<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dua Tahun Santunan Rp1,5 Miliar Tak Dibayarkan, Keluarga Korban Tagih Janji Sriwijaya Air   </title><description>&amp;nbsp;
Salah satu pihak keluarga korban, Slamet Bowo Santoso mengatakan bahwa mereka belum mendapat santunan yang dijanjikan.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/11/338/2705372/dua-tahun-santunan-rp1-5-miliar-tak-dibayarkan-keluarga-korban-tagih-janji-sriwijaya-air</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/11/11/338/2705372/dua-tahun-santunan-rp1-5-miliar-tak-dibayarkan-keluarga-korban-tagih-janji-sriwijaya-air"/><item><title>Dua Tahun Santunan Rp1,5 Miliar Tak Dibayarkan, Keluarga Korban Tagih Janji Sriwijaya Air   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/11/338/2705372/dua-tahun-santunan-rp1-5-miliar-tak-dibayarkan-keluarga-korban-tagih-janji-sriwijaya-air</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/11/11/338/2705372/dua-tahun-santunan-rp1-5-miliar-tak-dibayarkan-keluarga-korban-tagih-janji-sriwijaya-air</guid><pubDate>Jum'at 11 November 2022 11:20 WIB</pubDate><dc:creator>Irfan Maulana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/11/338/2705372/dua-tahun-santunan-rp1-5-miliar-tak-dibayarkan-keluarga-korban-tagih-janji-sriwijaya-air-EPXhVp7y7l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Keluarga korban pesawat jatuh menuntut janji santunan Sriwijaya Air/Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/11/338/2705372/dua-tahun-santunan-rp1-5-miliar-tak-dibayarkan-keluarga-korban-tagih-janji-sriwijaya-air-EPXhVp7y7l.jpg</image><title>Keluarga korban pesawat jatuh menuntut janji santunan Sriwijaya Air/Foto: Istimewa</title></images><description>JAKARTA - Para kelurga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 menagih janji tanggung jawab pihak maskapai. Saat ini mereka tengah menggeruduk kantor Sriwijaya Air di Neglasari, Kota Tangerang, Jumat, (11/11/2022)

Salah satu pihak keluarga korban, Slamet Bowo Santoso mengatakan bahwa mereka belum mendapat santunan yang dijanjikan. Kata dia, santunan yang dijanjikan tersebut mencapai Rp 1,5 miliar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Tersangka Korupsi Lukas Enembe Kirim Karangan Bunga untuk 3 Pj Gubernur Provinsi Baru
&quot;Meminta Sriwijaya Air segera mencairkan santunan sesuai UU Penerbangan. Rp 1,5 miliar,&quot; ujarnya dalam keterangannya.

Kata dia, santunan tersebut diminta sesuai rekomendasi komisi V DPR RI agar yang tersebut dititipkan ke pengadilan atau pihak ketiga.

&quot;Keluarga korban yang belum mengambil santunan tetap menolak menandatangani RnD yang disyaratkan karena bertentangan dengan UU Penerbangan,&quot; katanya.
BACA JUGA:Kasus Suap Penerimaan Mahasiswa Baru Unila Berujung Panjang, Dosen ITS Dipanggil KPK
&quot;Meminta Sriwijaya Air bertanggungjawab penuh atas keperluan keluarga korban sampai kasus SJ 182 benar benar dinyatakan selesai,&quot; tambahnya.

Pihak keluarga juga meminta pihak maskapai tidak menggangu hak privasi keluarga korban yang menggugat ke Boeing Company di Amerika.

&quot;Meminta presiden turun tangan mengatasi persoalan penerbangan di tanah air agar kejadian serupa tidak terus terulang. Cukup kami yang jadi korban jangan lebih banyak lagi,&quot; jelasnya.

Sebelumnya, mereka telah menuntut hak tersebut ke kantor maskapai Sriwijaya Air di Cengkareng, Jakarta Barat namun tidak mendapat kepastian.
Mereka pun kemudian, menggeruduk kantor maskapai tersebut di Neglasari, Kota Tangerang.

Diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 jatuh di perairan kepulauan seribu, DKI Jakarta pada Sabtu, (9/1/2021) lalu.

Dalam kecelakaan ini menewaskan 62 orang yang terdiri dari 50 penumpang dan 12 awak.

Pesawat Sriwijaya Air itu terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, ke Bandara Internasional Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.</description><content:encoded>JAKARTA - Para kelurga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 menagih janji tanggung jawab pihak maskapai. Saat ini mereka tengah menggeruduk kantor Sriwijaya Air di Neglasari, Kota Tangerang, Jumat, (11/11/2022)

Salah satu pihak keluarga korban, Slamet Bowo Santoso mengatakan bahwa mereka belum mendapat santunan yang dijanjikan. Kata dia, santunan yang dijanjikan tersebut mencapai Rp 1,5 miliar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Tersangka Korupsi Lukas Enembe Kirim Karangan Bunga untuk 3 Pj Gubernur Provinsi Baru
&quot;Meminta Sriwijaya Air segera mencairkan santunan sesuai UU Penerbangan. Rp 1,5 miliar,&quot; ujarnya dalam keterangannya.

Kata dia, santunan tersebut diminta sesuai rekomendasi komisi V DPR RI agar yang tersebut dititipkan ke pengadilan atau pihak ketiga.

&quot;Keluarga korban yang belum mengambil santunan tetap menolak menandatangani RnD yang disyaratkan karena bertentangan dengan UU Penerbangan,&quot; katanya.
BACA JUGA:Kasus Suap Penerimaan Mahasiswa Baru Unila Berujung Panjang, Dosen ITS Dipanggil KPK
&quot;Meminta Sriwijaya Air bertanggungjawab penuh atas keperluan keluarga korban sampai kasus SJ 182 benar benar dinyatakan selesai,&quot; tambahnya.

Pihak keluarga juga meminta pihak maskapai tidak menggangu hak privasi keluarga korban yang menggugat ke Boeing Company di Amerika.

&quot;Meminta presiden turun tangan mengatasi persoalan penerbangan di tanah air agar kejadian serupa tidak terus terulang. Cukup kami yang jadi korban jangan lebih banyak lagi,&quot; jelasnya.

Sebelumnya, mereka telah menuntut hak tersebut ke kantor maskapai Sriwijaya Air di Cengkareng, Jakarta Barat namun tidak mendapat kepastian.
Mereka pun kemudian, menggeruduk kantor maskapai tersebut di Neglasari, Kota Tangerang.

Diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 jatuh di perairan kepulauan seribu, DKI Jakarta pada Sabtu, (9/1/2021) lalu.

Dalam kecelakaan ini menewaskan 62 orang yang terdiri dari 50 penumpang dan 12 awak.

Pesawat Sriwijaya Air itu terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, ke Bandara Internasional Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.</content:encoded></item></channel></rss>
