melakukan penembakan gas aiar mata tidak hanya Brimob, tapi juga personel Sabhara,&quot; ujarnya di Kantor Komnas HAM, Rabu (2/11/2022).
Beka menambahkan bahwa senjata yang digunakan oleh aparat pada saat itu adalah senjata berjenis laras licin panjang.
Amunisi yang digunakan selongsong kaliber 37mm-38mm, Flash Ball Super Pro 44mm dan anti riot AGL kaliber 38 mm.
Baca juga:&amp;nbsp;Komnas HAM Pertimbangkan Tragedi Kanjuruhan Masuk Kategori Pelanggaran HAM Berat
&quot;Adapun amunisi gas air mata yang digunakan merupakan stok tahun 2019 dan telah expired atau kedaluwarsa,&quot; terangnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Komnas HAM Buka Peluang Komunikasi dengan PBB Terkait Tragedi Kanjuruhan
Menurutnya, penembakan sendiri dilakukan tanpa koordinasi dengan Kapolres Malang pada saat itu.
&quot;Dari pukul 22.08.59 WIB sampai 22.09.08 WIB, Brimob 11 kali menembakkan gas air mata ke arah selatan lapangan, setiap tembakan berisi 1 sampai 5 amunisi gas air mata. Aparat kembali menembakkan gas air mata pada pukul 22.11.09 WIB dan pada pukul 22.11 WIB hingga pukul 22.15 WIB diperkirakan ditembakkan 24 kali,&quot; jelasnya.
Beka menerangkan dari total 45 tembakan yang dikeluarkan, data yang diperoleh didapatkan sebanyak 27 tembakan gas air mata yang terlihat langsung dan 18 tembakan yang bersumber dari suara ledakan.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wMi8xLzE1NjEwOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
