<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tukang Jamu Langganan Ungkap Percakapan Terakhir dengan Keluarga yang Tewas di Kalideres, Ini Katanya</title><description>R mengaku terakhir berbicara dengan Dian pada Maret 2020.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/15/338/2708207/tukang-jamu-langganan-ungkap-percakapan-terakhir-dengan-keluarga-yang-tewas-di-kalideres-ini-katanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/11/15/338/2708207/tukang-jamu-langganan-ungkap-percakapan-terakhir-dengan-keluarga-yang-tewas-di-kalideres-ini-katanya"/><item><title>Tukang Jamu Langganan Ungkap Percakapan Terakhir dengan Keluarga yang Tewas di Kalideres, Ini Katanya</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/15/338/2708207/tukang-jamu-langganan-ungkap-percakapan-terakhir-dengan-keluarga-yang-tewas-di-kalideres-ini-katanya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/11/15/338/2708207/tukang-jamu-langganan-ungkap-percakapan-terakhir-dengan-keluarga-yang-tewas-di-kalideres-ini-katanya</guid><pubDate>Rabu 16 November 2022 05:05 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Choirul</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/15/338/2708207/tukang-jamu-langganan-ungkap-percakapan-terakhir-dengan-keluarga-yang-tewas-di-kalideres-ini-katanya-T97Ys8g2Ro.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/15/338/2708207/tukang-jamu-langganan-ungkap-percakapan-terakhir-dengan-keluarga-yang-tewas-di-kalideres-ini-katanya-T97Ys8g2Ro.jpg</image><title>ilustrasi.</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kematian empat orang dalam satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat, membuat R, seorang tukang jamu langganan korban, terkejut. R, yang sempat bertemu dengan dua di antara korban dua bulan sebelum kejadian, mengungkapkan hal yang mengejutkan dalam percakapan terakhir mereka.
Menurut R, korban Dian sering memesan jamunya lewat pesan WhatsApp (WA), namun pesanan itu berhenti sejak awal pandemi Covid-19, pada Maret 2020. R juga mengaku bahwa dalam percakapan terakhir mereka, Dian meminta pinjaman uang sebesar Rp50 juta dengan alasan untuk operasi kerabatnya.
&quot;Saya sempet bilang bu kalau duit segitu mending minjem ke (bank), ibu kasih jaminan apa gitu sertifikat rumah. &quot;justru itu mba, saya juga engga punya jaminan&quot; itu kata dia,&amp;rdquo; kenang R.
&amp;ldquo;Udah saya dari situ engga pernah ke sono-sono lagi,&quot; tambahnya
Namun, dia mengatakan pernah melihat Dian dan ayahnya Rudiyanto, yang juga ditemukan tewas di TKP, dua bulan sebelum kejadian. Namun, tak seperti biasanya, Dian tak menegurnya bahkan melirik R.Diberitakan sebelumnya ditemukan empat mayat, yang merupakan satu keluarga, dalam sebuah rumah di Blok AC Jalan Taman Asri 3, RT 7 RW 15, Citra Garden 1, Kalideres, Jakarta Barat pada Kamis (10/11/2022) malam. Adapun keempat identitas mayat itu yakni RY (71) laki-laki, RN (68) perempuan dan DF (42) anaknya perempuan dan DG (69) merupakan ipar dari bapaknya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xNS8xLzE1NjkwNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dari hasil autopsi yang dilakukan tim forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati, keempat korban telah meninggal setidaknya tiga minggu. Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini.
Baca Berita Selengkapnya&amp;nbsp;Terungkap, Satu Keluarga yang Tewas di Kalideres Sempat Minta Uang Rp50 Juta untuk Operasi</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kematian empat orang dalam satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat, membuat R, seorang tukang jamu langganan korban, terkejut. R, yang sempat bertemu dengan dua di antara korban dua bulan sebelum kejadian, mengungkapkan hal yang mengejutkan dalam percakapan terakhir mereka.
Menurut R, korban Dian sering memesan jamunya lewat pesan WhatsApp (WA), namun pesanan itu berhenti sejak awal pandemi Covid-19, pada Maret 2020. R juga mengaku bahwa dalam percakapan terakhir mereka, Dian meminta pinjaman uang sebesar Rp50 juta dengan alasan untuk operasi kerabatnya.
&quot;Saya sempet bilang bu kalau duit segitu mending minjem ke (bank), ibu kasih jaminan apa gitu sertifikat rumah. &quot;justru itu mba, saya juga engga punya jaminan&quot; itu kata dia,&amp;rdquo; kenang R.
&amp;ldquo;Udah saya dari situ engga pernah ke sono-sono lagi,&quot; tambahnya
Namun, dia mengatakan pernah melihat Dian dan ayahnya Rudiyanto, yang juga ditemukan tewas di TKP, dua bulan sebelum kejadian. Namun, tak seperti biasanya, Dian tak menegurnya bahkan melirik R.Diberitakan sebelumnya ditemukan empat mayat, yang merupakan satu keluarga, dalam sebuah rumah di Blok AC Jalan Taman Asri 3, RT 7 RW 15, Citra Garden 1, Kalideres, Jakarta Barat pada Kamis (10/11/2022) malam. Adapun keempat identitas mayat itu yakni RY (71) laki-laki, RN (68) perempuan dan DF (42) anaknya perempuan dan DG (69) merupakan ipar dari bapaknya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xNS8xLzE1NjkwNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dari hasil autopsi yang dilakukan tim forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati, keempat korban telah meninggal setidaknya tiga minggu. Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini.
Baca Berita Selengkapnya&amp;nbsp;Terungkap, Satu Keluarga yang Tewas di Kalideres Sempat Minta Uang Rp50 Juta untuk Operasi</content:encoded></item></channel></rss>
