<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ubah Belanja Pertahanan Jadi Investasi, Prabowo Dorong Kerja Sama Supplier Alutsista Luar Negeri dengan Lokal</title><description>&amp;nbsp;
Prabowo mengharuskan supplier luar negeri yang ingin masuk ke Indonesia untuk menggandeng industri dalam negeri&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/03/337/2699907/ubah-belanja-pertahanan-jadi-investasi-prabowo-dorong-kerja-sama-supplier-alutsista-luar-negeri-dengan-lokal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/11/03/337/2699907/ubah-belanja-pertahanan-jadi-investasi-prabowo-dorong-kerja-sama-supplier-alutsista-luar-negeri-dengan-lokal"/><item><title>Ubah Belanja Pertahanan Jadi Investasi, Prabowo Dorong Kerja Sama Supplier Alutsista Luar Negeri dengan Lokal</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/03/337/2699907/ubah-belanja-pertahanan-jadi-investasi-prabowo-dorong-kerja-sama-supplier-alutsista-luar-negeri-dengan-lokal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/11/03/337/2699907/ubah-belanja-pertahanan-jadi-investasi-prabowo-dorong-kerja-sama-supplier-alutsista-luar-negeri-dengan-lokal</guid><pubDate>Kamis 03 November 2022 09:11 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/03/337/2699907/ubah-belanja-pertahanan-jadi-investasi-prabowo-dorong-kerja-sama-supplier-alutsista-luar-negeri-dengan-lokal-hdZq8jdUTT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo pada gelaran Indo Defence 2022/Foto: Istimewa </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/03/337/2699907/ubah-belanja-pertahanan-jadi-investasi-prabowo-dorong-kerja-sama-supplier-alutsista-luar-negeri-dengan-lokal-hdZq8jdUTT.jpg</image><title>Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo pada gelaran Indo Defence 2022/Foto: Istimewa </title></images><description>JAKARTA - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto terus mendorong kerja sama industri pertahanan lokal dengan supplier alutsista dari luar negeri. Hal ini untuk menciptakan kemandirian alutsista nasional.

Prabowo mengharuskan supplier luar negeri yang ingin masuk ke Indonesia untuk menggandeng industri dalam negeri guna mengubah belanja pertahanan menjadi investasi pertahanan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Pecah Ban, Truk Muatan Baja Ringan Terguling di Tol Jagorawi
&quot;Kita ingin memacu kerja sama, jadi kita paksakan semua supplier dari luar harus kerja sama dengan industri dalam negeri,&quot; katanya di sela-sela Indo Defence 2022 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2022).

Prabowo mengatakan supplier dari luar negeri adalah untuk menyediakan teknologi yang belum dikuasi oleh Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Gelombang Tinggi hingga 6 Meter, BMKG Minta Nelayan dan Penumpang Kapal Waspada
&quot;Untuk alutsista yang teknologinya belum kita kuasai sepenuhnya, seperti pesawat tempur fighter-fighter itu, kita sudah kontrak dengan Prancis, Rafale. Kemudian beberapa senjata yang canggih. Kita harus terpaksa masih mencari dari luar,&quot; ujar Prabowo.

Prabowo optimistis upaya ini dapat menggenjot perkembangan industri pertahanan dalam negeri.

&quot;Kita akan perbaiki, sudah ada pergantian manajemen. Kita optimistis bahwa kita bisa memperbaiki kinerjanya, kita bereskan semuanya, perbaiki performanya. Kita negara besar dan produksinya juga harus besar,&quot; kata Prabowo.

Presiden RI Joko Widodo yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa perkembangan industri pertahanan di dalam negeri, baik BUMN dan swasta berkembang sangat bagus.

Hal itu terjadi karena pemerintah telah memberikan ruang yang luas kepada swasta untuk ikut membangun indhan Indonesia.

&quot;Saya kira ini sebuah perkembangan yang sangat baik dan yang paling penting kita bisa mengadopsi sebanyak mungkin teknologi-teknologi baru di bidang pertahanan militer. Yang paling penting itu,&quot; kata Jokowi kepada Prabowo.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto terus mendorong kerja sama industri pertahanan lokal dengan supplier alutsista dari luar negeri. Hal ini untuk menciptakan kemandirian alutsista nasional.

Prabowo mengharuskan supplier luar negeri yang ingin masuk ke Indonesia untuk menggandeng industri dalam negeri guna mengubah belanja pertahanan menjadi investasi pertahanan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Pecah Ban, Truk Muatan Baja Ringan Terguling di Tol Jagorawi
&quot;Kita ingin memacu kerja sama, jadi kita paksakan semua supplier dari luar harus kerja sama dengan industri dalam negeri,&quot; katanya di sela-sela Indo Defence 2022 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2022).

Prabowo mengatakan supplier dari luar negeri adalah untuk menyediakan teknologi yang belum dikuasi oleh Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Gelombang Tinggi hingga 6 Meter, BMKG Minta Nelayan dan Penumpang Kapal Waspada
&quot;Untuk alutsista yang teknologinya belum kita kuasai sepenuhnya, seperti pesawat tempur fighter-fighter itu, kita sudah kontrak dengan Prancis, Rafale. Kemudian beberapa senjata yang canggih. Kita harus terpaksa masih mencari dari luar,&quot; ujar Prabowo.

Prabowo optimistis upaya ini dapat menggenjot perkembangan industri pertahanan dalam negeri.

&quot;Kita akan perbaiki, sudah ada pergantian manajemen. Kita optimistis bahwa kita bisa memperbaiki kinerjanya, kita bereskan semuanya, perbaiki performanya. Kita negara besar dan produksinya juga harus besar,&quot; kata Prabowo.

Presiden RI Joko Widodo yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa perkembangan industri pertahanan di dalam negeri, baik BUMN dan swasta berkembang sangat bagus.

Hal itu terjadi karena pemerintah telah memberikan ruang yang luas kepada swasta untuk ikut membangun indhan Indonesia.

&quot;Saya kira ini sebuah perkembangan yang sangat baik dan yang paling penting kita bisa mengadopsi sebanyak mungkin teknologi-teknologi baru di bidang pertahanan militer. Yang paling penting itu,&quot; kata Jokowi kepada Prabowo.
</content:encoded></item></channel></rss>
