<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keluarga Korban Kanjuruhan Alami Intimidasi, Haris Azhar: Banyak yang Ingin Menutupi Tragedi Tersebut   </title><description>Adanya dugaan keras tersebut masih membuktikan bahwa masih ada orang di balik peristiwa itu untuk menutupi kasus tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/20/337/2711248/keluarga-korban-kanjuruhan-alami-intimidasi-haris-azhar-banyak-yang-ingin-menutupi-tragedi-tersebut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/11/20/337/2711248/keluarga-korban-kanjuruhan-alami-intimidasi-haris-azhar-banyak-yang-ingin-menutupi-tragedi-tersebut"/><item><title>Keluarga Korban Kanjuruhan Alami Intimidasi, Haris Azhar: Banyak yang Ingin Menutupi Tragedi Tersebut   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/20/337/2711248/keluarga-korban-kanjuruhan-alami-intimidasi-haris-azhar-banyak-yang-ingin-menutupi-tragedi-tersebut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/11/20/337/2711248/keluarga-korban-kanjuruhan-alami-intimidasi-haris-azhar-banyak-yang-ingin-menutupi-tragedi-tersebut</guid><pubDate>Minggu 20 November 2022 17:56 WIB</pubDate><dc:creator>Bachtiar Rojab</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/20/337/2711248/keluarga-korban-kanjuruhan-alami-intimidasi-haris-azhar-banyak-yang-ingin-menutupi-tragedi-tersebut-KbWdz6c6Td.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Haris Azhar/Foto: Bachtiar Rojab</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/20/337/2711248/keluarga-korban-kanjuruhan-alami-intimidasi-haris-azhar-banyak-yang-ingin-menutupi-tragedi-tersebut-KbWdz6c6Td.jpg</image><title>Haris Azhar/Foto: Bachtiar Rojab</title></images><description>
JAKARTA - Baru-baru ini, muncul dugaan keras terkait masih adanya intimidasi terhadap keluarga korban tragedi Kanjuruhan. Hal itu, diketahui saat keluarga korban akan bertolak ke Jakarta.

Menanggapi hal itu, penggiat HAM dan Pro Demokrasi, Haris Azhar mengatakan, adanya dugaan keras tersebut masih membuktikan bahwa masih ada orang di balik peristiwa itu untuk menutupi kasus tersebut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Ukraina dan NATO Berselisih soal Rudal Hantam Polandia yang Disebutkan Zelensky
&quot;Harusnya korban dilindungi dong bukan diintimidasi. Itu makin membuktikan banyak yang ingin menutup-nutupin peristiwa Kanjuruhan,&quot; ujar Haris usai menggelar diskusi KedaiKopi bertajuk 'Partai Politik Bisa Dibeli? Gosip Atau Fakta?, Minggu (20/11/2022).

Haris menambahkan, jika adanya sindikat menghalangi peristiwa tersebut, maka mereka bukan lagi disebut sebagai oknum. Namun, kata Haris, mereka adalah sindikat yang bermain di balik itu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Anak Kedelapan Miliar Dilahirkan, Ini Urutan Kelima hingga Ketujuh Miliar
&quot;Oknum itu kalau dia tidak setujui, kalau banyak orang dan banyak tempat, berarti itu operasi.&quot; tandasnya.

Sebelumnya, Pihak kepolisian disebut berbicara kepada keluarga korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang untuk mengusut kasus tersebut di Malang, Jawa Timur saja.
Ketua Tim Kuasa Hukum keluarga korban Kanjuruhan, Anjar Nawan Yusky mengatakan pihak kepolisian tidak mencegah secara tegas. Tetapi berbicara agar kasus tersebut diusut di Malang, Jawa Timur.

&quot;Mereka memang tidak tegas melarang, jangan ke Jakarta. Tetapi sebaiknya dilakukan di Malang saja, di Jawa Timur pasti diterima, kan juga sama, ngapain harus jauh-jauh,&quot; katanya kepada awak media, Jumat 18 November 2022.

&quot;Ya memang enggak dipungkiri di perkara Kanjuruhan ini banyak yang alami hal-hal demikian, termasuk kemarin yang mengajukan otopsi itu juga alami hal serupa,&quot; tambahnya.</description><content:encoded>
JAKARTA - Baru-baru ini, muncul dugaan keras terkait masih adanya intimidasi terhadap keluarga korban tragedi Kanjuruhan. Hal itu, diketahui saat keluarga korban akan bertolak ke Jakarta.

Menanggapi hal itu, penggiat HAM dan Pro Demokrasi, Haris Azhar mengatakan, adanya dugaan keras tersebut masih membuktikan bahwa masih ada orang di balik peristiwa itu untuk menutupi kasus tersebut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Ukraina dan NATO Berselisih soal Rudal Hantam Polandia yang Disebutkan Zelensky
&quot;Harusnya korban dilindungi dong bukan diintimidasi. Itu makin membuktikan banyak yang ingin menutup-nutupin peristiwa Kanjuruhan,&quot; ujar Haris usai menggelar diskusi KedaiKopi bertajuk 'Partai Politik Bisa Dibeli? Gosip Atau Fakta?, Minggu (20/11/2022).

Haris menambahkan, jika adanya sindikat menghalangi peristiwa tersebut, maka mereka bukan lagi disebut sebagai oknum. Namun, kata Haris, mereka adalah sindikat yang bermain di balik itu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Anak Kedelapan Miliar Dilahirkan, Ini Urutan Kelima hingga Ketujuh Miliar
&quot;Oknum itu kalau dia tidak setujui, kalau banyak orang dan banyak tempat, berarti itu operasi.&quot; tandasnya.

Sebelumnya, Pihak kepolisian disebut berbicara kepada keluarga korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang untuk mengusut kasus tersebut di Malang, Jawa Timur saja.
Ketua Tim Kuasa Hukum keluarga korban Kanjuruhan, Anjar Nawan Yusky mengatakan pihak kepolisian tidak mencegah secara tegas. Tetapi berbicara agar kasus tersebut diusut di Malang, Jawa Timur.

&quot;Mereka memang tidak tegas melarang, jangan ke Jakarta. Tetapi sebaiknya dilakukan di Malang saja, di Jawa Timur pasti diterima, kan juga sama, ngapain harus jauh-jauh,&quot; katanya kepada awak media, Jumat 18 November 2022.

&quot;Ya memang enggak dipungkiri di perkara Kanjuruhan ini banyak yang alami hal-hal demikian, termasuk kemarin yang mengajukan otopsi itu juga alami hal serupa,&quot; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
