<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TGB Harap Muhammadiyah Terus Jadi Lokomotif Perubahan</title><description>Perubahan ke arah yang lebih baik untuk kepentingan Bangsa Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/19/337/2710807/tgb-harap-muhammadiyah-terus-jadi-lokomotif-perubahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/11/19/337/2710807/tgb-harap-muhammadiyah-terus-jadi-lokomotif-perubahan"/><item><title>TGB Harap Muhammadiyah Terus Jadi Lokomotif Perubahan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/19/337/2710807/tgb-harap-muhammadiyah-terus-jadi-lokomotif-perubahan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/11/19/337/2710807/tgb-harap-muhammadiyah-terus-jadi-lokomotif-perubahan</guid><pubDate>Sabtu 19 November 2022 15:18 WIB</pubDate><dc:creator>Bramantyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/19/337/2710807/tgb-harap-muhammadiyah-terus-jadi-lokomotif-perubahan-Eo8Jqk6asQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tuan Guru Bajang (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/19/337/2710807/tgb-harap-muhammadiyah-terus-jadi-lokomotif-perubahan-Eo8Jqk6asQ.jpg</image><title>Tuan Guru Bajang (Foto: MPI)</title></images><description>SOLO - Kedekatan Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi, atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang dengan ormas keagamaan Muhammadiyah tak perlu lagi disangsikan.
Seperti dalam kunjungannya ke Kota Solo ini sebelum menghadiri pembukaan Muktamar Muhamamdiyah di Stadion Manahan oleh Presiden Joko Widodo, mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat ini terlebih dahulu ziarah ke makam seorang ulama besar bergelar Pahlawan Nasional Indonesia yang merupakan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.
Menurut Tuan Guru Bajang, hubungan dekat antara dirinya dengan Muhammadiyah itu ada sejarahnya sendiri. Kebetulan dirinya termasuk salah satu pengurus Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah. Dan jika ditarik akarnya, para pendahulu pendiri Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah dengan para pimpinan Muhammadiyah merupakan sahabat dekat pada masanya. Termasuk KH Mas Mansyur dan banyak juga tokoh Muhammadiyah yang lain.
&quot;Sampai hari ini saya Alahamdulillah kita semua ya melihat pimpinan Muhammadiyah termasuk bapak prof Haedar Nashir beliau adalah figur seorang tokoh islam yang teduh dan selalu memberikan pernyataan yang menenangkan ummat,&quot; ujar Tuan Guru Bajang pada MNC Portal Indonesia, Sabtu (19/11/2022).
Baca juga:&amp;nbsp;Hadiri Muktamar ke-48, TGB: Muhammadiyah Terus Jadi Lokomotif Perubahan, Bekerja untuk Umat dan Bangsa
Tak heran Tuan Guru Bajang sangat berharap agar Muhamamdiyah waktu 110 tahun Muhammadiyah bisa sudah menjadi suatu bukti kiprah organisasi ini bagi bangsa Indonesia sangat besar.
Baca juga:&amp;nbsp;Muktamar Muhammadiyah, TGB Minta Generasi saat Ini Mengenal Kiprah Kiai Ahmad Dahlan
&quot;110 tahun Muhammadiyah itu lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa organisasi ini tidak hanya bekerja untuk umat Islam tapi juga bekerja untuk seluruh bangsa bahkan seluruh alam raya,&quot;ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xOS8xLzE1NzE4NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Karena itu Tuan guru Bajang berharap dalam Muktamar ini Muhammadiyah bisa terus menjadi lokomotif perubahan. Perubahan ke arah yang lebih baik untuk kepentingan Bangsa Indonesia.
&quot;Harapan untuk muktamar ini, agar Muhammadiyah bisa terus menjadi lokomotif perubahan dan kota di Indonesia sangat memerlukan gerakan-herakan yang terus mendoromg kepada perubahan yg lebih baik,&quot; paparnya.
Rencannya, setelah menghadiri pembukaan Muktamar Muhammadiyah di Stadion Manahan, Tua Guru Bajang, yang saat ini duduk sebagai Ketua Harian Partai Perindo akan mengunjungi ke Ponpes Al Muayyat di Solo. Pada MNC Portal Indonesia, dirinya ingin sekali mengulang silahturahmi dengan Kiai Rozak.
&quot;Mumpung ada di Solo, saya pengin mampir kembali,&quot; ujarnya.
</description><content:encoded>SOLO - Kedekatan Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi, atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang dengan ormas keagamaan Muhammadiyah tak perlu lagi disangsikan.
Seperti dalam kunjungannya ke Kota Solo ini sebelum menghadiri pembukaan Muktamar Muhamamdiyah di Stadion Manahan oleh Presiden Joko Widodo, mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat ini terlebih dahulu ziarah ke makam seorang ulama besar bergelar Pahlawan Nasional Indonesia yang merupakan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.
Menurut Tuan Guru Bajang, hubungan dekat antara dirinya dengan Muhammadiyah itu ada sejarahnya sendiri. Kebetulan dirinya termasuk salah satu pengurus Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah. Dan jika ditarik akarnya, para pendahulu pendiri Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah dengan para pimpinan Muhammadiyah merupakan sahabat dekat pada masanya. Termasuk KH Mas Mansyur dan banyak juga tokoh Muhammadiyah yang lain.
&quot;Sampai hari ini saya Alahamdulillah kita semua ya melihat pimpinan Muhammadiyah termasuk bapak prof Haedar Nashir beliau adalah figur seorang tokoh islam yang teduh dan selalu memberikan pernyataan yang menenangkan ummat,&quot; ujar Tuan Guru Bajang pada MNC Portal Indonesia, Sabtu (19/11/2022).
Baca juga:&amp;nbsp;Hadiri Muktamar ke-48, TGB: Muhammadiyah Terus Jadi Lokomotif Perubahan, Bekerja untuk Umat dan Bangsa
Tak heran Tuan Guru Bajang sangat berharap agar Muhamamdiyah waktu 110 tahun Muhammadiyah bisa sudah menjadi suatu bukti kiprah organisasi ini bagi bangsa Indonesia sangat besar.
Baca juga:&amp;nbsp;Muktamar Muhammadiyah, TGB Minta Generasi saat Ini Mengenal Kiprah Kiai Ahmad Dahlan
&quot;110 tahun Muhammadiyah itu lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa organisasi ini tidak hanya bekerja untuk umat Islam tapi juga bekerja untuk seluruh bangsa bahkan seluruh alam raya,&quot;ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xOS8xLzE1NzE4NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Karena itu Tuan guru Bajang berharap dalam Muktamar ini Muhammadiyah bisa terus menjadi lokomotif perubahan. Perubahan ke arah yang lebih baik untuk kepentingan Bangsa Indonesia.
&quot;Harapan untuk muktamar ini, agar Muhammadiyah bisa terus menjadi lokomotif perubahan dan kota di Indonesia sangat memerlukan gerakan-herakan yang terus mendoromg kepada perubahan yg lebih baik,&quot; paparnya.
Rencannya, setelah menghadiri pembukaan Muktamar Muhammadiyah di Stadion Manahan, Tua Guru Bajang, yang saat ini duduk sebagai Ketua Harian Partai Perindo akan mengunjungi ke Ponpes Al Muayyat di Solo. Pada MNC Portal Indonesia, dirinya ingin sekali mengulang silahturahmi dengan Kiai Rozak.
&quot;Mumpung ada di Solo, saya pengin mampir kembali,&quot; ujarnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
