<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Tega, Bayi Terbungkus Kantong Plastik Dibuang Orangtuanya di Pondok Kosong   </title><description>Warga Desa Woise, Kecamatan Lambai, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) digegerkan penemuan bayi</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/07/340/2702619/tega-bayi-terbungkus-kantong-plastik-dibuang-orangtuanya-di-pondok-kosong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/11/07/340/2702619/tega-bayi-terbungkus-kantong-plastik-dibuang-orangtuanya-di-pondok-kosong"/><item><title> Tega, Bayi Terbungkus Kantong Plastik Dibuang Orangtuanya di Pondok Kosong   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/07/340/2702619/tega-bayi-terbungkus-kantong-plastik-dibuang-orangtuanya-di-pondok-kosong</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/11/07/340/2702619/tega-bayi-terbungkus-kantong-plastik-dibuang-orangtuanya-di-pondok-kosong</guid><pubDate>Senin 07 November 2022 16:16 WIB</pubDate><dc:creator>Muh Rusli</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/07/340/2702619/tega-bayi-terbungkus-kantong-plastik-dibuang-orangtuanya-di-pondok-kosong-qiOdSf6nXU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: freepick)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/07/340/2702619/tega-bayi-terbungkus-kantong-plastik-dibuang-orangtuanya-di-pondok-kosong-qiOdSf6nXU.jpg</image><title>Illustrasi (foto: freepick)</title></images><description>

KOLUT - Warga Desa Woise, Kecamatan Lambai, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) digegerkan penemuan bayi laki-laki di sebuah pondok kosong, tempat pengeringan kopra, Senin (7/11/2022). Bayi tersebut dibalut sarung batik dan dibungkus kantong plastik biru masih dalam kondisi bernyawa saat ditemukan.

Kades Woise, Musliadi membenarkan penemuan bayi malang tersebut. Anak laki-laki itu pertama kali dijumpai warganya bernama Irwan sekitar pukul 14.00 Wita.

&quot;Didengar menangis. Ternyata anak bayi. Irwan langsung memanggil seorang perempuan dan langsung menggendongnya,&quot; tuturnya.
BACA JUGA:Ibu Pembuang Bayi ke Toilet Pabrik Sepatu Ditetapkan Tersangka&amp;nbsp;
Pondok pengeringan kopra tersebut disampaikan tidak jauh dari pemukiman warga atau berjaak sekitar 40 meter. Tidak diketahui pasti siapa yang tega meletakkan bayi tersebut seorang diri.

&quot;Tidak ada yang lihat. Cuman ada beberapa keterangan warga sempat melihat ada orang naik matic merah yang melintas ke arah Desa Latawaro,&quot; bebernya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Bayi Diduga Tenggelam di Kali Tambun, Korban Ditinggal Ibu Pergi ke Toilet
Jalan sepi tersebut memang menghubungkan antara Desa Woise dan Latawaro. Pernyataan sang kades juga dibenarkan warga lainnya bernama  Yuliana.

Dikatakan Yuliana, ada seorang pria yang melihat pengendara lelaki berboncengan dengan perempuan sempat melintas membawa kantongan plastik. Awalnya warga tidak menaruh curiga dan mengira tangisan bayi itu merupakan suara anak anjing.

&quot;Setelah dicek ibu-ibu langsung teriak, ternyata bayi,&quot; pilu Yuliana.

Anak tersebut diperkirakan telah lahir ke dunia sudah sepekan. Hal itu dikatakan karena dilihatnya tali pusar sang bayi sudah kering. Anak malang itu kini dirawat di Puskesmas Lambai.
</description><content:encoded>

KOLUT - Warga Desa Woise, Kecamatan Lambai, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) digegerkan penemuan bayi laki-laki di sebuah pondok kosong, tempat pengeringan kopra, Senin (7/11/2022). Bayi tersebut dibalut sarung batik dan dibungkus kantong plastik biru masih dalam kondisi bernyawa saat ditemukan.

Kades Woise, Musliadi membenarkan penemuan bayi malang tersebut. Anak laki-laki itu pertama kali dijumpai warganya bernama Irwan sekitar pukul 14.00 Wita.

&quot;Didengar menangis. Ternyata anak bayi. Irwan langsung memanggil seorang perempuan dan langsung menggendongnya,&quot; tuturnya.
BACA JUGA:Ibu Pembuang Bayi ke Toilet Pabrik Sepatu Ditetapkan Tersangka&amp;nbsp;
Pondok pengeringan kopra tersebut disampaikan tidak jauh dari pemukiman warga atau berjaak sekitar 40 meter. Tidak diketahui pasti siapa yang tega meletakkan bayi tersebut seorang diri.

&quot;Tidak ada yang lihat. Cuman ada beberapa keterangan warga sempat melihat ada orang naik matic merah yang melintas ke arah Desa Latawaro,&quot; bebernya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Bayi Diduga Tenggelam di Kali Tambun, Korban Ditinggal Ibu Pergi ke Toilet
Jalan sepi tersebut memang menghubungkan antara Desa Woise dan Latawaro. Pernyataan sang kades juga dibenarkan warga lainnya bernama  Yuliana.

Dikatakan Yuliana, ada seorang pria yang melihat pengendara lelaki berboncengan dengan perempuan sempat melintas membawa kantongan plastik. Awalnya warga tidak menaruh curiga dan mengira tangisan bayi itu merupakan suara anak anjing.

&quot;Setelah dicek ibu-ibu langsung teriak, ternyata bayi,&quot; pilu Yuliana.

Anak tersebut diperkirakan telah lahir ke dunia sudah sepekan. Hal itu dikatakan karena dilihatnya tali pusar sang bayi sudah kering. Anak malang itu kini dirawat di Puskesmas Lambai.
</content:encoded></item></channel></rss>
