<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penembakan di Kelab Gay Colorado Tewaskan Setidaknya 5 Orang</title><description>Aksi pelaku dihentikan pengunjung kelab dan polisi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/21/18/2711419/penembakan-di-kelab-gay-colorado-tewaskan-setidaknya-5-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/11/21/18/2711419/penembakan-di-kelab-gay-colorado-tewaskan-setidaknya-5-orang"/><item><title>Penembakan di Kelab Gay Colorado Tewaskan Setidaknya 5 Orang</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/21/18/2711419/penembakan-di-kelab-gay-colorado-tewaskan-setidaknya-5-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/11/21/18/2711419/penembakan-di-kelab-gay-colorado-tewaskan-setidaknya-5-orang</guid><pubDate>Senin 21 November 2022 07:33 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/21/18/2711419/penembakan-di-kelab-gay-colorado-tewaskan-setidaknya-5-orang-Vy7gsZYtNs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/21/18/2711419/penembakan-di-kelab-gay-colorado-tewaskan-setidaknya-5-orang-Vy7gsZYtNs.jpg</image><title>ilustrasi.</title></images><description>COLORADO SPRINGS - Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di dalam tempat hiburan malam LGBTQ di Colorado Springs, Colorado, Amerika Serikat (AS) pada Sabtu, (19/11/2022) malam, menewaskan setidaknya sedikitnya lima orang dan melukai 25 lainnya sebelum dihentikan oleh pengunjung klub.
Pihak berwenang pada Minggu, (20/11/2022) mengatakan mereka sedang menyelidiki apakah serangan itu dimotivasi oleh kebencian.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Penembakan Kelab Gay Norwegia, Pelaku Didakwa dengan Tuduhan Terorisme
Polisi mengidentifikasi tersangka sebagai Anderson Lee Aldrich, (22), dan mengatakan dia menggunakan &quot;senapan panjang&quot;. Dia dibawa ke tahanan polisi tak lama setelah penembakan dimulai dan sedang dirawat karena cedera, menurut pejabat sebagaimana dilansir Reuters.
Club Q, tempat yang sudah lama berdiri di mal sederhana, digambarkan oleh banyak orang sebagai tempat berlindung yang aman bagi komunitas LGBTQ di kota terbesar kedua di Colorado.
Polisi mengatakan panggilan telepon awal tentang penembakan itu datang tepat sebelum tengah malam, dan tersangka ditangkap dalam beberapa menit berkat tindakan cepat dari penegak hukum dan keberanian setidaknya dua pengunjung yang melakukan intervensi.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Rekaman Penembakan Brutal di Kelab Gay AS
Penembak menyerbu masuk dengan senapan, jaket antipeluru gaya militer dan enam magasin amunisi, lapor New York Times, mengutip pemilik klub, yang mengatakan mereka tidak mengenal pria itu.
Beberapa senjata api ditemukan di tempat tersebut, termasuk senapan, Kepala Polisi Colorado Springs Adrian Vasquez mengatakan pada konferensi pers pada Minggu.Beberapa korban luka berada dalam kondisi kritis dan dirawat di rumah sakit setempat, kata pihak berwenang.
Dalam pernyataan yang mengutuk kekerasan tersebut, Presiden Joe Biden mengatakan orang Amerika tidak boleh mentolerir kebencian.
&quot;Tempat yang seharusnya menjadi ruang penerimaan dan perayaan yang aman tidak boleh diubah menjadi tempat teror dan kekerasan,&quot; kata Biden.
Penembakan itu mengingatkan pada pembantaian klub Pulse tahun 2016 ketika seorang pria bersenjata membunuh 49 orang di klub malam gay di Orlando, Florida, sebelum dia ditembak mati oleh polisi.
Insiden ini juga terjadi di saat komunitas LGBTQ di seluruh dunia bersiap untuk menandai Hari Peringatan Transgender pada Minggu, peringatan tahunan untuk menghormati para korban kekerasan transfobia.
</description><content:encoded>COLORADO SPRINGS - Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di dalam tempat hiburan malam LGBTQ di Colorado Springs, Colorado, Amerika Serikat (AS) pada Sabtu, (19/11/2022) malam, menewaskan setidaknya sedikitnya lima orang dan melukai 25 lainnya sebelum dihentikan oleh pengunjung klub.
Pihak berwenang pada Minggu, (20/11/2022) mengatakan mereka sedang menyelidiki apakah serangan itu dimotivasi oleh kebencian.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Penembakan Kelab Gay Norwegia, Pelaku Didakwa dengan Tuduhan Terorisme
Polisi mengidentifikasi tersangka sebagai Anderson Lee Aldrich, (22), dan mengatakan dia menggunakan &quot;senapan panjang&quot;. Dia dibawa ke tahanan polisi tak lama setelah penembakan dimulai dan sedang dirawat karena cedera, menurut pejabat sebagaimana dilansir Reuters.
Club Q, tempat yang sudah lama berdiri di mal sederhana, digambarkan oleh banyak orang sebagai tempat berlindung yang aman bagi komunitas LGBTQ di kota terbesar kedua di Colorado.
Polisi mengatakan panggilan telepon awal tentang penembakan itu datang tepat sebelum tengah malam, dan tersangka ditangkap dalam beberapa menit berkat tindakan cepat dari penegak hukum dan keberanian setidaknya dua pengunjung yang melakukan intervensi.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Rekaman Penembakan Brutal di Kelab Gay AS
Penembak menyerbu masuk dengan senapan, jaket antipeluru gaya militer dan enam magasin amunisi, lapor New York Times, mengutip pemilik klub, yang mengatakan mereka tidak mengenal pria itu.
Beberapa senjata api ditemukan di tempat tersebut, termasuk senapan, Kepala Polisi Colorado Springs Adrian Vasquez mengatakan pada konferensi pers pada Minggu.Beberapa korban luka berada dalam kondisi kritis dan dirawat di rumah sakit setempat, kata pihak berwenang.
Dalam pernyataan yang mengutuk kekerasan tersebut, Presiden Joe Biden mengatakan orang Amerika tidak boleh mentolerir kebencian.
&quot;Tempat yang seharusnya menjadi ruang penerimaan dan perayaan yang aman tidak boleh diubah menjadi tempat teror dan kekerasan,&quot; kata Biden.
Penembakan itu mengingatkan pada pembantaian klub Pulse tahun 2016 ketika seorang pria bersenjata membunuh 49 orang di klub malam gay di Orlando, Florida, sebelum dia ditembak mati oleh polisi.
Insiden ini juga terjadi di saat komunitas LGBTQ di seluruh dunia bersiap untuk menandai Hari Peringatan Transgender pada Minggu, peringatan tahunan untuk menghormati para korban kekerasan transfobia.
</content:encoded></item></channel></rss>
