<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AS dan Korsel: Penggunaan Nuklir Korut akan 'Akhiri' Rezim Kim Jong-un</title><description>Letihan militer AS dan Korsel telah membuat marah Korut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/04/18/2700951/as-dan-korsel-penggunaan-nuklir-korut-akan-akhiri-rezim-kim-jong-un</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/11/04/18/2700951/as-dan-korsel-penggunaan-nuklir-korut-akan-akhiri-rezim-kim-jong-un"/><item><title>AS dan Korsel: Penggunaan Nuklir Korut akan 'Akhiri' Rezim Kim Jong-un</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/04/18/2700951/as-dan-korsel-penggunaan-nuklir-korut-akan-akhiri-rezim-kim-jong-un</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/11/04/18/2700951/as-dan-korsel-penggunaan-nuklir-korut-akan-akhiri-rezim-kim-jong-un</guid><pubDate>Jum'at 04 November 2022 15:07 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/04/18/2700951/as-dan-korsel-penggunaan-nuklir-korut-akan-akhiri-rezim-kim-jong-un-JWZuDQfZz5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyaksikan peluncuran rudal dari sebuah lokasi yang tidak diungkap dalam foto tak bertanggal yang dirilis pada 10 Oktober 2022. (Foto: KCNA via Reuters) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/04/18/2700951/as-dan-korsel-penggunaan-nuklir-korut-akan-akhiri-rezim-kim-jong-un-JWZuDQfZz5.jpg</image><title>Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyaksikan peluncuran rudal dari sebuah lokasi yang tidak diungkap dalam foto tak bertanggal yang dirilis pada 10 Oktober 2022. (Foto: KCNA via Reuters) </title></images><description>WASHINGTON - Para pemimpin pertahanan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan memperingatkan Pyongyang bahwa setiap penggunaan senjata nuklir yang dilakukan oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, akan menjadi &amp;ldquo;akhir&amp;rdquo; rezimnya.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Korsel Kerahkan 80 Jet Tempur Setelah 180 Pesawat Korut Terbang Dekat Perbatasan

&amp;ldquo;Menteri Pertahanan AS, (Lloyd) Austin dan saya menegaskan bahwa setiap serangan nuklir (yang dilakukan) oleh Korea Utara, termasuk penggunaan senjata nuklir taktis, tidak dapat diterima dan akan berakibat berakhirnya rezim Kim Jung Un dengan tanggapan aliansi yang luar biasa dan tegas,&amp;rdquo; ujar Menteri Pertahanan Nasional Korea Selatan, Lee Jong-sup kepada wartawan di Pentagon.
Untuk menunjukkan solidaritas, kedua pemimpin pertahanan tersebut juga mengumumkan pada Kamis (3/11/2022) bahwa mereka memperpanjang latihan militer bersama, Vigilant Storm, yang sedang berlangsung pada Jumat, (28/10/2022) dan akan berakhir pada Sabtu, (5/11/2022).
&amp;ldquo;Saya berkonsultasi dengan Menteri Lee, dan kami telah memutuskan untuk memperpanjang Vigilant Storm, yang merupakan latihan gabungan panjang yang sudah kami jadwalkan, untuk lebih meningkatkan kesiapan dan kemampuan dua sistem kami secara harmonis,&amp;rdquo; kata Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, dalam konferensi pers gabungan, sebagaimana dilansir dari VOA Indonesia.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Korut Tembakkan Rudal ke Korsel, Presiden Yoon Bersumpah Balas dengan Cepat dan Tegas

Sekira 240 pesawat ikut diturunkan dalam latihan itu, bersama dengan ribuan tentara AS dan Korea Selatan.
Juru Bicara Pentagon Letnan Kolonel Martin Meiners mengatakan kepada VOA, latihan udara itu diperpanjang hingga 5 November.
</description><content:encoded>WASHINGTON - Para pemimpin pertahanan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan memperingatkan Pyongyang bahwa setiap penggunaan senjata nuklir yang dilakukan oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, akan menjadi &amp;ldquo;akhir&amp;rdquo; rezimnya.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Korsel Kerahkan 80 Jet Tempur Setelah 180 Pesawat Korut Terbang Dekat Perbatasan

&amp;ldquo;Menteri Pertahanan AS, (Lloyd) Austin dan saya menegaskan bahwa setiap serangan nuklir (yang dilakukan) oleh Korea Utara, termasuk penggunaan senjata nuklir taktis, tidak dapat diterima dan akan berakibat berakhirnya rezim Kim Jung Un dengan tanggapan aliansi yang luar biasa dan tegas,&amp;rdquo; ujar Menteri Pertahanan Nasional Korea Selatan, Lee Jong-sup kepada wartawan di Pentagon.
Untuk menunjukkan solidaritas, kedua pemimpin pertahanan tersebut juga mengumumkan pada Kamis (3/11/2022) bahwa mereka memperpanjang latihan militer bersama, Vigilant Storm, yang sedang berlangsung pada Jumat, (28/10/2022) dan akan berakhir pada Sabtu, (5/11/2022).
&amp;ldquo;Saya berkonsultasi dengan Menteri Lee, dan kami telah memutuskan untuk memperpanjang Vigilant Storm, yang merupakan latihan gabungan panjang yang sudah kami jadwalkan, untuk lebih meningkatkan kesiapan dan kemampuan dua sistem kami secara harmonis,&amp;rdquo; kata Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, dalam konferensi pers gabungan, sebagaimana dilansir dari VOA Indonesia.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Korut Tembakkan Rudal ke Korsel, Presiden Yoon Bersumpah Balas dengan Cepat dan Tegas

Sekira 240 pesawat ikut diturunkan dalam latihan itu, bersama dengan ribuan tentara AS dan Korea Selatan.
Juru Bicara Pentagon Letnan Kolonel Martin Meiners mengatakan kepada VOA, latihan udara itu diperpanjang hingga 5 November.
</content:encoded></item></channel></rss>
