<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cianjur Kembali Diguncang Gempa, BMKG: Empat Hari Kedepan Masih Ada Susulan dan Sudah Stabil</title><description>Saat ini curah hujan sedang meningkat menuju puncaknya di bulan Desember hingga Januari nanti.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/23/337/2713226/cianjur-kembali-diguncang-gempa-bmkg-empat-hari-kedepan-masih-ada-susulan-dan-sudah-stabil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/11/23/337/2713226/cianjur-kembali-diguncang-gempa-bmkg-empat-hari-kedepan-masih-ada-susulan-dan-sudah-stabil"/><item><title>Cianjur Kembali Diguncang Gempa, BMKG: Empat Hari Kedepan Masih Ada Susulan dan Sudah Stabil</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/11/23/337/2713226/cianjur-kembali-diguncang-gempa-bmkg-empat-hari-kedepan-masih-ada-susulan-dan-sudah-stabil</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/11/23/337/2713226/cianjur-kembali-diguncang-gempa-bmkg-empat-hari-kedepan-masih-ada-susulan-dan-sudah-stabil</guid><pubDate>Rabu 23 November 2022 14:07 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Choirul</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/23/337/2713226/cianjur-kembali-diguncang-gempa-bmkg-empat-hari-kedepan-masih-ada-susulan-dan-sudah-stabil-8pNr07t7G7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/23/337/2713226/cianjur-kembali-diguncang-gempa-bmkg-empat-hari-kedepan-masih-ada-susulan-dan-sudah-stabil-8pNr07t7G7.jpg</image><title>Foto: Antara</title></images><description>CIANJUR - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan intensitas gempa susulan di Kabupaten Cianjur akan semakin melandai dalam waktu empat hari kedepan sejak 22 November yang lalu.
(Baca juga: Viral! Masjid di Cianjur Tetap Kokoh Meski Diguncang Gempa Dahsyat M5,6)
Hingga Tanggal 23 November 2022 Pukul 08.00 WIB, jumlah gempa susulan yang tercatat BMKG ada sebanyak 162 gempa dengan magnitudo terbesar 4.2 dan terkecil pada magnitudo 1.2.
Seperti diketahui, gempa bermagnitudo 5,6 mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Gempa itu dirasakan di sejumlah provinsi di Jawa Barat, Banten, juga DKI Jakarta.
&amp;ldquo;Gempa-gempa susulan itu sebagian besar tidak dirasakan, dan yang bisa mencatat adalah alat, dan ada beberapa yang dapat dirasakan. Insya Allah, dalam kurun waktu empat hari kedepan, gempa-gempa susulan tersebut sudah reda dan stabil,&amp;rdquo; ungkap Dwikorita di Cianjur, Rabu (23/11/2022).
Dwikorita mengatakan, memasuki puncak musim penghujan, BMKG mengimbau kepada pemerintah daerah setempat dan masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana alam ikutan seperti longsor dan banjir bandang yang membawa material-material reruntuhan lereng akibat gempa M5.6.
&amp;ldquo;Saat ini curah hujan sedang meningkat menuju puncaknya di bulan Desember hingga Januari nanti, jadi harus diwaspadai kemungkinan terjadinya bencana ikutan usai gempa kemarin,&amp;rdquo;terangnya.
&amp;ldquo;Material lereng yang runtuh seperti tanah, batu, pohon, kerikil, dan lainnya harus dibersihkan agar tidak terbawa air dan menjadi banjir bandang. Hal ini pernah terjadi saat gempa Palu dan Pasaman Barat,&amp;rdquo;tambahnya.Dia mengimbau saat proses rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan semestinya menggunakan struktur bangunan tahan gempa.
Menurutnya, banyaknya korban meninggal dan signifikannya kerusakan yang terjadi pada saat gempa tektonik bermagnitudo 5,6 selain akibat gempa dangkal juga akibat struktur bangunan di wilayah terdampak tidak memenuhi standar tahan gempa.

&amp;ldquo;Mayoritas bangunan yang terdampak karena dibangun tanpa mengindahkan struktur aman gempa yang menggunakan besi tulangan dengan semen standar. Akibatnya, bangunan tersebut tidak mampu menahan guncangan gempa,&amp;rdquo; pungkasnya.

</description><content:encoded>CIANJUR - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan intensitas gempa susulan di Kabupaten Cianjur akan semakin melandai dalam waktu empat hari kedepan sejak 22 November yang lalu.
(Baca juga: Viral! Masjid di Cianjur Tetap Kokoh Meski Diguncang Gempa Dahsyat M5,6)
Hingga Tanggal 23 November 2022 Pukul 08.00 WIB, jumlah gempa susulan yang tercatat BMKG ada sebanyak 162 gempa dengan magnitudo terbesar 4.2 dan terkecil pada magnitudo 1.2.
Seperti diketahui, gempa bermagnitudo 5,6 mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Gempa itu dirasakan di sejumlah provinsi di Jawa Barat, Banten, juga DKI Jakarta.
&amp;ldquo;Gempa-gempa susulan itu sebagian besar tidak dirasakan, dan yang bisa mencatat adalah alat, dan ada beberapa yang dapat dirasakan. Insya Allah, dalam kurun waktu empat hari kedepan, gempa-gempa susulan tersebut sudah reda dan stabil,&amp;rdquo; ungkap Dwikorita di Cianjur, Rabu (23/11/2022).
Dwikorita mengatakan, memasuki puncak musim penghujan, BMKG mengimbau kepada pemerintah daerah setempat dan masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana alam ikutan seperti longsor dan banjir bandang yang membawa material-material reruntuhan lereng akibat gempa M5.6.
&amp;ldquo;Saat ini curah hujan sedang meningkat menuju puncaknya di bulan Desember hingga Januari nanti, jadi harus diwaspadai kemungkinan terjadinya bencana ikutan usai gempa kemarin,&amp;rdquo;terangnya.
&amp;ldquo;Material lereng yang runtuh seperti tanah, batu, pohon, kerikil, dan lainnya harus dibersihkan agar tidak terbawa air dan menjadi banjir bandang. Hal ini pernah terjadi saat gempa Palu dan Pasaman Barat,&amp;rdquo;tambahnya.Dia mengimbau saat proses rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan semestinya menggunakan struktur bangunan tahan gempa.
Menurutnya, banyaknya korban meninggal dan signifikannya kerusakan yang terjadi pada saat gempa tektonik bermagnitudo 5,6 selain akibat gempa dangkal juga akibat struktur bangunan di wilayah terdampak tidak memenuhi standar tahan gempa.

&amp;ldquo;Mayoritas bangunan yang terdampak karena dibangun tanpa mengindahkan struktur aman gempa yang menggunakan besi tulangan dengan semen standar. Akibatnya, bangunan tersebut tidak mampu menahan guncangan gempa,&amp;rdquo; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
