<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Pascagempa M5,6 Cianjur, Kepala BMKG : Waspadai Bahaya Ikutan, Longsor hingga Banjir Bandang</title><description>Masyarakat yang terdampak gempa M5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat adanya potensi bahaya ikutan.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/21/337/2711879/pascagempa-m5-6-cianjur-kepala-bmkg-waspadai-bahaya-ikutan-longsor-hingga-banjir-bandang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/11/21/337/2711879/pascagempa-m5-6-cianjur-kepala-bmkg-waspadai-bahaya-ikutan-longsor-hingga-banjir-bandang"/><item><title> Pascagempa M5,6 Cianjur, Kepala BMKG : Waspadai Bahaya Ikutan, Longsor hingga Banjir Bandang</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/21/337/2711879/pascagempa-m5-6-cianjur-kepala-bmkg-waspadai-bahaya-ikutan-longsor-hingga-banjir-bandang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/11/21/337/2711879/pascagempa-m5-6-cianjur-kepala-bmkg-waspadai-bahaya-ikutan-longsor-hingga-banjir-bandang</guid><pubDate>Senin 21 November 2022 16:31 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/21/337/2711879/pascagempa-m5-6-cianjur-kepala-bmkg-waspadai-bahaya-ikutan-longsor-hingga-banjir-bandang-VcgaBCWHrZ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BMKG, Dwikorita (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/21/337/2711879/pascagempa-m5-6-cianjur-kepala-bmkg-waspadai-bahaya-ikutan-longsor-hingga-banjir-bandang-VcgaBCWHrZ.jpeg</image><title>Kepala BMKG, Dwikorita (Foto: Istimewa)</title></images><description>

JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengingatkan kepada masyarakat yang terdampak gempa M5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat adanya potensi bahaya ikutan.

Dwikorita mengatakan, bahaya ikutan itu diantaranya longsong hingga banjir bandang. Mengingat, saat ini intensitas hujan masih berpotensi meningkat.

&amp;ldquo;Ada yang perlu sedikit diingatkan kepada masyarakat mengingat saat ini intensitas hujan meningkat, jadi perlu juga diwaspadai adanya hazard atau bahaya ikutan,&amp;rdquo; ungkap Dwikorita saat Konferensi Pers secara virtual, Senin (21/11/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Gempa M5,6 Cianjur, BNPB: Kerusakan Masif, Diperkirakan Jumlah Pengungsi Cukup Banyak
Terutama, kata Dwikorita, potensi longsor ataupun banjir bandang ini diakibatkan banyaknya lereng-lereng yang rapuh dan retak. Sehingga, dikhawatirkan ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi akan tersapu oleh air hujan sehingga berdampak longsor atau banjir bandang.

&amp;ldquo;Jadi pada lereng-lereng yang sudah rapuh, retak-retak karena diguncang gempa ini apabila hujan turun dikhawatirkan material-material yang terlepas atau yang terguncang gempa ini dapat tersapu oleh air hujan dan dapat memberikan dampak ikutan berupa longsor ataupun banjir bandang,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;Sehingga, kami mohon diwaspadai pula apabila sedang hujan, mohon tidak berada di dekat lereng ataupun menghindar dari bantaran sungai yang dikhawatirkan disitu juga berpotensi untuk mengalami banjir bandang,&amp;rdquo; tegas Dwikorita.
&amp;nbsp;BACA JUGA:BNPB Segera Kirimkan Logistik ke Korban Gempa M5,6 di CianjurSementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan hingga saat ini tercatat sebanyak 14 orang meninggal dunia akibat gempa ini.

&amp;ldquo;Baru saja kami mendapat informasi bahwa korban jiwa khususnya di kabupaten Cianjur ini sudah 14 orang meninggal dunia. Saya tambahkan lagi 14 orang meninggal dunia yaitu di kecamatan Cilaku Desa Rancagoong Kecamatan Cianjur Desa Limbangan Sari, dan Kecamatan cugenang,&amp;rdquo; ungkap Suharyanto pada kesempatan yang sama.

Suharyanto mengatakan korban jiwa diperkirakan akan terus bertambah. &amp;ldquo;Tentu saja ini informasi ini akan berkembang terus karena seperti kita ketahui bersama bahwa pendataan terkait korban apabila terjadi gempa tidak bisa dilaksanakan secara cepat dengan korban akan terus bertambah,&quot; tuturnya.

&amp;ldquo;Kemudian juga 17 orang warga luka-luka,&amp;rdquo; tambahnya.


</description><content:encoded>

JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengingatkan kepada masyarakat yang terdampak gempa M5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat adanya potensi bahaya ikutan.

Dwikorita mengatakan, bahaya ikutan itu diantaranya longsong hingga banjir bandang. Mengingat, saat ini intensitas hujan masih berpotensi meningkat.

&amp;ldquo;Ada yang perlu sedikit diingatkan kepada masyarakat mengingat saat ini intensitas hujan meningkat, jadi perlu juga diwaspadai adanya hazard atau bahaya ikutan,&amp;rdquo; ungkap Dwikorita saat Konferensi Pers secara virtual, Senin (21/11/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Gempa M5,6 Cianjur, BNPB: Kerusakan Masif, Diperkirakan Jumlah Pengungsi Cukup Banyak
Terutama, kata Dwikorita, potensi longsor ataupun banjir bandang ini diakibatkan banyaknya lereng-lereng yang rapuh dan retak. Sehingga, dikhawatirkan ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi akan tersapu oleh air hujan sehingga berdampak longsor atau banjir bandang.

&amp;ldquo;Jadi pada lereng-lereng yang sudah rapuh, retak-retak karena diguncang gempa ini apabila hujan turun dikhawatirkan material-material yang terlepas atau yang terguncang gempa ini dapat tersapu oleh air hujan dan dapat memberikan dampak ikutan berupa longsor ataupun banjir bandang,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;Sehingga, kami mohon diwaspadai pula apabila sedang hujan, mohon tidak berada di dekat lereng ataupun menghindar dari bantaran sungai yang dikhawatirkan disitu juga berpotensi untuk mengalami banjir bandang,&amp;rdquo; tegas Dwikorita.
&amp;nbsp;BACA JUGA:BNPB Segera Kirimkan Logistik ke Korban Gempa M5,6 di CianjurSementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan hingga saat ini tercatat sebanyak 14 orang meninggal dunia akibat gempa ini.

&amp;ldquo;Baru saja kami mendapat informasi bahwa korban jiwa khususnya di kabupaten Cianjur ini sudah 14 orang meninggal dunia. Saya tambahkan lagi 14 orang meninggal dunia yaitu di kecamatan Cilaku Desa Rancagoong Kecamatan Cianjur Desa Limbangan Sari, dan Kecamatan cugenang,&amp;rdquo; ungkap Suharyanto pada kesempatan yang sama.

Suharyanto mengatakan korban jiwa diperkirakan akan terus bertambah. &amp;ldquo;Tentu saja ini informasi ini akan berkembang terus karena seperti kita ketahui bersama bahwa pendataan terkait korban apabila terjadi gempa tidak bisa dilaksanakan secara cepat dengan korban akan terus bertambah,&quot; tuturnya.

&amp;ldquo;Kemudian juga 17 orang warga luka-luka,&amp;rdquo; tambahnya.


</content:encoded></item></channel></rss>
