<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peluncuran Rudal Korut, G7 Minta PBB Ambil Langkah Signifikan</title><description>Pyongyang pada Jumat (18/11/2022) melakukan uji tembak rudal balistik yang mampu mencapai daratan AS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/21/18/2711840/peluncuran-rudal-korut-g7-minta-pbb-ambil-langkah-signifikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/11/21/18/2711840/peluncuran-rudal-korut-g7-minta-pbb-ambil-langkah-signifikan"/><item><title>Peluncuran Rudal Korut, G7 Minta PBB Ambil Langkah Signifikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/21/18/2711840/peluncuran-rudal-korut-g7-minta-pbb-ambil-langkah-signifikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/11/21/18/2711840/peluncuran-rudal-korut-g7-minta-pbb-ambil-langkah-signifikan</guid><pubDate>Senin 21 November 2022 16:02 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/21/18/2711840/peluncuran-rudal-korut-g7-minta-pbb-ambil-langkah-signifikan-IxTft05DDV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Peluncuran rudal Korea Utara (Foto: KCNA via Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/21/18/2711840/peluncuran-rudal-korut-g7-minta-pbb-ambil-langkah-signifikan-IxTft05DDV.jpg</image><title>Peluncuran rudal Korea Utara (Foto: KCNA via Reuters)</title></images><description>ROMA - Menteri luar negeri Kelompok Tujuh (G7) pada Minggu (21/11/2022) mengatakan Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) perlu mengambil &quot;sejumlah langkah signifikan&quot; untuk menanggapi rudal balistik antarbenua terbaru yang diluncurkan Korea Utara (Korut).

Dewan Keamanan akan membahas Korea Utara pada pertemuan yang digelar Senin (21/11/2022) atas permintaan Amerika Serikat (AS), menyusul sederet peluncuran rudal terbaru tahun ini.

&quot;Aksi (Korut) menuntut respons kuat dan kolektif dari komunitas internasional,&quot; kata Menteri AS, Jepang, Kanada, Jerman, Inggris, Prancis serta Italia, dikutip Antara.
Baca juga:&amp;nbsp;Korut Kembali Tembakkan Rudal Balistik, Ancam 'Tanggapan Keras' Terhadap AS
Seperti diketahui, Pyongyang pada Jumat (18/11/2022) melakukan uji tembak rudal balistik yang mampu mencapai daratan AS tak lama setelah peringatan &quot;respons militer yang dahsyat&quot; untuk Washington memperkuat keamanan militer mereka di kawasan tersebut.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;DK PBB Masih Beda Pendapat Soal Peluncuran Rudal Korut
Pernyataan G7 menyebutkan bahwa uji tembak pada Jumat (18/11/2022) merupakan &quot;tindakan yang sembrono&quot; sekaligus &quot;pelanggaran secara blak-blakan lainnya&quot; terhadap resolusi PBB.
&quot;Sederet peluncuran rudal balistik ilegal yang belum pernah terjadi yang dilakukan (Korut) pada 2022... menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan dan perdamaian kawasan dan internasional,&quot; tulis pernyataan G7.



Disebutkan pula bahwa Korut &quot;tidak dapat dan tidak akan pernah memiliki status negara senjata nuklir.&quot;



</description><content:encoded>ROMA - Menteri luar negeri Kelompok Tujuh (G7) pada Minggu (21/11/2022) mengatakan Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) perlu mengambil &quot;sejumlah langkah signifikan&quot; untuk menanggapi rudal balistik antarbenua terbaru yang diluncurkan Korea Utara (Korut).

Dewan Keamanan akan membahas Korea Utara pada pertemuan yang digelar Senin (21/11/2022) atas permintaan Amerika Serikat (AS), menyusul sederet peluncuran rudal terbaru tahun ini.

&quot;Aksi (Korut) menuntut respons kuat dan kolektif dari komunitas internasional,&quot; kata Menteri AS, Jepang, Kanada, Jerman, Inggris, Prancis serta Italia, dikutip Antara.
Baca juga:&amp;nbsp;Korut Kembali Tembakkan Rudal Balistik, Ancam 'Tanggapan Keras' Terhadap AS
Seperti diketahui, Pyongyang pada Jumat (18/11/2022) melakukan uji tembak rudal balistik yang mampu mencapai daratan AS tak lama setelah peringatan &quot;respons militer yang dahsyat&quot; untuk Washington memperkuat keamanan militer mereka di kawasan tersebut.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;DK PBB Masih Beda Pendapat Soal Peluncuran Rudal Korut
Pernyataan G7 menyebutkan bahwa uji tembak pada Jumat (18/11/2022) merupakan &quot;tindakan yang sembrono&quot; sekaligus &quot;pelanggaran secara blak-blakan lainnya&quot; terhadap resolusi PBB.
&quot;Sederet peluncuran rudal balistik ilegal yang belum pernah terjadi yang dilakukan (Korut) pada 2022... menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan dan perdamaian kawasan dan internasional,&quot; tulis pernyataan G7.



Disebutkan pula bahwa Korut &quot;tidak dapat dan tidak akan pernah memiliki status negara senjata nuklir.&quot;



</content:encoded></item></channel></rss>
