<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Minta Korban Pelecehan Seksual Guru SD Melapor: Kami Akan Samarkan   </title><description>&amp;nbsp;
Kombes Hengki memastikan identitas seluruh korban akan disamarkan. Hal ini untuk memberikan perlindungan terhadap korban.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/18/338/2710309/polisi-minta-korban-pelecehan-seksual-guru-sd-melapor-kami-akan-samarkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/11/18/338/2710309/polisi-minta-korban-pelecehan-seksual-guru-sd-melapor-kami-akan-samarkan"/><item><title>Polisi Minta Korban Pelecehan Seksual Guru SD Melapor: Kami Akan Samarkan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/18/338/2710309/polisi-minta-korban-pelecehan-seksual-guru-sd-melapor-kami-akan-samarkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/11/18/338/2710309/polisi-minta-korban-pelecehan-seksual-guru-sd-melapor-kami-akan-samarkan</guid><pubDate>Jum'at 18 November 2022 15:54 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/18/338/2710309/polisi-minta-korban-pelecehan-seksual-guru-sd-melapor-kami-akan-samarkan-iqb1mpfWV9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kombes Hengki/Foto: Jonathan Simanjuntak</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/18/338/2710309/polisi-minta-korban-pelecehan-seksual-guru-sd-melapor-kami-akan-samarkan-iqb1mpfWV9.jpg</image><title>Kombes Hengki/Foto: Jonathan Simanjuntak</title></images><description>
BEKASI - Guru di salah satu SD Negeri di Jatiasih, Kota Bekasi berinisial A diduga melakukan pelecehan seksual terhadap muridnya sendiri. Polisi pun meminta korban-korban guru SD ini untuk turut melapor.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki memastikan identitas seluruh korban akan disamarkan. Hal ini untuk memberikan perlindungan terhadap korban.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Kota Sampit Diterjang Angin Kencang dan Hujan Deras, Pohon Bertumbangan
&amp;ldquo;Kalau yang menjadi korban orang tuanya jangan malu akan kami lindungi identitasnya terhadap korban juga terhdap anak-anak itu juga samarkan identitas yang bersangkutan gaperlu malu,&amp;rdquo; tegas Hengki, Jumat (18/11/2022).

Proses penyelidikan, jelas Hengki, masih dalam tahap pemeriksaan korban hingga saksi-saksi. Sejauh ini pun sudah ada lima saksi dan dua korban yang dimintai keterangan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Partai Perindo Lantik Kepengurusan DPD Jakarta Barat di Puncak Bogor
&amp;ldquo;Sedang melakukan pemeriksaan terhadap korban-korban yang ada, dan berikutnya kita sedang periksa saksi-saksi yang ada,&amp;rdquo; tuturnya.

Terkait pelaku yang melarikan diri, Hengki pun menjamin pihak kepolisian kini tengah memburu terduga pelaku. Hanya saja Hengki tak merinci sejauh mana identifikasi terhadap pelaku.



&amp;ldquo;Yaa gaperlu saya sampaikan lah (keberadaan), kita lakukan pengejaran itu ya,&amp;rdquo; pungkasnya.

Sebelumnya, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) menyebut korban pelecehan seksual di salah satu SD Negeri di Jatiasih Kota Bekasi berjumlah delapan orang. Hanya saja, dari delapan korban, baru sebanyak tiga korban yang melapor.
</description><content:encoded>
BEKASI - Guru di salah satu SD Negeri di Jatiasih, Kota Bekasi berinisial A diduga melakukan pelecehan seksual terhadap muridnya sendiri. Polisi pun meminta korban-korban guru SD ini untuk turut melapor.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki memastikan identitas seluruh korban akan disamarkan. Hal ini untuk memberikan perlindungan terhadap korban.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Kota Sampit Diterjang Angin Kencang dan Hujan Deras, Pohon Bertumbangan
&amp;ldquo;Kalau yang menjadi korban orang tuanya jangan malu akan kami lindungi identitasnya terhadap korban juga terhdap anak-anak itu juga samarkan identitas yang bersangkutan gaperlu malu,&amp;rdquo; tegas Hengki, Jumat (18/11/2022).

Proses penyelidikan, jelas Hengki, masih dalam tahap pemeriksaan korban hingga saksi-saksi. Sejauh ini pun sudah ada lima saksi dan dua korban yang dimintai keterangan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Partai Perindo Lantik Kepengurusan DPD Jakarta Barat di Puncak Bogor
&amp;ldquo;Sedang melakukan pemeriksaan terhadap korban-korban yang ada, dan berikutnya kita sedang periksa saksi-saksi yang ada,&amp;rdquo; tuturnya.

Terkait pelaku yang melarikan diri, Hengki pun menjamin pihak kepolisian kini tengah memburu terduga pelaku. Hanya saja Hengki tak merinci sejauh mana identifikasi terhadap pelaku.



&amp;ldquo;Yaa gaperlu saya sampaikan lah (keberadaan), kita lakukan pengejaran itu ya,&amp;rdquo; pungkasnya.

Sebelumnya, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) menyebut korban pelecehan seksual di salah satu SD Negeri di Jatiasih Kota Bekasi berjumlah delapan orang. Hanya saja, dari delapan korban, baru sebanyak tiga korban yang melapor.
</content:encoded></item></channel></rss>
