<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jepang Pertimbangkan Kerahkan Rudal Hipersonik pada 2030, Terbang 5 Kali Lebih Cepat dari Kecepatan Suara</title><description>Jepang berencana merevisi strategi keamanan nasionalnya, selain rencana-rencana pertahanan penting lain hingga akhir tahun ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/04/18/2701156/jepang-pertimbangkan-kerahkan-rudal-hipersonik-pada-2030-terbang-5-kali-lebih-cepat-dari-kecepatan-suara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/11/04/18/2701156/jepang-pertimbangkan-kerahkan-rudal-hipersonik-pada-2030-terbang-5-kali-lebih-cepat-dari-kecepatan-suara"/><item><title>Jepang Pertimbangkan Kerahkan Rudal Hipersonik pada 2030, Terbang 5 Kali Lebih Cepat dari Kecepatan Suara</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/04/18/2701156/jepang-pertimbangkan-kerahkan-rudal-hipersonik-pada-2030-terbang-5-kali-lebih-cepat-dari-kecepatan-suara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/11/04/18/2701156/jepang-pertimbangkan-kerahkan-rudal-hipersonik-pada-2030-terbang-5-kali-lebih-cepat-dari-kecepatan-suara</guid><pubDate>Jum'at 04 November 2022 19:02 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/04/18/2701156/jepang-pertimbangkan-kerahkan-rudal-hipersonik-pada-2030-terbang-5-kali-lebih-cepat-dari-kecepatan-suara-6rpajPNsFE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jepang pertimbangkan akan kerahkan rudal hipersonik pada 2030 (Foto: Antara/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/04/18/2701156/jepang-pertimbangkan-kerahkan-rudal-hipersonik-pada-2030-terbang-5-kali-lebih-cepat-dari-kecepatan-suara-6rpajPNsFE.jpg</image><title>Jepang pertimbangkan akan kerahkan rudal hipersonik pada 2030 (Foto: Antara/Reuters)</title></images><description>TOKYO - Kementerian Pertahanan Jepang sedang mempertimbangkan pengerahan rudal hipersonik pada 2030 untuk meningkatkan pertahanan dengan menambah kemampuan menyerang balik.
Menurut laporan harian bisnis Nikkei pada Kamis (3/11/2022), negara itu berupaya memiliki kemampuan tersebut ketika invasi Rusia ke Ukraina mengubah situasi keamanan global, Korea Utara melakukan serangkaian uji coba rudal, dan pergerakan militer China mengancam Jepang.
Laporan itu menyatakan rudal hipersonik mampu terbang minimal lima kali lebih cepat dari kecepatan suara dan memiliki lintasan rumit sehingga sulit dicegat.
Baca juga:&amp;nbsp;Rusia Akan Segera Lengkapi Kapal Perangnya dengan Rudal Hipersonik Zircon
Dikutip Antara, Jepang berencana merevisi strategi keamanan nasionalnya, selain rencana-rencana pertahanan penting lain hingga akhir tahun ini.
Baca juga:&amp;nbsp;AS Jual Lebih Banyak Pesawat Perang ke Eropa Senilai Rp24 Triliun, 8 Jet Tempur hingga Rudal
Nikkei mengatakan kemampuan menyerang balik dan rudal hipersonik kemungkinan disebut dalam dokumen-dokumen itu.
Salah satu rencananya adalah menempatkan rudal-rudal jarak jauh Tomahawk buatan AS di tiga prefektur sebagai langkah awal untuk meningkatkan kemampuan menyerang balik.Seperti diketahui, Jepang dapat memperbarui rudal darat-ke-kapal Tipe 12 untuk tahap kedua dengan menambah jangkauan terbangnya hingga lebih 1.000 km dari jangkauan saat ini yang mencapai kurang dari 200 km.

Berdasarkan laporan itu, penggunaan rudal hipersonik sepertinya akan menjadi tahap ketiga.



Sementara itu, koran Asahi melaporkan pada Kamis (3/11/2022) bahwa Jepang tengah mempertimbangkan pengembangan rudal antikapal Tipe 12 agar dapat diluncurkan dari kapal selam sehingga lebih sulit terdeteksi.



Jepang sebelumnya mengungkapkan rencana untuk menambah jangkauan rudal yang diluncurkan dari darat sebagai bagian dari strategi baru untuk menambah kemampuan militernya menyerang target jarak jauh di laut dan darat.

</description><content:encoded>TOKYO - Kementerian Pertahanan Jepang sedang mempertimbangkan pengerahan rudal hipersonik pada 2030 untuk meningkatkan pertahanan dengan menambah kemampuan menyerang balik.
Menurut laporan harian bisnis Nikkei pada Kamis (3/11/2022), negara itu berupaya memiliki kemampuan tersebut ketika invasi Rusia ke Ukraina mengubah situasi keamanan global, Korea Utara melakukan serangkaian uji coba rudal, dan pergerakan militer China mengancam Jepang.
Laporan itu menyatakan rudal hipersonik mampu terbang minimal lima kali lebih cepat dari kecepatan suara dan memiliki lintasan rumit sehingga sulit dicegat.
Baca juga:&amp;nbsp;Rusia Akan Segera Lengkapi Kapal Perangnya dengan Rudal Hipersonik Zircon
Dikutip Antara, Jepang berencana merevisi strategi keamanan nasionalnya, selain rencana-rencana pertahanan penting lain hingga akhir tahun ini.
Baca juga:&amp;nbsp;AS Jual Lebih Banyak Pesawat Perang ke Eropa Senilai Rp24 Triliun, 8 Jet Tempur hingga Rudal
Nikkei mengatakan kemampuan menyerang balik dan rudal hipersonik kemungkinan disebut dalam dokumen-dokumen itu.
Salah satu rencananya adalah menempatkan rudal-rudal jarak jauh Tomahawk buatan AS di tiga prefektur sebagai langkah awal untuk meningkatkan kemampuan menyerang balik.Seperti diketahui, Jepang dapat memperbarui rudal darat-ke-kapal Tipe 12 untuk tahap kedua dengan menambah jangkauan terbangnya hingga lebih 1.000 km dari jangkauan saat ini yang mencapai kurang dari 200 km.

Berdasarkan laporan itu, penggunaan rudal hipersonik sepertinya akan menjadi tahap ketiga.



Sementara itu, koran Asahi melaporkan pada Kamis (3/11/2022) bahwa Jepang tengah mempertimbangkan pengembangan rudal antikapal Tipe 12 agar dapat diluncurkan dari kapal selam sehingga lebih sulit terdeteksi.



Jepang sebelumnya mengungkapkan rencana untuk menambah jangkauan rudal yang diluncurkan dari darat sebagai bagian dari strategi baru untuk menambah kemampuan militernya menyerang target jarak jauh di laut dan darat.

</content:encoded></item></channel></rss>
