<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>    BMKG Mencatat 122 Gempa Susulan Terjadi di Cianjur   </title><description>Daryono melaporkan terjadi 122 kalo gempa susulan pasca gempa utama M5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kemarin siang.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/22/337/2712212/bmkg-mencatat-122-gempa-susulan-terjadi-di-cianjur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/11/22/337/2712212/bmkg-mencatat-122-gempa-susulan-terjadi-di-cianjur"/><item><title>    BMKG Mencatat 122 Gempa Susulan Terjadi di Cianjur   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/22/337/2712212/bmkg-mencatat-122-gempa-susulan-terjadi-di-cianjur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/11/22/337/2712212/bmkg-mencatat-122-gempa-susulan-terjadi-di-cianjur</guid><pubDate>Selasa 22 November 2022 08:27 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/22/337/2712212/bmkg-mencatat-122-gempa-susulan-terjadi-di-cianjur-7xjCgb4bwS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: Freepick)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/22/337/2712212/bmkg-mencatat-122-gempa-susulan-terjadi-di-cianjur-7xjCgb4bwS.jpg</image><title>Illustrasi (foto: Freepick)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono melaporkan terjadi 122 kalo gempa susulan pasca gempa utama M5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kemarin siang.
&amp;ldquo;Jumlah gempa susulan 122 kali, hingga 22 November 2022 pukul 07.30 WIB,&amp;rdquo; ungkap Daryono dikutip dari laman media sosial pribadinya, Selasa (22/11/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:PVMBG Catat Gempa Cianjur Jadi Gempa ke-17 di Indonesia, Terjadi di Luar Sesar Cimandiri
Sementara itu, Daryono mengatakan aktivitas gempa susulan (aftershocks) sudah mulai menurun.
&amp;ldquo;Bukti berdasarkan data bahwa aktivitas gempa susulan (aftershocks) di Cianjur-Sukabumi sudah meluruh,&amp;rdquo; kata Daryono.
&amp;nbsp;BACA JUGA: Sebanyak 681 Rumah di Sukabumi Rusak Akibat Gempa Cianjur
Sebelumnya, Daryono melaporkan gempa M5,6 yang mengguncang Cianjur ini akibat aktivitas sesar Cimandiri.&amp;ldquo;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal yang diduga akibat aktivitas sesar Cimandiri,&amp;rdquo; ungkapnya.
Sementara itu, hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,6 pada pukul 13.21 WIB. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 6,86&amp;deg; LS ; 107,01&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 11 km.
&amp;ldquo;Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),&amp;rdquo; kata Daryono.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono melaporkan terjadi 122 kalo gempa susulan pasca gempa utama M5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kemarin siang.
&amp;ldquo;Jumlah gempa susulan 122 kali, hingga 22 November 2022 pukul 07.30 WIB,&amp;rdquo; ungkap Daryono dikutip dari laman media sosial pribadinya, Selasa (22/11/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:PVMBG Catat Gempa Cianjur Jadi Gempa ke-17 di Indonesia, Terjadi di Luar Sesar Cimandiri
Sementara itu, Daryono mengatakan aktivitas gempa susulan (aftershocks) sudah mulai menurun.
&amp;ldquo;Bukti berdasarkan data bahwa aktivitas gempa susulan (aftershocks) di Cianjur-Sukabumi sudah meluruh,&amp;rdquo; kata Daryono.
&amp;nbsp;BACA JUGA: Sebanyak 681 Rumah di Sukabumi Rusak Akibat Gempa Cianjur
Sebelumnya, Daryono melaporkan gempa M5,6 yang mengguncang Cianjur ini akibat aktivitas sesar Cimandiri.&amp;ldquo;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal yang diduga akibat aktivitas sesar Cimandiri,&amp;rdquo; ungkapnya.
Sementara itu, hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,6 pada pukul 13.21 WIB. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 6,86&amp;deg; LS ; 107,01&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 11 km.
&amp;ldquo;Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),&amp;rdquo; kata Daryono.</content:encoded></item></channel></rss>
