<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nonton TV Butuh Set Top Box, Warga Jabodetabek: Kecewa, Mau Beli Enggak Ada Duit      </title><description>Siaran televisi sendiri merupakan hiburan yang murah dan nyaman bagi keluarga khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/05/338/2701465/nonton-tv-butuh-set-top-box-warga-jabodetabek-kecewa-mau-beli-enggak-ada-duit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/11/05/338/2701465/nonton-tv-butuh-set-top-box-warga-jabodetabek-kecewa-mau-beli-enggak-ada-duit"/><item><title>Nonton TV Butuh Set Top Box, Warga Jabodetabek: Kecewa, Mau Beli Enggak Ada Duit      </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/05/338/2701465/nonton-tv-butuh-set-top-box-warga-jabodetabek-kecewa-mau-beli-enggak-ada-duit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/11/05/338/2701465/nonton-tv-butuh-set-top-box-warga-jabodetabek-kecewa-mau-beli-enggak-ada-duit</guid><pubDate>Sabtu 05 November 2022 13:59 WIB</pubDate><dc:creator>Rizky Syahrial</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/05/338/2701465/nonton-tv-butuh-set-top-box-warga-jabodetabek-kecewa-mau-beli-enggak-ada-duit-bgQ3Q0xd95.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Siaran TV warga jelek/Foto: Rizky Syahrial</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/05/338/2701465/nonton-tv-butuh-set-top-box-warga-jabodetabek-kecewa-mau-beli-enggak-ada-duit-bgQ3Q0xd95.jpg</image><title>Siaran TV warga jelek/Foto: Rizky Syahrial</title></images><description>JAKARTA - Siaran TV analog yang berganti ke digital membuat sejumlah warga yang kurang mampu di Jabodetabek mengeluhkan hal tersebut. Ini dikarenakan warga banyak yang tidak mampu membeli alat set top box.
Siaran televisi sendiri merupakan hiburan yang murah dan nyaman bagi keluarga khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Pesepeda Ditabrak Mobil di Harmoni, Ini Kata Polisi
Dalam hal ini, masih banyak warga yang tidak mendapatkan bantuan alat pengubahan siaran TV digital yang dibagikan pemerintah.
Salah satunya Mursinah, warga Sawah Besar Jakarta Pusat tidak bisa lagi menonton hiburan dari televisi karena kebijakan tersebut.
&quot;Kecewa lah, biasa dapet semua (siaran televisi), ini enggak dapet. Gak bisa nonton, mau beli enggak ada duitnya,&quot; ujarnya kepada wartawan, Sabtu (5/11/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:246 Vial Fomepizole Tiba di RI, Kemenkes: 87 Persen Donasi Australia dan Jepang
Nana, Ketua RW 08 Kelurahan Kartini, Jakarta Pusat mengeluhkan hal terkait perpindahan siaran TV analog ke digital ini.
Walaupun sudah mendapatkan bantuan perangkat set top box, ia pun masih bermasalah dalam mengakses siaran TV digital.
&quot;Udah dapet box tapi masih ada kendala. Dan juga mereka (warganya) masih ada yang belum dapet, mereka kecewa,&quot; jelas dia.
Ia menambahkan, set top box yang ia terima tidak dapat berfungsi sebagaimana set top box secara umum.&quot;Kita lihat set top box-nya asal dipake, tapi gak berfungsi,&quot; ujar dia.
Hal yang sama juga dialami oleh Ririn warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ia pun hingga saat ini masih belum mendapatkan alat set top box dari pemerintah.
&quot;Belum dapat, udah diajukan tapi enggak ada,&quot; imbuh dia.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong mengatakan Analog Switch Off (ASO) atau penghentian siaran TV analog dan beralih ke siaran digital di Jabodetabek dimulai 2 November 2022.
Ia menyebut, posisi pemerintah dalam program ASO adalah memfasilitasi dan mendukung industri untuk menghadapi disrupsi digital.
&quot;ASO ini justeru kita lakukan agar industri pertelevisian bisa bersaing dengan disrupsi digital,&quot; tuturnya.
(NAN)</description><content:encoded>JAKARTA - Siaran TV analog yang berganti ke digital membuat sejumlah warga yang kurang mampu di Jabodetabek mengeluhkan hal tersebut. Ini dikarenakan warga banyak yang tidak mampu membeli alat set top box.
Siaran televisi sendiri merupakan hiburan yang murah dan nyaman bagi keluarga khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Pesepeda Ditabrak Mobil di Harmoni, Ini Kata Polisi
Dalam hal ini, masih banyak warga yang tidak mendapatkan bantuan alat pengubahan siaran TV digital yang dibagikan pemerintah.
Salah satunya Mursinah, warga Sawah Besar Jakarta Pusat tidak bisa lagi menonton hiburan dari televisi karena kebijakan tersebut.
&quot;Kecewa lah, biasa dapet semua (siaran televisi), ini enggak dapet. Gak bisa nonton, mau beli enggak ada duitnya,&quot; ujarnya kepada wartawan, Sabtu (5/11/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:246 Vial Fomepizole Tiba di RI, Kemenkes: 87 Persen Donasi Australia dan Jepang
Nana, Ketua RW 08 Kelurahan Kartini, Jakarta Pusat mengeluhkan hal terkait perpindahan siaran TV analog ke digital ini.
Walaupun sudah mendapatkan bantuan perangkat set top box, ia pun masih bermasalah dalam mengakses siaran TV digital.
&quot;Udah dapet box tapi masih ada kendala. Dan juga mereka (warganya) masih ada yang belum dapet, mereka kecewa,&quot; jelas dia.
Ia menambahkan, set top box yang ia terima tidak dapat berfungsi sebagaimana set top box secara umum.&quot;Kita lihat set top box-nya asal dipake, tapi gak berfungsi,&quot; ujar dia.
Hal yang sama juga dialami oleh Ririn warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ia pun hingga saat ini masih belum mendapatkan alat set top box dari pemerintah.
&quot;Belum dapat, udah diajukan tapi enggak ada,&quot; imbuh dia.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong mengatakan Analog Switch Off (ASO) atau penghentian siaran TV analog dan beralih ke siaran digital di Jabodetabek dimulai 2 November 2022.
Ia menyebut, posisi pemerintah dalam program ASO adalah memfasilitasi dan mendukung industri untuk menghadapi disrupsi digital.
&quot;ASO ini justeru kita lakukan agar industri pertelevisian bisa bersaing dengan disrupsi digital,&quot; tuturnya.
(NAN)</content:encoded></item></channel></rss>
