<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Ukraina Tegaskan Rusia Menderita Kerugian Besar, 300 Anggota Brigade Marinir Tewas dalam 4 Hari</title><description>Rusia menderita &quot;kerugian besar&quot; karena melakukan serangan &quot;kejam&quot; di wilayah Donetsk timur Ukraina.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/07/18/2702214/presiden-ukraina-tegaskan-rusia-menderita-kerugian-besar-300-anggota-brigade-marinir-tewas-dalam-4-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/11/07/18/2702214/presiden-ukraina-tegaskan-rusia-menderita-kerugian-besar-300-anggota-brigade-marinir-tewas-dalam-4-hari"/><item><title>Presiden Ukraina Tegaskan Rusia Menderita Kerugian Besar, 300 Anggota Brigade Marinir Tewas dalam 4 Hari</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/07/18/2702214/presiden-ukraina-tegaskan-rusia-menderita-kerugian-besar-300-anggota-brigade-marinir-tewas-dalam-4-hari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/11/07/18/2702214/presiden-ukraina-tegaskan-rusia-menderita-kerugian-besar-300-anggota-brigade-marinir-tewas-dalam-4-hari</guid><pubDate>Senin 07 November 2022 09:21 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/07/18/2702214/presiden-ukraina-tegaskan-rusia-menderita-kerugian-besar-300-anggota-brigade-marinir-tewas-dalam-4-hari-2mKxAYo9vj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perang Rusia-Ukraina masih terus berlanjut dan tidak diketahui kapan akan berakhir (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/07/18/2702214/presiden-ukraina-tegaskan-rusia-menderita-kerugian-besar-300-anggota-brigade-marinir-tewas-dalam-4-hari-2mKxAYo9vj.jpg</image><title>Perang Rusia-Ukraina masih terus berlanjut dan tidak diketahui kapan akan berakhir (Foto: Reuters)</title></images><description>DONETSK &amp;ndash; Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pidato malamnya di televisi mengatakan Rusia menderita &quot;kerugian besar&quot; karena melakukan serangan &quot;kejam&quot; di wilayah Donetsk timur Ukraina.
The Insider, outlet media independen yang berfokus pada Rusia, melaporkan bahwa dalam empat hari, 300 anggota brigade marinir Rusia tewas, terluka atau hilang di daerah Pavlivka.

Unggahan di saluran Telegram pro-Rusia itu telah menarik perhatian pada situasi brigade yang dilaporkan mengerikan.
Baca juga:&amp;nbsp;Rusia Kerahkan 30 Serangan Drone, 4.500 Serangan Rudal hingga 8.000 Serangan Udara ke Ukraina dalam 2 Hari
Zelensky juga memperingatkan bahwa Ukraina percaya Rusia sedang mengkonsentrasikan kekuatan dan sarana untuk kemungkinan pengulangan serangan massal pada infrastruktur, energi dalam rencana penyerangan pertama mereka.
Baca juga:&amp;nbsp;Rebut Kota Timur Bakhmut, Presiden Ukraina Tuduh Komandan Rusia 'Gila'
Sementara itu, pihak berwenang Rusia telah melaporkan kehilangan listrik dan air di Kherson yang diduduki, menyalahkan serangan Ukraina pada saluran listrik terdekat dan bendungan utama.

Dikutip BBC, mereka mendesak warga untuk &quot;tetap tenang&quot; dan mengatakan mereka akan &quot;cepat&quot; menyelesaikan situasi.
Namun, kepala pemerintahan regional Ukraina menyalahkan Rusia atas pemadaman listrik tersebut.



Beberapa pemadaman listrik disebabkan oleh kerusakan bendungan Kakhovka hidroelektrik di dekatnya setelah terkena rudal, menurut media Rusia, Namun, Ukraina belum mengomentari laporan, yang tidak dapat diverifikasi secara independen.



Dalam beberapa pekan terakhir Ukraina telah memperingatkan bahwa pasukan Rusia berniat untuk meledakkan bendungan, menyebabkan banjir dahsyat bagi ratusan ribu orang di daerah sekitarnya.



Kherson - yang terletak di hilir bendungan - jatuh ke tangan Rusia pada hari-hari pertama perang. Namun ketika pasukan Ukraina maju, mereka bertekad untuk merebutnya kembali.

</description><content:encoded>DONETSK &amp;ndash; Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pidato malamnya di televisi mengatakan Rusia menderita &quot;kerugian besar&quot; karena melakukan serangan &quot;kejam&quot; di wilayah Donetsk timur Ukraina.
The Insider, outlet media independen yang berfokus pada Rusia, melaporkan bahwa dalam empat hari, 300 anggota brigade marinir Rusia tewas, terluka atau hilang di daerah Pavlivka.

Unggahan di saluran Telegram pro-Rusia itu telah menarik perhatian pada situasi brigade yang dilaporkan mengerikan.
Baca juga:&amp;nbsp;Rusia Kerahkan 30 Serangan Drone, 4.500 Serangan Rudal hingga 8.000 Serangan Udara ke Ukraina dalam 2 Hari
Zelensky juga memperingatkan bahwa Ukraina percaya Rusia sedang mengkonsentrasikan kekuatan dan sarana untuk kemungkinan pengulangan serangan massal pada infrastruktur, energi dalam rencana penyerangan pertama mereka.
Baca juga:&amp;nbsp;Rebut Kota Timur Bakhmut, Presiden Ukraina Tuduh Komandan Rusia 'Gila'
Sementara itu, pihak berwenang Rusia telah melaporkan kehilangan listrik dan air di Kherson yang diduduki, menyalahkan serangan Ukraina pada saluran listrik terdekat dan bendungan utama.

Dikutip BBC, mereka mendesak warga untuk &quot;tetap tenang&quot; dan mengatakan mereka akan &quot;cepat&quot; menyelesaikan situasi.
Namun, kepala pemerintahan regional Ukraina menyalahkan Rusia atas pemadaman listrik tersebut.



Beberapa pemadaman listrik disebabkan oleh kerusakan bendungan Kakhovka hidroelektrik di dekatnya setelah terkena rudal, menurut media Rusia, Namun, Ukraina belum mengomentari laporan, yang tidak dapat diverifikasi secara independen.



Dalam beberapa pekan terakhir Ukraina telah memperingatkan bahwa pasukan Rusia berniat untuk meledakkan bendungan, menyebabkan banjir dahsyat bagi ratusan ribu orang di daerah sekitarnya.



Kherson - yang terletak di hilir bendungan - jatuh ke tangan Rusia pada hari-hari pertama perang. Namun ketika pasukan Ukraina maju, mereka bertekad untuk merebutnya kembali.

</content:encoded></item></channel></rss>
