<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Studi Terbaru: Infeksi Bakteri Jadi Penyebab Kematian Paling Tinggi Kedua di Seluruh Dunia</title><description>Penelitian ini melibatkan ribuan peneliti di seluruh dunia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/23/18/2713373/studi-terbaru-infeksi-bakteri-jadi-penyebab-kematian-paling-tinggi-kedua-di-seluruh-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/11/23/18/2713373/studi-terbaru-infeksi-bakteri-jadi-penyebab-kematian-paling-tinggi-kedua-di-seluruh-dunia"/><item><title>Studi Terbaru: Infeksi Bakteri Jadi Penyebab Kematian Paling Tinggi Kedua di Seluruh Dunia</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/23/18/2713373/studi-terbaru-infeksi-bakteri-jadi-penyebab-kematian-paling-tinggi-kedua-di-seluruh-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/11/23/18/2713373/studi-terbaru-infeksi-bakteri-jadi-penyebab-kematian-paling-tinggi-kedua-di-seluruh-dunia</guid><pubDate>Rabu 23 November 2022 16:17 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/23/18/2713373/studi-terbaru-infeksi-bakteri-jadi-penyebab-kematian-paling-tinggi-kedua-di-seluruh-dunia-8uAIiDFzJH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Infeksi bakteri jadi penyebab kematian paling tinggi kedua di seluruh dunia (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/23/18/2713373/studi-terbaru-infeksi-bakteri-jadi-penyebab-kematian-paling-tinggi-kedua-di-seluruh-dunia-8uAIiDFzJH.jpg</image><title>Infeksi bakteri jadi penyebab kematian paling tinggi kedua di seluruh dunia (Foto: AP)</title></images><description>NEW YORK - Infeksi bakteri menjadi penyebab kematian utama nomor dua paling tinggi di seluruh dunia, di mana infeksi bakteri telah menyebabkan satu dari delapan kematian pada 2019. Hal ini diungkapkan studi global pertama tentang tingkat bahaya dari infeksi bakteri pada Selasa (22/11/2022).
Studi ini dilakukan di bawah kerangka Global Burden of Disease, program penelitian besar yang didanai Bill and Melinda Gates Foundation. Penelitian melibatkan ribuan peneliti di seluruh dunia.

Dikutip VOA, Studi baru besar-besaran, yang terbit dalam jurnal Lancet, mengamati kematian akibat 33 bakteri patogen yang umum dan 11 jenis infeksi di 204 negara dan teritori.
Baca juga:&amp;nbsp;Dampak Mengerikan Perubahan Iklim, Gletser Meleleh dan 100.000 Ton Bakteri Merebak ke Lingkungan hingga 80 Tahun
Patogen-patogen itu dikaitkan dengan 7,7 juta kematian &amp;ndash; 13,6 persen dari total kematian global &amp;ndash; pada 2019, tahun sebelum pandemi Covid-19 merebak.
Baca juga:&amp;nbsp;Punggung Membusuk dan Hancur, Wanita Ini Alami Infeksi Bakteri Langka&amp;nbsp;
Studi tersebut mengatakan bakteri itu membuat mereka menjadi penyebab kematian nomor dua setelah penyakit jantung iskemik, termasuk serangan jantung.


Hanya lima dari 33 bakteri bertanggung jawab atas setengah dari kematian itu. Yaitu Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Streptococcus pneumoniae, Klebsiella pneumoniae dan Pseudomonas aeruginosa. Staphylococcus aureus adalah bakteri yang umum pada kulit dan lubang hidung manusia tetapi penyebab berbagai penyakit. Sedangkan Escherichia coli umumnya menyebabkan keracunan makanan.</description><content:encoded>NEW YORK - Infeksi bakteri menjadi penyebab kematian utama nomor dua paling tinggi di seluruh dunia, di mana infeksi bakteri telah menyebabkan satu dari delapan kematian pada 2019. Hal ini diungkapkan studi global pertama tentang tingkat bahaya dari infeksi bakteri pada Selasa (22/11/2022).
Studi ini dilakukan di bawah kerangka Global Burden of Disease, program penelitian besar yang didanai Bill and Melinda Gates Foundation. Penelitian melibatkan ribuan peneliti di seluruh dunia.

Dikutip VOA, Studi baru besar-besaran, yang terbit dalam jurnal Lancet, mengamati kematian akibat 33 bakteri patogen yang umum dan 11 jenis infeksi di 204 negara dan teritori.
Baca juga:&amp;nbsp;Dampak Mengerikan Perubahan Iklim, Gletser Meleleh dan 100.000 Ton Bakteri Merebak ke Lingkungan hingga 80 Tahun
Patogen-patogen itu dikaitkan dengan 7,7 juta kematian &amp;ndash; 13,6 persen dari total kematian global &amp;ndash; pada 2019, tahun sebelum pandemi Covid-19 merebak.
Baca juga:&amp;nbsp;Punggung Membusuk dan Hancur, Wanita Ini Alami Infeksi Bakteri Langka&amp;nbsp;
Studi tersebut mengatakan bakteri itu membuat mereka menjadi penyebab kematian nomor dua setelah penyakit jantung iskemik, termasuk serangan jantung.


Hanya lima dari 33 bakteri bertanggung jawab atas setengah dari kematian itu. Yaitu Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Streptococcus pneumoniae, Klebsiella pneumoniae dan Pseudomonas aeruginosa. Staphylococcus aureus adalah bakteri yang umum pada kulit dan lubang hidung manusia tetapi penyebab berbagai penyakit. Sedangkan Escherichia coli umumnya menyebabkan keracunan makanan.</content:encoded></item></channel></rss>
