<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Telusuri Siapa Produsen STB, Nurul Arifin: Ada yang Ambil Keuntungan Harga Naik Terus!</title><description>Realisasinya tidak sesuai dengan komitmen. Logikanya nih, saya beli Rp300 ribu, bahkan Rp350 ribuan, sudah naik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/13/337/2706461/telusuri-siapa-produsen-stb-nurul-arifin-ada-yang-ambil-keuntungan-harga-naik-terus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/11/13/337/2706461/telusuri-siapa-produsen-stb-nurul-arifin-ada-yang-ambil-keuntungan-harga-naik-terus"/><item><title>Telusuri Siapa Produsen STB, Nurul Arifin: Ada yang Ambil Keuntungan Harga Naik Terus!</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/13/337/2706461/telusuri-siapa-produsen-stb-nurul-arifin-ada-yang-ambil-keuntungan-harga-naik-terus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/11/13/337/2706461/telusuri-siapa-produsen-stb-nurul-arifin-ada-yang-ambil-keuntungan-harga-naik-terus</guid><pubDate>Minggu 13 November 2022 11:55 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/13/337/2706461/telusuri-siapa-produsen-stb-nurul-arifin-ada-yang-ambil-keuntungan-harga-naik-terus-eNzSHLBJFc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Set Top Box (Foto: Siaran Televisi Digital)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/13/337/2706461/telusuri-siapa-produsen-stb-nurul-arifin-ada-yang-ambil-keuntungan-harga-naik-terus-eNzSHLBJFc.jpg</image><title>Set Top Box (Foto: Siaran Televisi Digital)</title></images><description>JAKARTA - Set top box (STB) seharusnya dibagikan secara gratis dulu sebelum dijual di pasaran agar masyarakat dapat mendapatkan siara televisi digital. Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi I DPR Nurul Arifin.

&quot;Realisasinya tidak sesuai dengan komitmen. Logikanya nih, saya beli Rp300 ribu, bahkan Rp350 ribuan, sudah naik,&quot; kata Nurul Arifin dalam Nurul Arifin dalam acara Dialetika Demokrasi bertajuk 'Hak Masyarakat dan Kebijakan Digitalisasi TV&amp;rsquo; di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/11/2022).

&quot;Kalau barang itu ada di pasar, harusnya yang menjadi kewajiban dari yang menjanjikan di Undang-Undang Ciptakerja, 6 juta itu harusnya sudah selesai (dibagikan) dulu dong, baru sisanya dijual,&quot; tambahnya.

Nurul mengungkapkan, adanya peralihan dari analog ke digital tersebut membuat rakyat benar-benar harus berpikir keras untuk mempunyai STB.

BACA JUGA:Sindir STB Dijual Dulu Baru Dibagi Gratis, Nurul Arifin: Sulap-sulapan Macam Apa Ini?

&quot;Ini barangnya ke market dulu, rakyatnya teriak-teriak. Jadi ini sulap-sulap macam apa. Dijual dulu baru dibagi. Sampai kaya decoder yang dulu kita punya pengalaman dari tv nasional ke tv swasta harus pakai decoder, sampai akhirnya decoder itu tidak bermanfaat,&quot; tegasnya.

&quot;Jadi Anda jangan jualan dulu! Kalau ada sisa baru dijual. Kan barangnya sama, produsennya coba kita telusurilah. Produsen STB ini siapa?&quot; tutupnya.Sebelumnya Kominfo menyampaikan, ada bantuan STB yang berasal dari Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) untuk Rumah Tangga Miskin Ekstrem (RTM).

&quot;Bantuan STB hanya untuk RTM yang nama dan alamatnya tercantum dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial,&quot; ujar Kominfo dalam keterangannya.

Kominfo juga mengaku bahwa penerapan Analog Switch Off (ASO) di Jabodetabek terselenggara setelah hampir 100 persen RTM menerima bantuan STB dari komitmen LPS.</description><content:encoded>JAKARTA - Set top box (STB) seharusnya dibagikan secara gratis dulu sebelum dijual di pasaran agar masyarakat dapat mendapatkan siara televisi digital. Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi I DPR Nurul Arifin.

&quot;Realisasinya tidak sesuai dengan komitmen. Logikanya nih, saya beli Rp300 ribu, bahkan Rp350 ribuan, sudah naik,&quot; kata Nurul Arifin dalam Nurul Arifin dalam acara Dialetika Demokrasi bertajuk 'Hak Masyarakat dan Kebijakan Digitalisasi TV&amp;rsquo; di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/11/2022).

&quot;Kalau barang itu ada di pasar, harusnya yang menjadi kewajiban dari yang menjanjikan di Undang-Undang Ciptakerja, 6 juta itu harusnya sudah selesai (dibagikan) dulu dong, baru sisanya dijual,&quot; tambahnya.

Nurul mengungkapkan, adanya peralihan dari analog ke digital tersebut membuat rakyat benar-benar harus berpikir keras untuk mempunyai STB.

BACA JUGA:Sindir STB Dijual Dulu Baru Dibagi Gratis, Nurul Arifin: Sulap-sulapan Macam Apa Ini?

&quot;Ini barangnya ke market dulu, rakyatnya teriak-teriak. Jadi ini sulap-sulap macam apa. Dijual dulu baru dibagi. Sampai kaya decoder yang dulu kita punya pengalaman dari tv nasional ke tv swasta harus pakai decoder, sampai akhirnya decoder itu tidak bermanfaat,&quot; tegasnya.

&quot;Jadi Anda jangan jualan dulu! Kalau ada sisa baru dijual. Kan barangnya sama, produsennya coba kita telusurilah. Produsen STB ini siapa?&quot; tutupnya.Sebelumnya Kominfo menyampaikan, ada bantuan STB yang berasal dari Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) untuk Rumah Tangga Miskin Ekstrem (RTM).

&quot;Bantuan STB hanya untuk RTM yang nama dan alamatnya tercantum dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial,&quot; ujar Kominfo dalam keterangannya.

Kominfo juga mengaku bahwa penerapan Analog Switch Off (ASO) di Jabodetabek terselenggara setelah hampir 100 persen RTM menerima bantuan STB dari komitmen LPS.</content:encoded></item></channel></rss>
