<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertamina Dukung Indonesia Capai Target Emisi Nol Bersih 2060</title><description>PT Pertamina (Persero) mendukung aspirasi Indonesia untuk mencapai emisi nol bersih pada 2060.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/08/1/2703047/pertamina-dukung-indonesia-capai-target-emisi-nol-bersih-2060</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/11/08/1/2703047/pertamina-dukung-indonesia-capai-target-emisi-nol-bersih-2060"/><item><title>Pertamina Dukung Indonesia Capai Target Emisi Nol Bersih 2060</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/08/1/2703047/pertamina-dukung-indonesia-capai-target-emisi-nol-bersih-2060</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/11/08/1/2703047/pertamina-dukung-indonesia-capai-target-emisi-nol-bersih-2060</guid><pubDate>Selasa 08 November 2022 10:04 WIB</pubDate><dc:creator>Agustina Wulandari </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/08/1/2703047/pertamina-dukung-indonesia-capai-target-emisi-nol-bersih-2060-UcZZsUEOin.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam diskusi panel COP27 di Sharm El Sheikh, Mesir. (Foto: dok. Pertamina)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/08/1/2703047/pertamina-dukung-indonesia-capai-target-emisi-nol-bersih-2060-UcZZsUEOin.JPG</image><title>Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam diskusi panel COP27 di Sharm El Sheikh, Mesir. (Foto: dok. Pertamina)</title></images><description>Perusahaan energi milik negara PT Pertamina (Persero) mendukung aspirasi Indonesia untuk mencapai emisi nol bersih pada 2060. Indonesia telah meningkatkan target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) menjadi 31,89 persen dengan upaya sendiri, dan 43,20 persen dengan bantuan internasional melalui dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC).
&amp;ldquo;Dari sisi penurunan emisi, Pertamina telah menetapkan target penurunan emisi sebesar 30 persen pada 2030, dibandingkan baseline 2010 kami,&amp;rdquo; kata Direktur Utama dan President Director PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dalam diskusi panel COP27 di Sharm El Sheikh, Mesir, Minggu (6/11/2022).
Pada 2021, Pertamina berhasil menurunkan emisi GRK sebesar 7,4 juta metrik ton CO2 atau 29,09 persen dibandingkan baseline 2010.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Prospek Industri Nikel di Tengah Target Nol Emisi Karbon 2060

Penurunan emisi ini dicapai melalui pengurangan non-routine emissions dari proses yang digunakan untuk bahan bakar penggunaan sendiri dan untuk pasokan gas ke pelanggan sebanyak 69,7 persen dengan peralatan yang lebih efisien yang termasuk dalam Program Efisiensi Energi, serta berkontribusi 13,9 persen karena menggunakan sumber energi rendah karbon yang menyumbang 16,2 persen dan kegiatan lainnya.
Untuk mencapai aspirasi net zero, Pertamina telah mengembangkan strategi holistik yang disampaikan melalui dua pilar, yaitu dekarbonisasi aktivitas bisnis dan pengembangan bisnis hijau baru.
Adapun tiga enabler yaitu mengembangkan standar akuntansi karbon yang telah disetujui oleh peraturan nasional dan internasional serta penerapan Harga Karbon Internal Pertamina, membangun organisasi keberlanjutan yang akan menjaga bisnis Pertamina berada di jalur Net Zero Roadmap, dan keterlibatan pemangku kepentingan untuk sepenuhnya mendukung target dan komitmen NZE nasional.
Tujuan tersebut didukung oleh strategi investasi jangka panjang perusahaan. CAPEX kumulatif Pertamina hingga 2060 untuk Inisiatif Bisnis Hijau diperkirakan sekitar USD40 miliar untuk biofuel, sumber energi terbarukan, CCS/CCUS, ekosistem baterai dan EV, bisnis hidrogen dan karbon.
&amp;ldquo;Pertamina mempercepat pengembangan bisnis hijau dari hulu ke hilir melalui seluruh rantai nilai yang terintegrasi. Pertamina menargetkan kapasitas EBT mencapai 60GW dari solar, hydro, wind power, dan geothermal, untuk dapat memenuhi pangsa pasar 15 persen pada 2060,&quot; ucap Nicke.
Dengan pencapaian yang diraih hingga pada 2021, PT Pertamina (Persero) memiliki target ambisius hingga 2060.
&amp;ldquo;Kami juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah untuk bersinergi dalam mencapai rencana net zero di Indonesia,&amp;rdquo; tuturnya.</description><content:encoded>Perusahaan energi milik negara PT Pertamina (Persero) mendukung aspirasi Indonesia untuk mencapai emisi nol bersih pada 2060. Indonesia telah meningkatkan target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) menjadi 31,89 persen dengan upaya sendiri, dan 43,20 persen dengan bantuan internasional melalui dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC).
&amp;ldquo;Dari sisi penurunan emisi, Pertamina telah menetapkan target penurunan emisi sebesar 30 persen pada 2030, dibandingkan baseline 2010 kami,&amp;rdquo; kata Direktur Utama dan President Director PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dalam diskusi panel COP27 di Sharm El Sheikh, Mesir, Minggu (6/11/2022).
Pada 2021, Pertamina berhasil menurunkan emisi GRK sebesar 7,4 juta metrik ton CO2 atau 29,09 persen dibandingkan baseline 2010.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Prospek Industri Nikel di Tengah Target Nol Emisi Karbon 2060

Penurunan emisi ini dicapai melalui pengurangan non-routine emissions dari proses yang digunakan untuk bahan bakar penggunaan sendiri dan untuk pasokan gas ke pelanggan sebanyak 69,7 persen dengan peralatan yang lebih efisien yang termasuk dalam Program Efisiensi Energi, serta berkontribusi 13,9 persen karena menggunakan sumber energi rendah karbon yang menyumbang 16,2 persen dan kegiatan lainnya.
Untuk mencapai aspirasi net zero, Pertamina telah mengembangkan strategi holistik yang disampaikan melalui dua pilar, yaitu dekarbonisasi aktivitas bisnis dan pengembangan bisnis hijau baru.
Adapun tiga enabler yaitu mengembangkan standar akuntansi karbon yang telah disetujui oleh peraturan nasional dan internasional serta penerapan Harga Karbon Internal Pertamina, membangun organisasi keberlanjutan yang akan menjaga bisnis Pertamina berada di jalur Net Zero Roadmap, dan keterlibatan pemangku kepentingan untuk sepenuhnya mendukung target dan komitmen NZE nasional.
Tujuan tersebut didukung oleh strategi investasi jangka panjang perusahaan. CAPEX kumulatif Pertamina hingga 2060 untuk Inisiatif Bisnis Hijau diperkirakan sekitar USD40 miliar untuk biofuel, sumber energi terbarukan, CCS/CCUS, ekosistem baterai dan EV, bisnis hidrogen dan karbon.
&amp;ldquo;Pertamina mempercepat pengembangan bisnis hijau dari hulu ke hilir melalui seluruh rantai nilai yang terintegrasi. Pertamina menargetkan kapasitas EBT mencapai 60GW dari solar, hydro, wind power, dan geothermal, untuk dapat memenuhi pangsa pasar 15 persen pada 2060,&quot; ucap Nicke.
Dengan pencapaian yang diraih hingga pada 2021, PT Pertamina (Persero) memiliki target ambisius hingga 2060.
&amp;ldquo;Kami juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah untuk bersinergi dalam mencapai rencana net zero di Indonesia,&amp;rdquo; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
