<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masuki Zaman Digital, Arsip Nasional Harus Bisa Menarik Generasi Milenial</title><description>ANRI sudah mulai mengembangkan aplikasi kearsipan yang digunakan oleh kementerian lembaga dan daerah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/14/337/2706716/masuki-zaman-digital-arsip-nasional-harus-bisa-menarik-generasi-milenial</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/11/14/337/2706716/masuki-zaman-digital-arsip-nasional-harus-bisa-menarik-generasi-milenial"/><item><title>Masuki Zaman Digital, Arsip Nasional Harus Bisa Menarik Generasi Milenial</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/14/337/2706716/masuki-zaman-digital-arsip-nasional-harus-bisa-menarik-generasi-milenial</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/11/14/337/2706716/masuki-zaman-digital-arsip-nasional-harus-bisa-menarik-generasi-milenial</guid><pubDate>Senin 14 November 2022 09:27 WIB</pubDate><dc:creator>Rifqa Nisyardhana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/13/337/2706716/masuki-zaman-digital-arsip-nasional-harus-bisa-menarik-generasi-milenial-tnxx6yCnkF.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/13/337/2706716/masuki-zaman-digital-arsip-nasional-harus-bisa-menarik-generasi-milenial-tnxx6yCnkF.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Untuk mewujudkan perannya, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sudah mulai mengembangkan aplikasi kearsipan yang digunakan oleh kementerian lembaga dan daerah.

&amp;ldquo;Jadi nanti mereka ketika mengimplementasikan sudah menciptakan arsip secara digital semua dan datanya terkumpul di Jakarta, di pusat data pemerintah,&amp;rdquo; jelas Kepala ANRI, Drs. Imam Gunarto M. Hum. dalam program Special Dialogue Okezone.

Sekarang sudah ada sekitar 160&amp;ndash;170 kementerian lembaga dan daerah yang menggunakan aplikasi ini. Jumlah dokumen yang sudah tersimpan berjumlah sekitar lima sampai enam juta dokumen.

BACA JUGA:Pentingnya Digitalisasi Arsip Penelitian Bagi Kemajuan Ilmu Pengetahuan

Selain itu, ANRI juga mengembangkan situs untuk memberikan layanan kepada masyarakat, yaitu Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN). Dalam situs itu menjadi satu portal nasional yang bisa digunakan masyarakat untuk mengakses tentang arsip-arsip.

Portal jaringan itu sudah lebih dari 380 anggota jaringan. Anggota jaringannya, yaitu kementerian lembaga dan daerah.
Kemudian ANRI juga mengembangkan situs Sejarah Nusantara untuk arsip-arsip lama, seperti Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC).

&amp;ldquo;Kami sedang mempersiapkan proses pembaruan sehingga semuanya dapat direvitalisasi, lebih kencang penggunaannya, bisa lebih banyak penyimpanannya,&amp;rdquo; ujar Imam.

ANRI juga mencoba untuk melakukan kreativitas agar produk-produk ANRI dapat menarik dan dinikmati masyarakat. Contohnya produk Arsip Hari Ini yang ditampilakan di media sosial ANRI.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Untuk mewujudkan perannya, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sudah mulai mengembangkan aplikasi kearsipan yang digunakan oleh kementerian lembaga dan daerah.

&amp;ldquo;Jadi nanti mereka ketika mengimplementasikan sudah menciptakan arsip secara digital semua dan datanya terkumpul di Jakarta, di pusat data pemerintah,&amp;rdquo; jelas Kepala ANRI, Drs. Imam Gunarto M. Hum. dalam program Special Dialogue Okezone.

Sekarang sudah ada sekitar 160&amp;ndash;170 kementerian lembaga dan daerah yang menggunakan aplikasi ini. Jumlah dokumen yang sudah tersimpan berjumlah sekitar lima sampai enam juta dokumen.

BACA JUGA:Pentingnya Digitalisasi Arsip Penelitian Bagi Kemajuan Ilmu Pengetahuan

Selain itu, ANRI juga mengembangkan situs untuk memberikan layanan kepada masyarakat, yaitu Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN). Dalam situs itu menjadi satu portal nasional yang bisa digunakan masyarakat untuk mengakses tentang arsip-arsip.

Portal jaringan itu sudah lebih dari 380 anggota jaringan. Anggota jaringannya, yaitu kementerian lembaga dan daerah.
Kemudian ANRI juga mengembangkan situs Sejarah Nusantara untuk arsip-arsip lama, seperti Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC).

&amp;ldquo;Kami sedang mempersiapkan proses pembaruan sehingga semuanya dapat direvitalisasi, lebih kencang penggunaannya, bisa lebih banyak penyimpanannya,&amp;rdquo; ujar Imam.

ANRI juga mencoba untuk melakukan kreativitas agar produk-produk ANRI dapat menarik dan dinikmati masyarakat. Contohnya produk Arsip Hari Ini yang ditampilakan di media sosial ANRI.
</content:encoded></item></channel></rss>
