<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Haiti Rebut Kendali Terminal Bahan Bakar Penting dari Geng Kriminal</title><description>Polisi melancarkan operasi untuk merebut terminal bahan bakar itu pada Rabu, 2 November 2022.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/04/18/2701099/polisi-haiti-rebut-kendali-terminal-bahan-bakar-penting-dari-geng-kriminal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/11/04/18/2701099/polisi-haiti-rebut-kendali-terminal-bahan-bakar-penting-dari-geng-kriminal"/><item><title>Polisi Haiti Rebut Kendali Terminal Bahan Bakar Penting dari Geng Kriminal</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/04/18/2701099/polisi-haiti-rebut-kendali-terminal-bahan-bakar-penting-dari-geng-kriminal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/11/04/18/2701099/polisi-haiti-rebut-kendali-terminal-bahan-bakar-penting-dari-geng-kriminal</guid><pubDate>Jum'at 04 November 2022 17:45 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/04/18/2701099/polisi-haiti-rebut-kendali-terminal-bahan-bakar-penting-dari-geng-kriminal-pO3GI8LIsT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/04/18/2701099/polisi-haiti-rebut-kendali-terminal-bahan-bakar-penting-dari-geng-kriminal-pO3GI8LIsT.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>PORT AU PRINCE - Pasukan keamanan di Haiti mengatakan mereka telah menguasai depot bahan bakar utama yang sebelumnya dikontrol oleh geng kriminal. Pemerintah mengatakan distribusi bahan bakar akan dilanjutkan dari terminal Varreux, di daerah kumuh Cit&amp;eacute; Soleil, pada Senin, (7/11/2022).
BACA JUGA:&amp;nbsp;Geng Kriminal Blokade Terminal Bahan Bakar, PM Haiti Minta Bantuan Komunitas Internasional
Geng kriminal merebut fasilitas pelabuhan pada September, menghalangi pengiriman bahan bakar impor dan menghambat upaya untuk mendistribusikan makanan dan obat-obatan.
Terminal ini memasok sebagian besar produk minyak di Haiti.
Itu telah dikendalikan dan diblokade oleh koalisi geng-geng kuat, yang dikenal sebagai G9, selama lebih dari sebulan.
Blokade telah memaksa banyak bisnis untuk menutup dan mempersulit distribusi bensin dan air minum dalam kemasan, sementara wabah kolera memburuk dari minggu ke minggu. Semua ini telah berkontribusi pada kerusuhan sipil di seluruh negeri.
Kerusuhan juga meningkat sejak Perdana Menteri Ariel Henry mengumumkan berakhirnya subsidi bahan bakar pemerintah pada 11 September, yang membuat harga bensin dan solar meroket.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Ibu Kota Haiti Berubah Jadi Medan Perang Antar Geng, Mayat Berserakan di Jalanan
Di tengah kekacauan, polisi melancarkan operasi untuk menguasai terminal bahan bakar pada Rabu, (2/11/2022). Suara tembakan terdengar di daerah itu sepanjang hari.
Sehari kemudian, seorang sumber polisi mengatakan kepada AFP bahwa mereka telah berhasil menguasai fasilitas tersebut dan sedang dalam proses pembersihan jalan.Baik polisi maupun pemerintah tidak menyatakan apakah ada kematian atau cedera yang terjadi.
Perdana Menteri Henry mengucapkan selamat kepada polisi karena merebut kembali terminal dalam sebuah pernyataan yang dilansir&amp;nbsp;BBC.



Operasi polisi tersebut menyusul peringatan baru-baru ini dari Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Voker T&amp;uuml;rk, bahwa &quot;krisis multifaset yang berkepanjangan&quot; di Haiti dapat menjadi darurat kemanusiaan terburuk di negara itu dalam beberapa dekade.
PBB juga baru-baru ini mendesak semua negara untuk menangguhkan pemulangan migran Haiti ke negara itu.</description><content:encoded>PORT AU PRINCE - Pasukan keamanan di Haiti mengatakan mereka telah menguasai depot bahan bakar utama yang sebelumnya dikontrol oleh geng kriminal. Pemerintah mengatakan distribusi bahan bakar akan dilanjutkan dari terminal Varreux, di daerah kumuh Cit&amp;eacute; Soleil, pada Senin, (7/11/2022).
BACA JUGA:&amp;nbsp;Geng Kriminal Blokade Terminal Bahan Bakar, PM Haiti Minta Bantuan Komunitas Internasional
Geng kriminal merebut fasilitas pelabuhan pada September, menghalangi pengiriman bahan bakar impor dan menghambat upaya untuk mendistribusikan makanan dan obat-obatan.
Terminal ini memasok sebagian besar produk minyak di Haiti.
Itu telah dikendalikan dan diblokade oleh koalisi geng-geng kuat, yang dikenal sebagai G9, selama lebih dari sebulan.
Blokade telah memaksa banyak bisnis untuk menutup dan mempersulit distribusi bensin dan air minum dalam kemasan, sementara wabah kolera memburuk dari minggu ke minggu. Semua ini telah berkontribusi pada kerusuhan sipil di seluruh negeri.
Kerusuhan juga meningkat sejak Perdana Menteri Ariel Henry mengumumkan berakhirnya subsidi bahan bakar pemerintah pada 11 September, yang membuat harga bensin dan solar meroket.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Ibu Kota Haiti Berubah Jadi Medan Perang Antar Geng, Mayat Berserakan di Jalanan
Di tengah kekacauan, polisi melancarkan operasi untuk menguasai terminal bahan bakar pada Rabu, (2/11/2022). Suara tembakan terdengar di daerah itu sepanjang hari.
Sehari kemudian, seorang sumber polisi mengatakan kepada AFP bahwa mereka telah berhasil menguasai fasilitas tersebut dan sedang dalam proses pembersihan jalan.Baik polisi maupun pemerintah tidak menyatakan apakah ada kematian atau cedera yang terjadi.
Perdana Menteri Henry mengucapkan selamat kepada polisi karena merebut kembali terminal dalam sebuah pernyataan yang dilansir&amp;nbsp;BBC.



Operasi polisi tersebut menyusul peringatan baru-baru ini dari Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Voker T&amp;uuml;rk, bahwa &quot;krisis multifaset yang berkepanjangan&quot; di Haiti dapat menjadi darurat kemanusiaan terburuk di negara itu dalam beberapa dekade.
PBB juga baru-baru ini mendesak semua negara untuk menangguhkan pemulangan migran Haiti ke negara itu.</content:encoded></item></channel></rss>
