<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anak Berusia 3 Tahun Meninggal Tertimpa Pagar Tembok 2,5 Meter</title><description>Seorang balita berusia 3 tahun di Kabupaten Garut, Jawa Barat, meninggal usai tertimpa pagar tembok setinggi 2,5 meter.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/17/525/2709247/anak-berusia-3-tahun-meninggal-tertimpa-pagar-tembok-2-5-meter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/11/17/525/2709247/anak-berusia-3-tahun-meninggal-tertimpa-pagar-tembok-2-5-meter"/><item><title>Anak Berusia 3 Tahun Meninggal Tertimpa Pagar Tembok 2,5 Meter</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/17/525/2709247/anak-berusia-3-tahun-meninggal-tertimpa-pagar-tembok-2-5-meter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/11/17/525/2709247/anak-berusia-3-tahun-meninggal-tertimpa-pagar-tembok-2-5-meter</guid><pubDate>Kamis 17 November 2022 11:06 WIB</pubDate><dc:creator>Fani Ferdiansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/17/525/2709247/anak-berusia-3-tahun-meninggal-tertimpa-pagar-tembok-2-5-meter-xMDhvqaqnr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pagar tembok ambruk menewaskan balita (Foto : Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/17/525/2709247/anak-berusia-3-tahun-meninggal-tertimpa-pagar-tembok-2-5-meter-xMDhvqaqnr.jpg</image><title>Pagar tembok ambruk menewaskan balita (Foto : Istimewa)</title></images><description>GARUT - Seorang balita berusia 3 tahun di Kabupaten Garut, Jawa Barat, meninggal usai tertimpa pagar tembok setinggi 2,5 meter. Peristiwa meninggalnya anak bernama Arsahaka Pradifta Adiyana tersebut terjadi di Kampung Sukasirna RT01 RW05, Desa Sukamulya, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut.

&quot;Kejadiannya pada Rabu 16 November 2022 kemarin, saat hujan deras di sore hari sekira pukul 16.30 WIB,&quot; kata Humas Polsek Wanaraja Bripka Yana Hendayana, Kamis (17/11/2022).

Ia menuturkan kejadian itu terjadi saat korban bersama ibunya, Wita Leviana (38), warga Kampung Sukarendah RT 02 RW 04, Desa Sukamulya, Kecamatan Pangatikan, berjalan kaki melewati depan rumah yang dihuni oleh Andi dan keluarganya. Konstruksi penyangga bangunan pagar rumah tersebut diduga rapuh hingga menyebabkan ambruk.

&quot;Saat cek TKP, konstruksi bangunan pagarnya sudah lama, ditambah hujan deras, hingga pagar tiba-tiba ambruk dan menimpa korban yang ketika itu sedang berjalan kaki di depan rumah tersebut,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:Satu Rumah di Banjarwangi Garut Hancur Tertimpa Longsor&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Selain anaknya, Levita Leviana pun menjadi korban di peristiwa itu. Ia mengalami luka berat hingga harus dilarikan ke RSUD dr Slamet Garut untuk mendapatkan pertolongan medis.

&quot;Anaknya meninggal ditempat, sementara ibunya harus dibawa ke rumah sakit karena menderita luka berat. Pagar tembok yang roboh itu memiliki ketinggian 2,5 Meter dan panjang 10 meter,&quot; ucap Bripka Yana Hendayana.</description><content:encoded>GARUT - Seorang balita berusia 3 tahun di Kabupaten Garut, Jawa Barat, meninggal usai tertimpa pagar tembok setinggi 2,5 meter. Peristiwa meninggalnya anak bernama Arsahaka Pradifta Adiyana tersebut terjadi di Kampung Sukasirna RT01 RW05, Desa Sukamulya, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut.

&quot;Kejadiannya pada Rabu 16 November 2022 kemarin, saat hujan deras di sore hari sekira pukul 16.30 WIB,&quot; kata Humas Polsek Wanaraja Bripka Yana Hendayana, Kamis (17/11/2022).

Ia menuturkan kejadian itu terjadi saat korban bersama ibunya, Wita Leviana (38), warga Kampung Sukarendah RT 02 RW 04, Desa Sukamulya, Kecamatan Pangatikan, berjalan kaki melewati depan rumah yang dihuni oleh Andi dan keluarganya. Konstruksi penyangga bangunan pagar rumah tersebut diduga rapuh hingga menyebabkan ambruk.

&quot;Saat cek TKP, konstruksi bangunan pagarnya sudah lama, ditambah hujan deras, hingga pagar tiba-tiba ambruk dan menimpa korban yang ketika itu sedang berjalan kaki di depan rumah tersebut,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:Satu Rumah di Banjarwangi Garut Hancur Tertimpa Longsor&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Selain anaknya, Levita Leviana pun menjadi korban di peristiwa itu. Ia mengalami luka berat hingga harus dilarikan ke RSUD dr Slamet Garut untuk mendapatkan pertolongan medis.

&quot;Anaknya meninggal ditempat, sementara ibunya harus dibawa ke rumah sakit karena menderita luka berat. Pagar tembok yang roboh itu memiliki ketinggian 2,5 Meter dan panjang 10 meter,&quot; ucap Bripka Yana Hendayana.</content:encoded></item></channel></rss>
