<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Puluhan Satwa Liar Asal Papua Ditemukan di Kapal Pelni</title><description>Puluhan ekor satwa berbagai jenis ditemukan petugas kapal Pelni yang tengah berlayar dari Papua menuju Surabaya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/09/340/2703778/puluhan-satwa-liar-asal-papua-ditemukan-di-kapal-pelni</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/11/09/340/2703778/puluhan-satwa-liar-asal-papua-ditemukan-di-kapal-pelni"/><item><title>Puluhan Satwa Liar Asal Papua Ditemukan di Kapal Pelni</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/09/340/2703778/puluhan-satwa-liar-asal-papua-ditemukan-di-kapal-pelni</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/11/09/340/2703778/puluhan-satwa-liar-asal-papua-ditemukan-di-kapal-pelni</guid><pubDate>Rabu 09 November 2022 09:33 WIB</pubDate><dc:creator>Ansar Jumasang</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/09/340/2703778/puluhan-satwa-liar-asal-papua-ditemukan-di-kapal-pelni-eCpzbJ6xsv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Satwa liar asal Papua (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/09/340/2703778/puluhan-satwa-liar-asal-papua-ditemukan-di-kapal-pelni-eCpzbJ6xsv.jpg</image><title>Satwa liar asal Papua (Foto: MPI)</title></images><description>MAKASSAR - Puluhan ekor satwa liar berbagai jenis ditemukan petugas kapal Pelni yang tengah berlayar dari Papua menuju Surabaya dan transit di pelabuhan Soekarno Hatta Kota Makassar.

Kepala Bidang KSDA Wilayah II Sulsel Ahmad Yani mengatakan penyelundupan satwa ilegal kali ini berhasil digagalkan dikarenakan adanya kerjasama dengan PT Pelni. Dirinya juga bilang puluhan ekor satwa tersbut merupakan satwa yang dilindungi.

&quot;Hari ini ada beberapa jenis mamalia, seperti kuskus kemudian ada jenis hapes burung, kakatua raja dua ekor, Nuri kepala hitam yang jumlahnya kami belum indentidikasi. Ada juga jalak papua, kaka tua jambul kuning, dan ini juga ada kaka tua raja, semua jenis ini masuk ke dalam kategori dilindungi sesuai dengan peraturan mentri LHK 106 tahun 2018,&quot; ujarnya, saat berada di kapal Pelni, Selasa (8/11/2022).

Ahmad Yani juga menyebut seluruh satwa yang didapatinya kali ini adalah ilegal. Hal itu terbukti lantaran pengiriman satwa tersebut tidak dilengkapi dengan surat angkut tumbuhan atu satwa liar. &quot;Ia jadi ini dikirim secara ilegal karna dia tidak di sertai dengan surat angkut tumbuhan satwa liar,&quot; sambungnya.

Hingga saat ini para pelaku penyelundupan tersbut bel juga diketahui dikarenakan paket satwa tersbut merupakan temuan yang ada diatas kapal. &quot;Sampai saat ini belum di temukan pelaku pun karena ini barang temuan dari kawan-kawan yang ada di kapal, belum tau modusnya bagaimana nanti kita mencoba mendalami modus nya bagaimana,&quot; bebernya.

Yani juga bilang meski sulit mengidentifikasi pihaknya akan terus memburu pelaku.

&quot;Kenapa pelaku sulit di indentifikasi, hal itu biasanya mereka ini berbagai macam modus dilakukan, ada juga yang sudah dari kemarin dipenjara, sudah diproses hukum, kami juga tidak mau memproses orang yang kira kira tidak terlibat didalam ini, takut salah tangkap, kita menzolimi orang, jadi kita akan terus melakukan pelacakan terkait jaringan jaringan peredaran satwa liar terutama yang dilindungi, karna satwa liar ini sebetulnya bisa ber edar tapi harus dengan izin,&quot; terangnya.

BACA JUGA:Penyeludupan Satwa Endemik Papua dengan KRI Teluk Lada: Dibantah Danlantamal XIV, Dibenarkan Kadispen Koarmada II

Syukurnya kata Yani, puluhan satwa tersebut pada umumnya dalam kondisi sehat. Meski demikian satwa satwa tersebut akan tetap menjalani pemeriksaan kembali di penangkaran persingngaha BKSDA Sulsel.

&quot;Kondisi satwanya secara umum sehat, ada beberapa ekor yang kurang sehat, yang nuri kepala hitam ada satu ekor kurang sehat, termaksud burung kakatua jambur kuning, tapi tim kami ada 3 orang dokter hewan dari sulawesi selatan akan menangani satwa sitaan, sampai saat ini belum ada di temukan satwa yang mati,&quot; ucapnya.Dari pantauan di lokasi, terlihat puluhan ekor satwa liar yang terdiri dari, kaka tua jambul kuning berjumlah dua ekor, kaka tua raja dua ekor, kukang papua albino lima ekor, dan berbagai satwa liar yang dilindungi lainnya, diselundupkan senang cara mengemas di dalam karung yang kemudian dibungkus lagi menggunakan kardus.

Nampak juga dua ekor kaka tua jambul kuning yang terus memberontak didalam wadah terbungkus karung, sementara kaka tua raja hitam di bungkus dalam tas, serta beberapa ekor kaka tua jenis lain dikemas dalam keranjang plastik.

Saat ini puluhan ekor satwa tersbut, akan dioastikan kesehatannya sebelum di pulangkan kembali ke habitat asalnya. &quot;Kita akan bawah ke kandang transit untuk di priksa kondisi, kemudin tugas kami akan mengembalikan semua satwa ini ke daerah asalnya. Juga kami setelah satwa ini sehat kondisinya kita kembalikan, yang berasal dari papua, yang berasal dari maluku juga akan di kembalikan,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>MAKASSAR - Puluhan ekor satwa liar berbagai jenis ditemukan petugas kapal Pelni yang tengah berlayar dari Papua menuju Surabaya dan transit di pelabuhan Soekarno Hatta Kota Makassar.

Kepala Bidang KSDA Wilayah II Sulsel Ahmad Yani mengatakan penyelundupan satwa ilegal kali ini berhasil digagalkan dikarenakan adanya kerjasama dengan PT Pelni. Dirinya juga bilang puluhan ekor satwa tersbut merupakan satwa yang dilindungi.

&quot;Hari ini ada beberapa jenis mamalia, seperti kuskus kemudian ada jenis hapes burung, kakatua raja dua ekor, Nuri kepala hitam yang jumlahnya kami belum indentidikasi. Ada juga jalak papua, kaka tua jambul kuning, dan ini juga ada kaka tua raja, semua jenis ini masuk ke dalam kategori dilindungi sesuai dengan peraturan mentri LHK 106 tahun 2018,&quot; ujarnya, saat berada di kapal Pelni, Selasa (8/11/2022).

Ahmad Yani juga menyebut seluruh satwa yang didapatinya kali ini adalah ilegal. Hal itu terbukti lantaran pengiriman satwa tersebut tidak dilengkapi dengan surat angkut tumbuhan atu satwa liar. &quot;Ia jadi ini dikirim secara ilegal karna dia tidak di sertai dengan surat angkut tumbuhan satwa liar,&quot; sambungnya.

Hingga saat ini para pelaku penyelundupan tersbut bel juga diketahui dikarenakan paket satwa tersbut merupakan temuan yang ada diatas kapal. &quot;Sampai saat ini belum di temukan pelaku pun karena ini barang temuan dari kawan-kawan yang ada di kapal, belum tau modusnya bagaimana nanti kita mencoba mendalami modus nya bagaimana,&quot; bebernya.

Yani juga bilang meski sulit mengidentifikasi pihaknya akan terus memburu pelaku.

&quot;Kenapa pelaku sulit di indentifikasi, hal itu biasanya mereka ini berbagai macam modus dilakukan, ada juga yang sudah dari kemarin dipenjara, sudah diproses hukum, kami juga tidak mau memproses orang yang kira kira tidak terlibat didalam ini, takut salah tangkap, kita menzolimi orang, jadi kita akan terus melakukan pelacakan terkait jaringan jaringan peredaran satwa liar terutama yang dilindungi, karna satwa liar ini sebetulnya bisa ber edar tapi harus dengan izin,&quot; terangnya.

BACA JUGA:Penyeludupan Satwa Endemik Papua dengan KRI Teluk Lada: Dibantah Danlantamal XIV, Dibenarkan Kadispen Koarmada II

Syukurnya kata Yani, puluhan satwa tersebut pada umumnya dalam kondisi sehat. Meski demikian satwa satwa tersebut akan tetap menjalani pemeriksaan kembali di penangkaran persingngaha BKSDA Sulsel.

&quot;Kondisi satwanya secara umum sehat, ada beberapa ekor yang kurang sehat, yang nuri kepala hitam ada satu ekor kurang sehat, termaksud burung kakatua jambur kuning, tapi tim kami ada 3 orang dokter hewan dari sulawesi selatan akan menangani satwa sitaan, sampai saat ini belum ada di temukan satwa yang mati,&quot; ucapnya.Dari pantauan di lokasi, terlihat puluhan ekor satwa liar yang terdiri dari, kaka tua jambul kuning berjumlah dua ekor, kaka tua raja dua ekor, kukang papua albino lima ekor, dan berbagai satwa liar yang dilindungi lainnya, diselundupkan senang cara mengemas di dalam karung yang kemudian dibungkus lagi menggunakan kardus.

Nampak juga dua ekor kaka tua jambul kuning yang terus memberontak didalam wadah terbungkus karung, sementara kaka tua raja hitam di bungkus dalam tas, serta beberapa ekor kaka tua jenis lain dikemas dalam keranjang plastik.

Saat ini puluhan ekor satwa tersbut, akan dioastikan kesehatannya sebelum di pulangkan kembali ke habitat asalnya. &quot;Kita akan bawah ke kandang transit untuk di priksa kondisi, kemudin tugas kami akan mengembalikan semua satwa ini ke daerah asalnya. Juga kami setelah satwa ini sehat kondisinya kita kembalikan, yang berasal dari papua, yang berasal dari maluku juga akan di kembalikan,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
