<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Putin: Sekarang Kami Punya 50.000 Tentara di Unit Pertempuran!</title><description>Vladimir Putin, mengatakan sebanyak 50.000 tentara Rusia hasil program mobilisasi, kini telah bergabung dengan unit-unit petempur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/08/18/2702917/putin-sekarang-kami-punya-50-000-tentara-di-unit-pertempuran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/11/08/18/2702917/putin-sekarang-kami-punya-50-000-tentara-di-unit-pertempuran"/><item><title>Putin: Sekarang Kami Punya 50.000 Tentara di Unit Pertempuran!</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/08/18/2702917/putin-sekarang-kami-punya-50-000-tentara-di-unit-pertempuran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/11/08/18/2702917/putin-sekarang-kami-punya-50-000-tentara-di-unit-pertempuran</guid><pubDate>Selasa 08 November 2022 05:33 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/08/18/2702917/putin-sekarang-kami-punya-50-000-tentara-di-unit-pertempuran-CgQuoCWML0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto : Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/08/18/2702917/putin-sekarang-kami-punya-50-000-tentara-di-unit-pertempuran-CgQuoCWML0.jpg</image><title>Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto : Reuters)</title></images><description>MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin, mengatakan sebanyak 50.000 tentara Rusia hasil program mobilisasi, kini telah bergabung dengan unit-unit petempur di Ukraina. Hal tersebut dilaporkan kantor berita Interfax.

Putin mengatakan, sebanyak 80.000 personel kini ditempatkan &quot;di zona operasi militer khusus&quot;, istilah yang digunakan Rusia untuk menyebut perang di Ukraina.

Adapun sisa dari hampir 320.000 personel wajib militer masih di camp pelatihan di Rusia.

&quot;Sekarang kita punya 50.000 personel di unit-unit petempur. Sisanya belum ikut dalam pertempuran,&quot; kata Putin, seperti dikutip Interfax, saat ia melakukan lawatan ke Tver, wilayah di luar Moskow, dilsansir dari Reuters, Senin 7 November 2022.

Putin mengumumkan program &quot;mobilisasi parsial&quot; pada September guna memanggil ratusan ribu petempur baru untuk berperang setelah Ukraina selama serangan balasan merebut kembali banyak wilayah di negara itu.

Program mobilisasi tersebut telah mendorong ratusan ribu warga Rusia melakukan eksodus dan unjuk rasa anti-perang di negara.

BACA JUGA:Ubah UU, Putin Izinkan Mantan Napi Ikut Wajib Militer untuk Perang di Ukraina

Pekan lalu, Putin mengatakan sudah ada 318.000 orang yang dipanggil berdasarkan program tersebut. Rusia pada akhir Oktober mengakhiri program mobilisasi.

Sementata, Menteri Pertahanan Sergi Shoigu mengatakan pada 28 Oktober bahwa sekitar 41.000 petempur Rusia sudah bergabung dengan unit-unit pertempuran di Ukraina.</description><content:encoded>MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin, mengatakan sebanyak 50.000 tentara Rusia hasil program mobilisasi, kini telah bergabung dengan unit-unit petempur di Ukraina. Hal tersebut dilaporkan kantor berita Interfax.

Putin mengatakan, sebanyak 80.000 personel kini ditempatkan &quot;di zona operasi militer khusus&quot;, istilah yang digunakan Rusia untuk menyebut perang di Ukraina.

Adapun sisa dari hampir 320.000 personel wajib militer masih di camp pelatihan di Rusia.

&quot;Sekarang kita punya 50.000 personel di unit-unit petempur. Sisanya belum ikut dalam pertempuran,&quot; kata Putin, seperti dikutip Interfax, saat ia melakukan lawatan ke Tver, wilayah di luar Moskow, dilsansir dari Reuters, Senin 7 November 2022.

Putin mengumumkan program &quot;mobilisasi parsial&quot; pada September guna memanggil ratusan ribu petempur baru untuk berperang setelah Ukraina selama serangan balasan merebut kembali banyak wilayah di negara itu.

Program mobilisasi tersebut telah mendorong ratusan ribu warga Rusia melakukan eksodus dan unjuk rasa anti-perang di negara.

BACA JUGA:Ubah UU, Putin Izinkan Mantan Napi Ikut Wajib Militer untuk Perang di Ukraina

Pekan lalu, Putin mengatakan sudah ada 318.000 orang yang dipanggil berdasarkan program tersebut. Rusia pada akhir Oktober mengakhiri program mobilisasi.

Sementata, Menteri Pertahanan Sergi Shoigu mengatakan pada 28 Oktober bahwa sekitar 41.000 petempur Rusia sudah bergabung dengan unit-unit pertempuran di Ukraina.</content:encoded></item></channel></rss>
